WBA Tak Lagi Buat Telinga Wenger Panas

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

WBA Tak Lagi Buat Telinga Wenger Panas

Kemenangan 2-0 Arsenal atas West Bromwich Albion di Emirates Stadium, Selasa (26/9) dini hari WIB membuat mood para pendukungnya membaik. Hal ini berbeda dengan yang terjadi pada musim lalu. Musim 2016/2017, usai melawan West Bromwich Albion, para pendukung Arsenal mulai menyatakan "perang" terhadap sang manajer, Arsene Wenger.

Kekalahan 1-3 yang dialami The Gunners saat bertandang ke markas The Hawthorns Stadium pada 18 Maret silam memang membuat Wenger dan pendukungnya mulai tak akur. Kekalahan tersebut menjadi hasil minor kedua secara beruntun yang dialami Arsenal, sebelumnya takluk 1-3 dari Liverpool. Usai kekalahan dari WBA, suporter Arsenal mendesak Wenger segera mundur dari jabatannya, sebab kekalahan dari West Brom menjadi awal dari kegagalan Arsenal untuk mencapai posisi empat besar pada musim lalu.

Seruan agar Wenger mundur dari jabatannya semakin gencar dilakukan fans Arsenal setelah sadar bahwa tim kebanggaannya itu dipastikan gagal tampil di Liga Champions pada musim ini. Bahkan sebuah spanduk yang menyerukan agar Wenger pergi pun melayang di angkasa saat Arsenal dijamu Stoke City di BET 365 Stadium.

Desakan agar Wenger segera pergi tidak hanya lantang disuarakan di Inggris, namun menjalar hampir di seluruh dunia. Tampak sekali bahwa para suporter sudah berang dengan prestasi tim yang begitu-begitu saja, hingga akhirnya aksi menuntut Wenger segera meninggalkan Arsenal pun membuncah.

Layaknya sebuah manifestasi nyata atas kekecewaan mereka, poster-poster bertuliskan “Wenger Out” terbentang di mana-mana. Tidak hanya di dalam stadion, namun juga terlihat di Konser Coldplay (Singapura), Kampanye Donald Trump, hingga pertandingan gulat WWE di Amerika Serikat. Bahkan seruan agar Wenger segera pergi pun bergema di Fiji dan Selandia Baru. Mosi tidak percaya dari para suporter telah menjadi masa-masa kelam dalam karier kepelatihan Wenger.

Sebenarnya saat itu bukan kali pertama tuntutan mundur digelorakan kepada Wenger, namun bisa dibilang musim lalu menjadi yang paling parah. Meski berada dalam tekanan hebat dari para suporter, mantan pelatih Nagoya Grampus itu tetap teguh pada pendiriannya untuk memegang kendali kepelatihan Arsenal, setidaknya hingga dua musim ke depan setelah ia menandatangani perpanjangan kontrak yang jangka waktunya berlaku hingga 2019 mendatang.

Tentu saja keputusan tersebut membuat hati sebagian pendukung Arsenal remuk redam, fakta yang tak bisa dibantah juga adalah performa Arsenal di awal musim ini yang mengecewakan. Setelah kalah dari Stoke City 0-1 di pekan kedua, Arsenal kalah 0-4 dari Liverpool. Kekalahan menyakitkan itu kemudian menjadikan Wenger sebagai sorotan dari para pendukung bahkan kritikus.

Setelah kekalahan tersebut, Arsenal memang mampu meraih kemenangan atas Bournemouth (3-0) dan menahan imbang Chelsea (0-0) di kompetisi domestik. Namun empat poin dari dua pertandingan yang dihasilkan Arsenal tak membuat Wenger lepas dari sorotan begitu saja. Menghadapi West Brom yang kerap menyulitkan menjadi tantangan Wenger lainnya. Walau begitu Wenger kembali membuktikan diri bahwa ia masih punya strategi jitu untuk membuat Arsenal menang, bahkan tak kebobolan di tiga laga terakhir mereka.

Satu hal lain, kemenangan atas West Brom membuat perubahan yang sebelumnya digaungkan Wenger setelah takluk dari Liverpool pun mulai terlihat hasilnya. Setidaknya dengan kemenangan tersebut Arsenal mampu mempertahankan catatan selalu menang saat bermain di kandang untuk musim ini.

Sejauh ini, sudah tiga partai kandang dilakoni Arsenal pada musim 2017/2018, dan berhasil mereka lalui dengan sapu bersih kemenangan. Karenanya, berkat kemenangan atas WBA, untuk sementara telinga Wenger masih akan jauh dari umpatan-umpatan "Wenger Out" untuk beberapa pekan mendatang.

Foto: @Arsenal, Standard

Komentar