Manchester City Semakin Dominan Setelah Tumbangkan Napoli di Etihad

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Manchester City Semakin Dominan Setelah Tumbangkan Napoli di Etihad

Langkah Manchester City di Liga Champions musim 2017/2018 semakin tak terbendung, menghadapi Napoli di pertandingan ketiganya, klub berjulukan The Citizens itu sukses meraih kemenangan 2-1 di Stadion Etihad Stadium, Rabu (18/10) dini hari WIB. Dua gol kemenangan City masing-masing dicetak Raheem Sterling (9’) dan Gabriel Jesus (13’), sementara satu gol balasan Napoli dicetak Amadou Diawara pada menit 73 melalui titik putih.

Kemenangan atas Napoli membuat City semakin kokoh berada di puncak klasemen sementara Grup F dengan poin sempurna, 9, hasil dari sapu bersih kemenangan dalam tiga pertandingan di fase penyisihan Liga Champions. Hal tersebut membuat The Citizens kemudian hanya tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan diri lolos ke babak 16 besar.

Melihat performa City setelah meraih kemenangan atas Napoli, tentunya ini menjadi sinyal bahwa mereka benar-benar menjadi penantang juara paling potensial baik di Liga Primer Inggris maupun di Liga Champions. Sebab, sudah 12 pertandingan mereka lakoni di semua ajang selama musim 2017/2018 ini dengan tanpa sekalipun menelan kekalahan. Bahkan, 10 laga terakhir (termasuk pertandingan melawan Napoli) berhasil dilalui dengan hasil seratus persen kemenangan.

Meski begitu Pelatih City, Josep `Pep` Guardiola, mengaku puas dengan pencapaian yang ditorehkan anak asuhnya sepanjang musim ini. Mantan pelatih Barcelona itu mengungkapkan bahwa City berada dalam posisi yang bagus, terutama dalam persaingan perebutan gelar, baik itu di kompetisi domestik maupun di Liga Champions.

"Kami telah menempatkan diri pada posisi yang baik, banyak permainan untuk dimainkan, saya selalu mengatakannya tapi kami harus terus maju berdasarkan permainan. Sebab kompetisi musim ini masih panjang. Jadi, kami harus terus bekerja keras,” katanya seusai pertandingan kepada BT Sport.

Perjalanan bagi City ke depan pastilah tidak akan mudah, adagium mengatakan bahwa: ‘mempertahankan jauh lebih sulit dari menciptakan’, laga melawan Napoli setidaknya hampir membuat City gagal mempertahankan trend positif mereka di semua ajang. Pep mengakui bahwa I Ciucciarelli merupakan lawan paling berat yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya.

"Saya pikir malam ini adalah ujian besar untuk melihat di mana kita berada benar-benar setelah bermain game yang bagus. Kami tahu ini akan menjadi ujian yang sulit. Napoli bermain baik, mereka bisa menekan kami. Saya rasa Napoli merupakan salah satu tim terbaik yang pernah saya hadapi sepanjang karier saya,” terang Guardiola.

Pertandingan semalam memang berjalan cukup alot. City memang unggul dalam penguasaan bola, namun tidak terlalu dominan karena possession mereka hanya 53.9 persen berbanding 46.1 persen milik Napoli. Dari catatan tersebut bisa dibilang bahwa Napoli juga tidak membiarkan City untuk mengembangkan permainan dengan penguasaan bola yang dialirkan melalui umpan-umpan pendek.

Napoli, bahkan hampir saja menghancurkan kemenangan City andai Ederson Moraes gagal mementahkan eksekusi penalti Dries Mertens pada menit 38. Pep mengungkapkan bahwa bila timnya tidak bekerja keras dalam pertandingan tersebut, maka City tidak akan memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan.

“Jika kami tidak main bagus, kami tidak bisa mengalahkan tim itu. Ini mustahil. Jika kami tidak agresif tanpa bola, kami tidak akan mungkin memiliki peluang untuk meraih kemenangan. Lawan ini tidak membiarkan Anda memiliki bola selama 90 menit. Kami menginginkan bola, tapi mereka punya kualitas dan itu sangat menyulitkan kami,” tutur mantan pelatih Bayern Muenchen itu.

"Saya tahu sebelum bermain dan saya tahu sekarang bahwa mereka adalah salah satu tim terbaik di Eropa saat ini. Ini adalah salah satu kemenangan yang paling saya banggakan sepanjang karir saya Napoli, karena cara mereka bermain, tentu saja mereka bisa memenangkan liga,” sambungnya.

Sementara itu Pelatih Napoli, Maurizio Sarri meyakini bahwa City merupakan salah satu tim favorit juara Liga Champions musim ini. Kekalahan dari City memang menyakitkan, namun Sarri tetap merasa bangga dengan permainan anak asuhnya yang mampu membuat City kesulitan untuk mencetak lebih banyak gol. Kekecewaannya hanya kegagalan pemainnya dalam mengobversi peluang untuk menjadi gol.

"Kami berhasil melawan dan tidak banyak tim saat ini dapat melakukan seperti apa yang kami tunjukkan untuk memberikan kesulitan bagi Man City. Kami menyesalkan fakta bahwa kami memiliki kesempatan mencetak gol melalui penalti pertama, tapi kami tahu sekarang bahwa kami berada di jalur yang benar untuk bisa bersaing di Eropa juga,” kata Sarri.

"Lawan kami sangat kuat dan membuat kami sulit, saya pikir City adalah pesaing serius Mereka memiliki tim yang luar biasa dengan kualitas yang sangat positif - mereka cepat, mereka cerdas secara taktis, jika mereka dapat mempertahankan bentuk fisik dan mental mereka mereka sekarang mereka benar-benar bisa pergi jauh-jauh," tandasnya.

***

Kedua kesebelasan akan kembali bertemu pada 2 November mendatang di Stadion San Paolo. Seperti sudah disebutkan di atas, bahwa City hanya membutuhkan hasil imbang saja untuk bisa memastikan diri lolos ke 16 besar di laga kedua menghadapi Napoli. Namun kalau melihat perlawanan yang diberikan klub berjuluk Partenopei itu, sepertinya langkah City akan berat untuk memastikan tiket 16 besar lebih awal.

Komentar