Dortmund dan Sejarah Liverpool 2007/2008 yang Mungkin Sulit Diulang

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Dortmund dan Sejarah Liverpool 2007/2008 yang Mungkin Sulit Diulang

Liga Champions musim 2017/2018 adalah kompetisi yang sulit bagi Borussia Dortmund. Saat mereka cukup digdaya di kompetisi Bundesliga 2017/2018, di ajang Liga Champions mereka malah tampil melempem. Potensi mereka untuk mengikuti Liverpool di musim 2007/2008 ada, tapi sulit untuk melakukannya.

Sejauh ini, dari tiga matchday yang sudah dijalani oleh Die Borussen dalam ajang Liga Champions musim 2017/2018, Borussia Dortmund tercatat baru mendapatkan satu poin, hasil dari menahan imbang APOEL FC di kandang mereka sendiri dengan skor 1-1. Dua pertandingan lain menghadapi Tottenham Hotspur dan Real Madrid, Dortmund mengalami kekalahan dengan skor identik, yaitu 3-1.

Apa yang dialami oleh Dortmund ini sama juga dengan apa yang pernah dialami oleh Liverpool pada musim 2007/2008 silam. Ketika itu, dari tiga laga yang mereka jalani, mereka hanya meraih satu poin. Namun The Reds berhasil bangkit di tiga pertandingan sisa dan akhirnya lolos sebagai runner-up grup di bawah Porto. Mereka bahkan melaju sampai ke babak semifinal, sebelum akhirnya dikalahkan Chelsea.

Namun, apa yang dilakukan Liverpool pada musim 2007/2008 tersebut tampaknya sulit diulangi oleh Borussia Dortmund pada musim 2017/2018 ini.

Comeback menawan Liverpool musim 2007/2008

Pada Liga Champions musim 2007/2008, Liverpool sempat mengalami masa-masa buruk kala tampil di fase grup Liga Champions musim 2007/2008. Total dari tiga pertandingan awal yang mereka jalani, mereka hanya meraih satu poin, hasil dari menahan imbang FC Porto dengan skor 1-1. The Reds diprediksi tidak akan lolos fase grup pada musim tersebut.

Namun dalam tiga pertandingan sisa, Liverpool justru menggebrak. Prediksi tidak akan lolos yang disematkan kepada mereka usai matchday 3 fase grup Liga Champions musim 2007/2008 perlahan terbantahkan. Titik balik bagi Liverpool ketika itu terjadi usai mereka membantai Besiktas 8-0 di Anfield. Setelah itu, semua terasa menjadi serba positif bagi Liverpool.

Usai membantai Besiktas dengan skor 8-0, Liverpool meraih dua kemenangan besar lainnya. Mereka menaklukkan Olympique Marseille dengan skor 4-0, lalu mengalahkan FC Porto dengan skor 4-1. Liverpool pun lolos sebagai runner-up grup di bawah Porto dengan raihan 10 poin, beda satu poin dengan FC Porto yang menjadi pemuncak grup.

Dalam ajang Liga Champions musim 2007/2008 tersebut, The Reds melaju cukup jauh hingga ke babak semifinal. Di babak semifinal, mereka dikalahkan oleh Chelsea yang akhirnya menjadi runner-up di bawah Manchester United yang menjadi juara dalam ajang Liga Champions musim 2007/2008.

Akankah Dortmund mampu mengulangi pencapaian Liverpool?

Dalam ajang Liga Champions musim 2017/2018 ini, Borussia Dortmund mencatatkan hal serupa yang ditorehkan oleh The Reds pada musim 2007/2008 silam. Dari tiga laga, mereka baru mengumpulkan satu poin. Kemungkinan mereka untuk tersisih dari fase grup Liga Champions cukup besar, baik itu turun derajat ke Liga Europa atau malah mengakhiri kompetisi Eropa mereka musim 2017/2018 ini dengan lebih cepat.

Masih ada tiga laga sisa yang akan dijalani oleh Borussia Dortmund dalam ajang Liga Champions musim 2017/2018 ini. Dari tiga laga tersebut, potensi maksimal poin yang bisa diraih oleh Die Borussen adalah sembilan poin. Ditambah satu poin yang mereka dapat sekarang, maka maksimal mereka akan mendapatkan 10 poin. Apakah dengan 10 poin ini mereka dapat lolos ke babak selanjutnya?

Mari memerhatikan juga poin-poin yang diraih oleh tim lain di Grup H. Saat ini, Dortmund memiliki total poin yang sama dengan APOEL, yaitu satu poin. Tottenham Hotspur dan Real Madrid, yang berada di atas Dortmund sudah mengumpulkan tujuh poin. Dengan beda enam poin, tampaknya akan sulit bagi Dortmund untuk lolos dari grup ini, bahkan sebagai runner-up grup sekalipun.

Kalau Madrid/Spurs dapat saling mengalahkan dalam matchday 4 nanti, maka salah satu di antara mereka akan meraih 10 poin. Asumsikan Dortmund meraih kemenangan atas APOEL, maka poin mereka akan bertambah menjadi empat. Maka Dortmund akan punya beda tiga poin dengan salah satu antara Madrid/Spurs.

Pekerjaan rumah yang berat bagi Peter Bosz adalah meramu skuatnya untuk menghadapi Tottenham Hotspur di Signal Iduna Park, dan menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu. Jika menang, maka mereka masih akan punya peluang lolos. Jika salah dari pertandingan tersebut berakhir imbang bagi Dortmund, maka akan sulit bagi mereka untuk lolos dari Grup H ini, karena secara head-to-head maupun selisih gol, Dortmund sudah kalah dari kedua kesebelasan tersebut.

Memang Dortmund bisa saja mengulang kisah yang dialami oleh Liverpool pada musim 2007/2008 silam, berhasil keluar dari lubang jarum dan lolos ke babak selanjutnya. Tapi melihat lawan yang akan mereka hadapi di fase grup, sepertinya Die Borussen juga harus siap-siap jika mereka terlempar ke Liga Europa ataupun mengakhiri perjalanan mereka di Eropa pada musim 2017/2018 ini lebih cepat.

foto: @BBCSport

Komentar