Juventus Tumbang dan Turun Peringkat

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Juventus Tumbang dan Turun Peringkat

“Sampdoria adalah tim yang harus diwaspadai, karena mereka terorganisir dengan baik dan Marco Giampaolo adalah pelatih yang sangat cakap,” ujar Massimiliano Allegri, pelatih kepala Juventus, dalam jumpa pers prapertandingan melawan Sampdoria.

“Dari segi teknis Sampdoria jauh lebih baik dari musim lalu, terutama karena mereka mendapat keuntungan besar dalam kualitas teknik dengan kedatangan Zapata. Lini tengah telah diperkuat dan mereka juga merektur pemain hebat lain seperti Strinic dan Ferrari. Mereka tim yang pantas ditakuti, terutama karena di Marasi mereka tidak pernah menyerah, jadi Juve harus tampil dalam permainan terbaik.”

Kekhawatiran Allegri tidak terbukti sampai turun minum. Sampdoria, sepanjang babak pertama pertandingan melawan Juventus, hanya melepas satu tembakan. Namun pada babak kedua Sampdoria menggila.

Dari empat tembakan tepat sasaran pertamanya, Sampdoria mencetak tiga gol. Duvan Zapata mencetak gol pembuka di menit ke-52, membuat Juventus tertinggal untuk kali pertama musim ini. Lucas Torreira menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-71. Delapan menit berselang, Gianmarco Ferrari membuat Juventus semakin jauh tertinggal.

Dua gol balasan, oleh Gonzalo Higuain di menit pertama injury time dan Paulo Dybala dua menit berselang, tidak cukup untuk menyelamatkan Juventus. Juara bertahan pulang tanpa angka dan masalah pertahanan yang masih berlanjut. Dalam delapan pertandingan terakhir, Juventus kebobolan 14 gol.

“Selamat untuk Sampdoria namun kami tidak bisa kehilangan fokus seperti ketika kami tertinggal,” ujar Allegri selepas pertandingan. “Kami harus tetap bersama dan tidak terburu-buru terutama karena kami masih memiliki 40 menit untuk membalikkan keadaan.”

Allegri menambahkan: “Ini sangat memalukan karena kami menampilkan salah satu permainan babak pertama terbaik kami musim ini. Setelah kami tertinggal, kami terlalu bersemangat dan kecurian. Tapi seperti itulah sepakbola. Kami kebobolan terlalu banyak, terutama di pertandingan tandang. Kami hanya mencetak nirbobol di San Siro.”

Giorgio Chiellini, pemain belakang Juventus, ikut mengakui bahwa timnya payah. “Saat ini, dalam beberapa bulan terakhir, kami menerapkan pendekatan-pendekatan yang salah. Walau demikian, kami kalah dalam pertandingan yang kami kuasai selama 70 menit dan kami harus berpikir mengenai hal ini. Kami mungkin tidak memiliki satu persen kemauan ekstra yang dibutuhkan untuk membawa pulang poin dari pertandingan tandang ketika standar pertandingan atau lawan meningkat.”

Kekalahan dari Sampdoria menempatkan Juventus di peringkat ketiga, dua poin di belakang Inter Milan dan empat poin dari pimpinan klasemen, Napoli. AS Roma dan SS Lazio masing-masing satu poin dan tiga poin di belakang Juventus. Pertandingan-pertandingan berikutnya adalah melawan Barcelona di Champions League serta Crotone dan Napoli di Serie A.

“Pertandingan-pertandingan melawan Barcelona dan Napoli akan menjadi cerita yang berbeda, saya yakin” ujar Allegri.

Komentar