Tantangan Joko Susilo Sebagai Pelatih Kepala Arema FC

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Tantangan Joko Susilo Sebagai Pelatih Kepala Arema FC

Joko Susilo resmi ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Arema FC di Liga 1 Indonesia musim depan. Pelatih yang karib disapa Gethuk itu resmi diperkenalkan di Kantor Arema FC, Malang, Kamis (30/11). Gethuk akan didampingi oleh Kuncoro dan Singgih Pitono sebagai asisten, kemudian Yanuar Hermansyah sebagai pelatih kiper, dan Dusan Momcilovic yang mengemban jabatan sebagai pelatih fisik.

Tantangan berat akan diemban Gethuk, karena ia dibebani target untuk meningkatkan performa Arema pada musim depan. Di Liga 1 Indonesia 2017 performa Arema bisa terbilang kurang memuaskan. Mereka sering kali kehilangan poin penting yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengatrol posisi ke papan atas. Akibatnya, klub berjulukan Singo Edan itu finis di urutan tujuh klasemen akhir.

Selain diharapkan mampu mengembalikan kejayaan di kompetisi musim depan, Gethuk pun dituntut mampu mengembalikan ciri permainan Arema yang biasa tampil menekan sejak awal pertandingan. Gethuk optimistis bisa merealisasikan semua target yang dibebankan kepadanya. Andai gagal, ia mengaku siap dipecat kapanpun sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Bagi saya pribadi targetnya menjadikan Arema yang terbaik, makanya kita tidak boleh main-main, karena kita membawa nama besar Arema dan harapan seluruh Aremania, tentu hasil terbaik yang kita inginkan semuanya.”

“Kalau saya dianggap gagal, saya siap dipecat, kapan pun itu. Itu tekad saya, yang jelas saya tidak pernah menyesal apa pun keputusan manajemen, di mana pun saya ditempatkan kalau dinilai itu yang terbaik akan saya lakukan," tegasnya seperti dilansir dari Situs We Are Aremania.

Melihat kiprah Gethuk, target yang dibebankan manajemen kepadanya bisa dibilang sebagai target realistis. Gethuk bukan orang asing di Arema karena sejak masih aktif bermain, pria asal Cepu, Jawa Tengah itu tercatat pernah menjadi bagian Singo Edan dalam dua periode.

Petualangan Gethuk bersama Arema dimulai pada tahun 1992, setelah dua musim bermain untuk Mitra Surabaya di kompetisi Galatama. Kurang lebih tiga musim Gethuk bermain untuk Arema, sebelum akhirnya pindah ke PSM Makassar dan Persija Jakarta. Pada musim 1998, Gethuk kembali membela Arema hingga tahun 2003 dan memutuskan gantung sepatu di Arema.

Perjalanan Karier Gethuk

Setelah pensiun, Gethuk tetap mengabdi untuk Arema. Pada tahun 2004 ia diberi amanah untuk menukangi tim junior Singo Edan hingga 2006. Baru pada tahun 2007 ia dipercaya menukangi tim senior, namun jabatannya saat masih sebatas asisten pelatih. Saat itu Gethuk dipercaya sebagai asisten Miroslav Janu (Almarhum).

Saat Janu memutuskan hengkang, Arema menunjuk Bambang Nurdiansyah semusim kemudian. Namun pelatih yang karib disapa Banur itu akhirnya mengundurkan diri, posisi Banur digantikan Ghusnul Yakin, sementara Gethuk tetap menjadi asisten pelatih. Meski begitu, ia tetap setia bersama Arema, meski hingga awal musim 2017 bergulir, statusnya tak pernah beralih dari asisten pelatih.

Selain pernah menjadi asisten Bambang Nurdiansayah, ia juga tercatat pernah menjadi asisten Miroslav Janu (Almarhum), Rahmad Darmawan, Robert Rene Albert, Wolfgang Pikal, Suharno (Almarhum), Milomir Seslija, hingga Aji Santoso. Meski banyak melakoni peran sebagai asisten, namun beberapa kali figur yang pernah menjadi penggawa PPSM Magelang itu pun pernah dipercaya sebagai caretaker.

Musim pertamanya melakoni status sebagai caretaker dimulai pada pada paruh musim 2011-2012. Saat itu Arema ditangani oleh Wolfgang Pikal yang gagal membawa Arema berjaya. Gethuk naik pangkat sebagai pelatih kepala, namun karena minimnya pengalaman membuatnya gagal meningkatkan performa Arema. Posisi pria berusia 46 tahun itu digantikan oleh Suharno yang menukangi tim hingga akhir musim.

Di Liga 1 Indonesia 2017, Aji Santoso ditunjuk sebagai pelatih kepala. Gethuk kembali mendapatkan mandate untuk menjadi asisten Aji. Pada masa persiapan di Liga 1 2017, Gethuk tampaknya tidak terlalu banyak terlibat, karena ia disibukkan dengan Kursus Kepelatihan untuk mendapatkan lisensi A AFC di Thailand.

Kiprah Aji bersama Arema hanya bertahan selama setengah musim, Aji memutuskan mundur dan Gethuk ditunjuk sebagai caretaker. Meski di Liga 1 2017 Gethuk gagal membawa Arema finis di papan atas, namun manajemen tetap menaruh kepercayaan kepada Gethuk untuk menjadi pelatih kepala Arema di musim depan.

Bisa dibilang ini merupakan pengalaman pertamanya dipercaya menjadi pelatih kepala sejak awal musim, karena sebelumnya ia banyak berkiprah sebagai asisten pelatih dan juga caretaker. Melihat fakta tersebut, menarik melihat bagaimana kiprah Gethuk sebagai pelatih kepala sejak awal musim.

Foto: Tiwtter Arema Official

Komentar