Conte: Di Pertandingan, Mou Musuh Saya, Begitu Pun Sebaliknya

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Conte: Di Pertandingan, Mou Musuh Saya, Begitu Pun Sebaliknya

Pekan ke-11 Liga Primer Inggris menyuguhkan salah satu pertandingan besar yang akan mempertemukan Chelsea dengan Manchester United di Stamford Bridge, Minggu (5/11) Malam WIB. Duel antara Si Biru melawan Setan Merah diprediksi berlangsung dalam tensi tinggi.

Selain karena Chelsea dan Man United berstatus sebagai kesebelasan besar di Liga Primer Inggris, kurang harmonisnya hubungan antara Jose Mourinho (Manajer Man United) dengan Antonio Conte (Manajer Chelsea) pun tampaknya akan menjadi bumbu yang membuat tensi pertandingan semakin memanas.

Bukan lagi rahasia umum kalau Mou dan Conte memang tidak terlalu akur. Permasalahan antara Mou dan Conte memuncak pada musim lalu di Stamford Bridge. Saat itu Chelsea berhasil mengalahkan Man United dengan skor telak 4-0. Conte, dengan gayanya yang meledak-ledak pun merayakan kemenangan tersebut dengan antusias yang sangat tinggi.

Mou yang menilai bahwa euphoria yang dilakukan terlalu berlebihan pun kabarnya membisiki Conte dengan pernyataan bahwa perayaan kemenangan yang dilakukan oleh mantan pelatih timnas Italia itu telah merendahkan dirinya. Sejak saat itu, hubungan antara Mou dan Conte pun dianggap tidak terlalu harmonis.

Pada Minggu malam nanti, Conte dan Mou akan kembali bertemu. Pertanda bakal panasnya bentrokan antara Chelsea melawan Man United sudah terasa beberapa hari sebelum laga dihelat. Dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Mou dan Conte sudah terlibat dalam perang urat saraf. Kedua pelatih kenamaan tersebut sudah mulai melempar sindiran yang memojokkan satu sama lain.

Di depan awak media, Mou memulai dengan mengungkapkan bahwa dirinya harus lebih vokal dalam mengeluarkan keluh kesahnya soal badai cedera yang menerpa beberapa pemainnya. Total ada tujuh pemain Man United yang saat ini mengalami cedera, mereka adalah Paul Pogba, Marouane Fellaini, Marcos Rojo, Michael Carrick, dan Zlatan Ibrahimovic.

“Setiap konferensi pers pada setiap pekannya, sepertinya saya seharusnya lebih sering lagi menangis karena permasalahan cedera yang menimpa tim ini. Saya pikir itu akan mengingatkan orang-orang soal masalah yang dihadapi oleh kami. Saya menyadari bahwa diri saya sering mengeluh tentang banyak hal, tetapi saya tidak pernah mengeluh soal cedera pemain,” tegas Mou dalam sesi konferensi pers, seperti dilansir dari Soccerway.

"Saya pikir ada manajer lain yang akan berbicara tentang kehilangan Pogba setiap hari, ‘Oh, saya tidak punya Pogba. Oh, kapan saya akan kembali diperkuat Pogba? Oh, 10 pertandingan tanpa Pogba. Oh, semua fase grup Liga Champions tanpa Pogba. Oh, semua pertandingan besar, melawan Liverpool, melawan Chelsea, melawan Spurs, tanpa Pogba`. Saya tidak berbicara tentang Pogba satu kali pun, kecuali Anda yang mulai bertanya tentang situasinya,” sambungnya.

Komentar Mou tentang badai cedera bukanlah kali pertama ia suarakan. Pada Oktober lalu, jelang pertandingan Man United menghadapi Huddersfield, pelatih asal Portugal itu juga sebenarnya pernah mengatakan hal yang sama. Setelah komentar tersebut dikeluarkan, para jurnalis kemudian mengira bahwa pernyataan tersebut dialamatkan kepada Conte, yang beberapa kali pernah mengambing hitamkan badai cedera sebagai penyebab performa inferior Chelsea pada musim ini.

Ketika para jurnalis meminta pendapat Conte soal ocehan Mou, mantan pelatih Juventus itu pun meradang dan balik menyindir mantan pelatih Real Madrid itu untuk lebih fokus mengurusi timnya saja ketimbang mengurusi dirinya bersama Chelsea.

Setelah pernyataan Conte tersebut, Mou kembali angkat bicara dan menegaskan bahwa komentar yang sebelumnya ia suarakan itu tidak secara khusus dialamatkan kepada Conte. Mantan pelatih Inter Milan itu juga mengaku heran kenapa Conte harus marah kepada dirinya. Namun akhirnya saat itu ia tidak mau terlalu ambil pusing dengan sikap yang ditunjukkan mantan pelatih Juventus itu kepada dirinya.

Tapi permasalahannya, saling sindir antara Mou dan Conte mereda, pelatih berusia 54 tahun malah kembali menjadikan badai cedera sebagai salah satu topik yang ia angkat dalam konferensi pers jelang pertandingan menghadapi Chelsea. Hal tersebut kemudian diindikasikan sebagai salah satu bentuk sindiran lain yang dialamatkan Mou kepada Conte jelang keduanya saling bersua pada Minggu malam nanti.

Sementara dalam gilirannya berbicara dalam sesi konferensi pers, Conte enggan terlalu memikirkan ucapan-ucapan yang dikeluarkan Mou tentang dirinya, bahkan ia juga enggan terlalu memikirkan rivalitas panas antara dirinya dengan Mou. Pelatih berusia 48 tahun itu hanya meminta agar Mou bisa menaruh respek terhadap dirinya.

Conte beralasan bahwa baik dirinya memiliki pekerjaan yang sama dengan Mou, yaitu seorang pelatih. Saat dua individu dengan bidang yang sama bertemu, seharusnya ada rasa hormat yang ditunjukkan oleh keduanya.

"Kami harus menghormati pekerjaan pelatih lain. Dalam pertandingan, dia (Mou) adalah musuh saya, begitu pun sebaliknya. Setelah pertandingan akan tetap sama. Saya memiliki respek untuk pekerjaan dia, begitu juga dengannya yang seharusnya menghormati pekerjaan saya,” terang Konte seperti dilansir dari Sky Sports.

Foto: The Sun, Sky Sports

Komentar