Peluang Sylvano Comvalius Catatkan Sejarah di Sepakbola Indonesia

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Peluang Sylvano Comvalius Catatkan Sejarah di Sepakbola Indonesia

Penyerang Bali United, Sylvano Caomvalius, semakin dekat untuk menyamai rekor impresif Peri Sandria sebagai pemegang rekor sebagai penyerang dengan catatan gol terbanyak dalam semusim. Satu gol yang dibukukan Sylvano saat bertanding melawan Barito Putera melawan 17 Mei, Banjarmasin, Rabu (25/10) membuat pundi-pundi golnya kini bertambah menjadi 33.

Torehan tersebut membuatnya semakin nyaman berada di puncak daftar pencetak gol sementara Liga 1 Indonesia 2017, dan hanya butuh tambahan satu gol lagi untuk menyamai pencapaian Peri Sandria yang sukses mencetak 34 gol saat membela Mastrans Bandung Raya (MBR) di Liga Indonesia musim 1994/1995.

Selama hampir 22 tahun lamanya, rekor gol yang diciptakan Peri dalam semusim tidak tersentuh oleh pemain lainnya. Beberapa penyerang yang pernah berkiprah di kompetisi level utama Indonesia seperti Dejan Glusevic (30 gol bersama Bandung Raya pada kompetisi musim 1995/1996), Oscar Aravena (31 gol bersama PSM Makassar pada kompetisi musim 2003), dan Cristian Gonzales (32 gol bersama Persik Kediri pada kompetisi musim 2007) sebenarnya hampir saja menyamai rekor yang ditorehkan Peri, namun pada akhirnya gagal juga.

Selama lebih dari 20 tahun banyak penyerang lokal maupun asing yang gagal untuk menyamai atau bahkan melampaui rekor gol Peri, hingga muncullah sosok Sylvano Comvalius yang kini memiliki peluang yang sangat besar untuk setidaknya menyamai rekor gol mantan pemain Persib Bandung itu.

Bahkan kalau melihat sisa pertandingan yang dimiliki Bali United sebelum akhir kompetisi musim 2017 ini, Comvalius berpeluang untuk melebihi catatan gol Peri dalam semusim. Sebelum akhir kompetisi nanti, Bali masih akan berhadapan melawan Sriwijaya FC di Stadion I Wayan Dipta pada 30 Oktober mendatang, PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta (6/11), dan terakhir menjamu Persegres Gresik United (12/11) mendatang.

Baca Juga: Sylvano Comvalius yang Semakin Bersinar

Seandainya Comvalius mampu mencetak satu gol di setiap pertandingan sisa bersama Bali maka dipastikan torehan golnya akan bertambah menjadi 36 dan unggul dua gol dari catatan yang diraih oleh Peri. Peluangnya sangat terbuka lebar bagi pemain asal Belanda itu untuk mengakhiri kompetisi musim 2017 ini dengan torehan 36 gol atau malah lebih.

Sebab Comvalius terbilang sebagai penyerang yang punya konsistensi mencetak gol yang baik, dari enam pertandingan terakhir Comvalius berhasil menciptakan tujuh gol. Melihat catatan tersebut, bukan tidak mungkin bahwa dai tiga laga sisa yang akan dimainkannya bersama Bali pundi-pundi golnya akan semakin bertambah.

Jika memang Comvalius berhasil melakukan hal tersebut, pada akhir musim nanti ia tidak hanya berhak atas gelar pencetak gol terbanyak Liga 1 Indonesia 2017, lebih dari pada itu mantan pemain Dynamo Dresden ini juga berpeluang untuk menjadi pencetak gol terbanyak pada sau musim dalam sejarah Liga Indonesia (dihitung sejak meleburnya Kompetisi Perserikatan dan Galatama menjadi Liga Indonesia pada tahun 1994 silam).

Tentunya segala pencapaian individual yang berpotensi bisa dicapai Comvalius pada akhir kompetisi nanti akan sangat prestisius andai ia juga mampu membawa Bali United menjadi kampiun Liga 1 2017. Untuk mencapai hal tersebut, peluangnya juga terbuka lebar. Meski memang hasil imbang yang diraih Bali dari Barito Putera membuat Serdadu Tridatu gagal menggusur posisi PSM Makassar dari puncak klasemen sementara kompetisi.

Namun seperti sudah disebutkan di atas bahwa Bali masih memiliki tiga pertandingan sisa yang masih bisa dimaksimalkan untuk mengejar ambisi juara di akhir musim nanti. Apalagi jarak poin mereka dengan PSM yang merupakan pemuncak klasemen hanya terpaut dua angka saja. Selain itu, Bali dan PSM juga akan saling jumpa, jadi Serdadu Tridatu bisa memaksimalkan laga melawan PSM nanti untuk memburu posisi puncak di akhir kompetisi nanti.

Komentar