Inovasi pada Stadion Baru Tottenham Hotspur

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Inovasi pada Stadion Baru Tottenham Hotspur

Terjadi perpisahan manis ketika Tottenham Hotspur untuk terakhir kalinnya menggunakan Stadion White Hart Lane sebagai kandangnya pada 14 Mei lalu. Saat itu terasa manis karena Tottenham berhasil memberikan kado perpisahan berupa kemenangan atas Manchester United dengan skor 2-1 pada pertandingan pekan ke-37 Liga Primer Inggris 2016/2017.

Upacara perpisahan juga dilakukan dengan mendatangkan 48 legenda Tottenham seperti Cliff Jones, David Ginola, Ledley King, Les Allen, Robbie Keane, Teddy Sheringham, Terry Dyson, dan lainnya. Baik legenda, pihak klub, pemain aktif, para pendukung dan elemen lainnya, pada waktu itu harus mengucapkan selamat tinggal kepada White Hart Lane yang sudah setia selama 118 tahun menjadi kandang Tottenham.

Selanjutnya, Tottenham menjalani dua partai Liga Primer Inggris 2016/2017 terakhir dengan bertandang ke Leicester City dan Hull City. Tottenham pun mengakhiri kursinya di peringkat dua klasemen akhir Liga Primer Inggris musim lalu tersebut. Tentu menjadi perpisahan manis bagi Tottenham dengan Stadion White Hart Lane karena memberikan kemenangan di partai terakhir di sana, juga langsung meraih tiket Liga Champions 2017/2018 secara langsung. Alhasil, Tottenham bisa meninggalkan renovasi Stadion White Hart Lane dengan lebih tenang.

Stadion White Hart Lane pun kemudian dirobohkan untuk direnovasi kembali sehingga bisa dipakai pada musim 2018/2019 nanti. Sambil menunggu kandang anyar rampung, Tottenham terpaksa harus menjadikan Stadion Wembley sebagai markasnya. Sebelumnya, Stadion Wembley sudah digunakan Tottenham khusus pertandingan Liga Champions musim lalu. Sejauh ini, sudah dua pertandingan Liga Primer Inggris 2017/2018 dilakoni Tottenham di Stadion Wembley.

Tapi dua pertandingan itu belum ada yang menghasilkan kemenangan. Dua laga di Stadion Wembley itu berakhir dengan kekalahan dari Chelsea dengan skor 2-1 dan ditahan imbang 1-1 oleh Burnley. Ditambah dengan kemenangan di kandang Newcastle United, hanya empat poin yang dikoleksi Tottenham sejauh ini sehingga tertahan di peringkat sembilan klasemen sementara. Dua hasil buruk di kandang tersebut seolah mengingatkan keluhan mereka saat melakoni Liga Champions musim lalu.

Kendati demikian, Tottenham terus mendapatkan angin segar walau belum berada di papan atas klasemen sementara. Kabar baik itu karena Tottenham selalu disuguhkan tentang perkembangan pembangunan renovasi stadion baru mereka. Kabar baik pertama yaitu mengenai perkembangan pembangunan tribun penonton. Dibuatkan sekitar 61.559 kursi penonton bagi yang ingin menyaksikan pertandingan Tottenham nanti. Kapasitas itu lebih banyak daripada Stadion Emirates milik Arsenal yang menampung sekitar 60.432 penonton.

Artinya, stadion baru Tottenham nanti merupakan gelanggang sepakbola paling besar di Kota London. Kursi penonton berwarna putih itu jaraknya hanya lima meter dari tepi lapangan yang artinya lebih dekat dibandingkan tribun stadion kesebelasan Liga Primer Inggris lainnya. Pengaturan tribun penonton Tottenham itu seperti ingin menyaingi berisiknya kandang Borussia Dortmund di Signal Iduna Park. Jarak tribun sedekat itu dengan penonton bisa memberikan dukungan yang gaduh bagi Tottenham sekaligus membuat lawan lebih terasa diteror.

Baru-baru ini juga Tottenham memberi tahu perkembangan terbaru mengenai pembangunan stadionnya tersebut. Setelah tribun penonton, kali ini giliran area lapangan yang diceritakan melalui rekaman video. Isi video itu tentang lapangan stadion baru Tottenham yang bisa digunakan untuk pertandingan sepakbola maupun american football (rugbi). Lapangan utama stadion nanti diperuntukkan untuk fasilitas rugbi, konser, atau acara lainnya di London.

Lalu ketika Tottenham bertanding, maka lapangan itu akan ditimpa kaki-kaki beton yang menyangga rumput hijau sepakbola. Kemudian selama 25 menit itu lapangan rugbi disulap menjadi arena sepakbola yang akan dimainkan Tottenham. Konsep lapangan olahraga seperti itu pun akan menjadi yang pertama di dunia, "Kami sangat bangga bisa membangun sesuatu yang pertama di dunia ini," kata Simon Eastwood yang merupakan Manajer SCX (tender pembangunan stadion baru Tottenham), seperti dikutip dari ESPN FC.

Kesebelasan berjuluk The Lily Whites (Si Lili Putih) itu sendiri belum memiliki klub american football. Tapi Daniel Levy selaku pemiliknya diklaim media Sport Illustrated ingin mendirikan klub american football. Lapangan american football itu juga rencananya akan disewakan kepada klub olahraga tersebut dengan durasi 10 tahun.

Seperti yang sudah-sudah, american football ternyata tidak hanya dimainkan di Amerika Serikat. Liga "football" mereka, NFL (National Football League), juga melakukan pertandingan di luar Amerika Serikat dengan tajuk NFL International, di antaranya di Wembley, Twickenham, dan Estadio Azteca. Levy bermaksud membuat stadion baru Spurs bisa dipertimbangkan juga di masa depan.

Di sisi lain, ada kendala dalam pemberian nama stadion baru Tottenham nanti. Kendala itu bukan soal teknis, melainkan masalah penamaan stadion itu sendiri nantinya.

Sejauh ini, Tottenham dan para pendukungnya masih menyebut stadion baru itu dengan nama New White Hart Lane. Tapi tersiar kabar bahwa nama stadion itu akan menggunakan sponsor yang rela membayar 400 juta paun. Kenamaan oleh sponsor itu dilakukan agar Tottenham bisa terbantu pemasukannya dari segi komersial. Apalagi pembangunan stadion baru itu harus menghabiskan dana sekitar 850 juta paun.

Sejauh ini, baru perusahaan FedEx yang dikabarkan siap untuk menjadi sponsor utama stadion tersebut dengan penawaran 150 juta paun. Tapi soal penamaan stadion baru nanti mendapatkan kritik dari para pendukung Tottenham itu sendiri. Banyak para pendukung Tottenham yang menginginkan agar stadion baru nanti tetap dinamakan New White Hart Lane.


Sumber: 101 Great Goals, Daily Mail, Evening Standard, The Sun.

Komentar