Akhir Kisah Frank De Boer di Liga Primer bersama Crystal Palace

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Akhir Kisah Frank De Boer di Liga Primer bersama Crystal Palace

Kabar mengejutkan datang dari Liga Primer Inggris. Manajemen Crystal Palace memutuskan kerjasama dengan Frank de Boer. Manajer asal Belanda itu didepak setelah Palace takluk 0-1 dari Burnley di Stadion Turf Moor, Minggu (10/9) malam WIB. Padahal kompetisi Liga Primer Inggris baru berjalan empat pekan pertandingan.

Kepastian terdepaknya De Boer diumumkan secara resmi oleh Palace melalui halaman ofisial kesebelasan. Dalam pernyataan itu, Palace mengucapkan rasa terima kasihnya kepada mantan pelatih Inter Milan itu. Namun tidak disebutkan alasan pasti manajemen kesebelasan mendepak De Boer, hanya yang pasti mereka telah menunjuk manajer baru untuk menggantikan De Boer.

“Crystal Palace Football Club memiliki kabar pagi ini, kami berpisah dengan Frank de Boer. Kami mengucapkan terima kasih kepada Frank atas dedikasinya dan kerja kerasnya selama berada di klub. Seorang manajer baru akan ditunjuk pada waktunya dan kami berharap Frank mendapatkan keberuntungan terbaik untuk masa depan. Tidak akan ada komentar lebih lanjut saat ini,” tulis mereka.

Tidak disebutkan secara rinci sosok manajer anyar itu, namun belakangan berembus kabar bahwa sosok Roy Hodgson adalah pengganti De Boer. Bila memang Hodgson dikontrak secara permanen untuk menjadi pengganti De Boer, maka mantan pelatih timnas Inggris itu akan menjadi manajer ketujuh Palace dalam enam musim terakhir.

Sebelumnya, Palace pernah ditangani oleh Sam Allardyce yang menjadi arsitek Palace dalam 24 pertandingan, Alan Pardew (87 pertandingan), Neil Warnock (17 pertandingan), Tony Pulis (28 pertandingan), dan Ian Holloway (47 pertandingan).

Kembali pada pemecatan De Boer, merunut data yang dihimpun dari BBC, pemecatan yang dialami De Boer membuat mantan manajer Ajax Amsterdam itu tercatat sebagai pelatih dengan karier terpendek di Liga Primer Inggris. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh Les Reed saat menangani Carlton Athletic, saat itu Reed di depak setelah pertandingan ketujuh.

Hal yang jauh lebih mengejutkan lagi dari pemecatan De Boer dibuat selang satu hari setelah presiden klub, Steve Parish, memberikan keterangan melalui akun Twitter-nya, bahwa apapun yang terjadi tim harus tetap bersama. "Kami ada empat pertandingan, ini awal yang buruk tapi kami harus tetap bersama," tulis Parish.

Namun pada Senin (11/9) manajemen memutuskan untuk mendepak De Boer dari kursi manajer Palace. Sepertinya bukan tanpa alasan De Boer di depak dari kursi kepelatihan klub berjuluk The Eagles itu, empat pertandingan sudah dilakoni Palace namun tidak ada satu pun kemenangan yang berhasil mereka raih, bahkan keempat pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan bagi Palace dan mereka tak mampu mencetak satu gol pun.

Tercatat, mereka takluk dari Huddersfield (0-3), Liverpool (0-1), Swansea City (0-2), dan terakhir Burnley (0-1). Akibatnya Palace saat ini terdampar di zona degradasi, tepatnya di posisi juru kunci. Bersama Bournemouth, Palace menjadi kesebelasan yang selalu meraih kekalahan di empat laga awal.

Ini bukan pemecatan pertama yang dialami De Boer. Sebelumnya pada tahun 2016 ia juga pernah didepak dari kursi manajer Inter Milan. Saat itu ia dipecat setelah Inter menyelesaikan pertandingan ke-11 nya. Ada ketidakpuasan dari manajemen Inter atas prestasi De Boer, lantaran dari 11 pertandingan yang dilakoni di ajang Serie A, Inter menderita lima kekalahan, dua hasil imbang, dan empat kemenangan.

Komentar