Kekaguman dan Jaminan Guardiola untuk Napoli

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Menulis dan menyunting di Pandit Football. Menulis untuk Tirto jika cuaca sedang bersahabat. Menulis kalimat pendek, membaca artikel panjang.

Kekaguman dan Jaminan Guardiola untuk Napoli

“Napoli,” kata Josep Guardiola setelah pertandingan matchday tiga (18/10) Liga Champions 2017/18, “adalah salah satu kesebelasan terbaik yang pernah saya hadapi sepanjang karier saya. Mungkin yang terbaik.” Dalam dua pekan, keraguan tersebut hilang sementara kekaguman terhadap lawan menguat.

Pada pertandingan yang digelar di City of Manchester Stadium tersebut, Manchester City FC mengalahkan SSC Napoli dengan kedudukan akhir ketat, 2-1. Kemenangan tersebut, menurut Guardiola, diraih dengan susah payah. “Jika kami tidak bermain dengan baik, kami tidak akan mampu mengalahkan kesebelasan itu. Mustahil kami bisa. Jika kami tidak agresif tanpa bola, jika kami tidak memiliki rencana yang jelas tanpa bola, habislah.”

Kembali berhadapan dengan Napoli dan Maurizio Sarri di matchday empat, Guardiola bersuka cita. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu juga merayakan kesempatan mengunjungi Napoli untuk kali pertama.

“Menyenangkan bisa kembali berjumpa Maurizio Sarri,” ujar Guardiola dalam jumpa pers pra pertandingan.

Guardiola menambahkan: “Akan ada saat di mana kami harus bertahan, momen di mana kami akan merasakan penderitaan yang belum pernah kami rasakan sebelunya, dan saya ingin melihat bagaimana kami bereaksi.”

Di Stadion San Paolo, kesebelasan Guardiola tertinggal lebih dulu. Lorenzo Insigne mencetak gol di menit ke-21. Nicolas Otamendi mencetak gol penyeimbang di menit ke-34. Gol John Stones di menit ke-48 membalikkan keadaan. Jorginho mengembalikan kedudukan sama kuat lewat tendangan penalti di menit ke-62. Gol Sergio Aguero dan Raheem Sterling, masing-masing di menit ke-69 dan ke-92, memastikan City pulang dari Italia dengan tambahan tiga angka.

“Dalam dua pekan, kami dua kali mengalahkan kesebelasan fantastis,” ujar Guardiola dalam jumpa pers pasca pertandingan matchday empat (2/11). “Dalam 20 menit (pertama) mereka membantai kami.”

“Saya sangat paham kesebelasan seperti apa yang kami kalahkan hari ini,” ujar Guardiola, masih dalam kesempatan yang sama. “Sebagai penonton, saya jatuh cinta kepada kesebelasan ini. Mereka membuat saya menderita di babak pertama. Saya harap mereka tetap sehat, karena sepakbola membutuhkan kesebelasan seperti Napoli.”

Kemenangan atas Napoli membawa City lolos ke fase gugur. Bagi Napoli sendiri, kekalahan dari City membuat mereka tertahan di peringkat ketiga dengan tiga poin. Jarak Napoli dengan FC Shakhtar Donetsk, yang menempati peringkat kedua, adalah enam angka.

Napoli harus mengalahkan Feyenoord dan Shakhtar untuk lolos dari Grup F. Namun itu saja tidak cukup. Dua kemenangan Napoli harus dibarengi dengan kemenangan City atas Shakhtar di matchday enam.

Guardiola sendiri berharap Napoli menyusul kesebelasannya: “Tentu saya ingin Napoli lolos, karena saya memiliki rasa hormat terhadap Maurizio dan Pepe (Reina), namun Shakhtar juga kesebelasan yang sangat baik.”

“Kami akan bermain untuk menang saat melawan Feyenoord (pada matchday lima) dan di Ukraina (melawan Shakhtar),” ujar Guardiola. “Sepanjang karier saya, saya tidak pernah bermain tanpa tujuan menang. Napoli hanya perlu berkonsentrasi terhadap diri sendiri, untuk mengalahkan Shakhtar di sini dan kami akan berusaha mengalahkan (Shakhtar) di Ukraina.”

Komentar