Atletico dalam Catatan-catatan yang Meresahkan

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Atletico dalam Catatan-catatan yang Meresahkan

Terakhir kali Atletico Madrid menjamu AS Roma di kandang, mereka menang 2-1. Itu pada 1999, dalam pertandingan leg pertama perempat final UEFA Cup 1998/99. Tapi itu sudah lama berlalu. UEFA Cup-nya saja sudah tidak ada.

Sebenarnya, catatan-catatan pertandingan Atletico melawan Roma cukup menenangkan bagi Los Rojiblancos. Tiga kali melawan Roma, tak sekali pun Atletico kalah; di leg kedua UEFA Cup 1998/99, di kandang Roma, Atletico menang dengan skor yang sama; matchday satu Champions League musim ini, juga di kandang Roma, pertandingan berakhir tanpa gol.

Tapi ya itu tadi, semua catatan tersebut berasal dari masa yang sudah (cukup) lama lewat. Hasil pertandingan-pertandingan terbaru Atletico sendiri malah cukup meresahkan. Apalagi jika dibandingkan dengan Roma.

Dalam lima pertandingan terakhir di semua kejuaraan, Atletico hanya satu kali menang, empat lainnya imbang. Roma jauh lebih baik: lima kali menang dalam lima pertandingan terakhir di semua kejuaraan.

Bahkan jika yang dilihat hanya hasil pertandingan-pertandingan Atletico di Champions League musim ini, mereka tetap tidak meyakinkan. Empat kali bertanding, Atletico tidak sekali pun menang. Karenanya Atletico tertahan di posisi ketiga, dengan tiga poin saja.

Dengan Roma di puncak klasemen Grup C, Atletico terpaut lima poin. Bahkan dengan Chelsea di peringkat kedua, jaraknya cukup jauh: empat poin. Yang lebih meresahkan lagi: jarak dengan Qarabag di peringkat empat hanya satu poin.

Tidak berarti peluang Atletico untuk lolos ke fase gugur tertutup sepenuhnya. Mereka bisa lolos dramatis, tapi ada syaratnya: Atletico harus menang untuk menjaga peluang. Menjaga peluang saja. Bagaimana seterusnya, biar hasil matchday enam yang menentukan.

Sebenarnya imbang pun tak apa, asal Chelsea kalah dari Qarabag. Tapi menggantungkan nasib kepada pertandingan yang tak bisa mereka kontrol, Atletico paham, bukan pilihan aman.

“Besok kami harus memikirkan diri sendiri ketimbang Qarabag [melawan Chelsea], karena masih ada satu pertandingan lagi,” ujar Diego Simeone, pelatih kepala Atletico, dalam jumpa pers prapertandingan. “Kami berharap bisa memenuhi ekspektasi.”

Koke, gelandang Atletico, sependapat dengan pelatihnya. “Kami ingin menang untuk menjaga peluang,” ujarnya dalam kesempatan yang sama. “Kami bergantung kepada diri sendiri untuk menang dan setelahnya baru kami lihat apa kami beruntung. Kami harus melakukan semua yang mungkin dilakukan untuk menang.”

“Pertandingan besok adalah pertandingan besar dan harusnya pertandingan ini bisa memotivasi kami,” tambahnya. “Tidak ada pilihan selain menang dan itulah yang akan kami usahakan.”

Komentar