Girona dan Masa Depan yang Harus Mulai Dipikirkan Real Madrid

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Girona dan Masa Depan yang Harus Mulai Dipikirkan Real Madrid

Kemenangan Girona atas Real Madrid dalam laga lanjutan La Liga musim 2017/2018 bukan sekadar cermin kemenangan bangsa Katalunya atas negara Spanyol. Namun lebih jauh, hal ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa Madrid sudah mulai harus memikirkan masa depan.

Ada banyak asosiasi yang bisa dipakai untuk menyambut kemenangan Girona, klub asal Katalunya ini, atas Real Madrid. Selain kemenangan sebuah klub kecil atas juara Liga Champions dua kali berturut-turut, kemenangan ini bisa menjadi simbol kemenangan bangsa Katalunya atas pemerintah Spanyol. Katalunya dalam beberapa waktu ke belakang memang menjadi sasaran amuk pemerintah Spanyol karena usulan referendum serta deklarasi kemerdekaan yang mereka nilai dilakukan secara sepihak.

Namun dalam kemenangan Girona atas Madrid di Estadio Montilivi, Senin (30/10/2017) dini hari, tampak bahwa kemenangan ini tidak hanya menjadi perayaan mini tersendiri bagi warga Katalunya. Lebih jauh, kemenangan Girona ini menjadi sinyal tersendiri bahwa Real Madrid, tim yang baru saja meraih gelar Liga Champions selama dua kali berturut-turut tersebut, harus segera memikirkan masa depan. Salah satu masalah yang harus dipikirkan adalah perihal Cristiano Ronaldo.

***

Dalam laga melawan Girona, nama Cristiano Ronaldo masih menjadi andalan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, sebagai juru gedor di lini depan Los Blancos. Semangat sebagai pemenang gelar FIFA Best Player Award, diharapkan akan memberikan tuah tersendiri bagi Madrid, sekaligus membawa Madrid tetap bisa bersaing dengan Barcelona dalam perburuan gelar juara La Liga.

Tapi apa yang terjadi dalam laga melawan Girona di Montilivi justru menjadi sebuah antiklimaks tersendiri bagi Ronaldo. Diharapkan mampu menjadi juru gedor produktif untuk Los Blancos, ia justru gagal mencetak gol dalam kekalahan 2-1 Madrid atas Girona. Satu gol Madrid dalam laga itu justru dicetak oleh Isco Alarcon, sebelum akhirnya dibalikkan lewat dua gol dari Christhian Stuani dan Portu.

Apa yang dilakukan Ronaldo dalam laga tersebut? Ia tetap mengancam gawang seperti biasa. Disitat dari Whoscored, total pemain asal Madeira tersebut melesakkan tujuh tembakan ke gawang Girona, dengan tiga tembakan mengarah ke gawang tim yang juga merupakan tetangga Barcelona ini. Malah, total tembakan Ronaldo itu merupakan yang terbanyak di antara para pemain Madrid yang lain di laga tersebut.

Namun dari tujuh tembakan yang ia lesakkan, tak ada satu pun yang berbuah menjadi gol. Sontak hal ini membuat Ronaldo dihujani kritik, karena dari enam laga terakhir di La Liga yang Ronaldo jalani bersama Madrid, ia hanya mencetak satu gol saja.

Melihat Ronaldo yang mulai sedikit menurun dalam soal produktivitas, Presiden Real Madrid, Florentino Perez mulai bergerak. Sadar bahwa ada masa depan yang akan mereka jelang kelak tanpa kehadiran Ronaldo, mereka mulai mencari nama-nama yang akan menggantikan Ronaldo di masa depan.

Dilansir dari Bleacher Report, ada tiga nama yang diprediksi akan menjadi suksesor Ronaldo di Madrid. Mereka adalah Goncalo Guedes, Alan Souza, dan Lincoln. Sekadar informasi, ketiga pemain tersebut masih berusia di bawah 23 tahun.

Goncalo Guedes sekarang sedang mengalami masa peminjaman yang cukup sukses di Valencia. Pemain timnas Portugal yang juga merupakan pemain Paris-Saint Germain tersebut, di usianya yang memasuki 20 tahun ini, perlahan mulai membuktikan diri sebagai juru gedor andal di Valencia. Dari tujuh laga yang sudah ia jalani, tercatat Guedes mampu menorehkan tiga gol dan lima asis.

Namun jika Los Blancos memang berniat membeli Guedes, tampaknya mereka perlu berjuang keras. PSG selaku klub pemilik Guedes tidak akan memberikan harga yang murah bagi pemain kelahiran Benavante ini. Madrid perlu sedikit perjuangan, terutama masalah harga, untuk mengangkut Guedes ke Santiago Bernabeu.

Selain Guedes, nama Lincoln dan Alan Souza juga diprediksi akan menjadi pengganti Ronaldo di masa depan. Namun untuk kedua pemain ini, di tengah usia mereka yang masih 18 tahun (Lincoln) dan 17 tahun (Alan Souza), ada perjudian besar yang dilakukan oleh Real Madrid. Soal perjudian, Madrid pernah mengalami hal yang buruk bersama Martin Odegaard, ditambah lagi pengalaman Lincoln dan Alan yang minim di La Liga.

Meski begitu, keduanya dianggap sebagai salah satu talenta terbaik dari tanah Brasil. Jika keduanya bisa diasuh dengan baik oleh Madrid, bisa jadi di masa depan keduanya bisa menggantikan Ronaldo. Khusus untuk Alan, AS melansir bahwa Real telah mencapai kesepakatan verbal soal Alan bersama Gremio. Jika berhasil, Alan akan sesegera mungkin mendarat di Madrid.

***

Ronaldo, meski masih mampu menampilkan permainan yang cukup baik, sudah memasuki usia 32 tahun, Dalam empat atau lima tahun ke depan, ia akan mengalami penurunan performa karena usianya yang sudah menua. Jika tidak segera mencari pengganti Ronaldo dari sekarang, bukan tidak mungkin masa depan Madrid tidak akan baik-baik saja.

Dengan kekalahan atas Girona ini, yang melibatkan permainan buruk Ronaldo di dalamnya, tampak bahwa ada masa depan yang mulai harus dipikirkan Real Madrid. Masa depan yang tidak melibatkan CR7 di dalamnya. Dengan adanya tiga nama pengganti di atas, setidaknya ada langkah-langkah yang sudah mulai dipikirkan Los Blancos dalam beberapa tahun ke depan, masa ketika Ronaldo sudah tidak berdiri lagi di atas lapangan.

foto: @SquawkaNews

Komentar