Mengenal Yann Karamoh, Wonderkid Baru Inter Milan

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Mengenal Yann Karamoh, Wonderkid Baru Inter Milan

Lahir di Abidjan, Pantai Gading, tapi Yann Karamoh memulai karir sepakbolanya di Prancis dengan bergabung ke Akademi Racing Colombes 92. Kemudian Akademi Caen mendapatkan bakatnya pada 2011. Di akademi itulah Karamoh mendapatkan panggilan dari Prancis U-16 pada 2014 lalu.

Satu tahun kemudian, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Caen. Penandatanganan kontrak itu sebagai syaratnya untuk bermain di Caen II pada 2015-2016. Selama itu juga Karamoh mencetak 11 gol dari 28 pertandingan. Barulah pada musim lalu ia masuk ke kesebelasan senior dan mengakhiri musim dengan catatan lima gol dari 35 pertandingan Ligue 1 2016/2017.

Posisi asli Karamoh sendiri merupakan seorang penyerang, tapi ia juga bisa dimainkan sebagai sayap kanan seperti yang dilakukan bersama Caen. Gaya permainannya adalah sering melakukan dribel. Selama musim lalu, Karamoh merupakan pemain dengan dribel sukses terbanyak di Caen dengan rataan 1,5 perlaga. Ia pun sering menusuk ke half-space karena hobi melakukan cut inside di sepertiga akhir lawan.

Karamoh juga merupakan sayap yang produktif karena mampu melepaskan 0,7 umpan silang sukses perlaga. Rataan itu merupakan yang terbanyak ke lima di Caen selama musim lalu. Selain mencetak lima gol, selama musim lalu ia merupakan penyumbang asis terbanyak kedua di Caen. Maka dari itu Karamoy menjadi pusat perhatian beberapa kesebelasan raksasa di Eropa seperti Arsenal, Internazionale Milan dan Tottenham Hotspur.

Inter melangkah lebih serius dengan menawarkan 5 juta euro pada akhir Juli lalu. Pada saat itu perwakilan Inter, Piero Ausilio dan Walter Sabatini menggelar negosiasi transfer Karamoh. Namun tawaran Inter tidak langsung diterima karena Caen dan Karamoh mempertimbangkan minat dari Arsenal. Apalagi peminat Karamoh semakin banyak karena Newcastle United dan Southampton dikabarkan ikut menginginkannya. Karamoh pun semakin kuat akan meninggalkan Caen karena menolak perpanjangan kontraknya yang akan berakhir pada 2018.

Semakin ketatnya persaingan untuk mendatangkannya membuat Inter sempat kendor mengejarnya, "Semuanya berantakan, transfer tidak akan terjadi. Kami tidak akan melakukan penandatangan lagi. Ini adalah musim transfer yang pragmatis," imbuh Sabatini seperti dikutip dari Football-Italia.

Tapi pada akhirnya Caen luluh melepaskan Karamoh ke Inter pada tenggat bursa transfer ini. Pemain 19 tahun itu sudah datang ke Kota Milan untuk menjalani tes medis dengan berstatus pinjaman dua tahun ditambah kewajiban membeli permanen. Karamoh bisa dijadikan pelapis Antonio Candreva di Inter, sekaligus menutupi krisis penyerang karena hanya memiliki Mauro Icardi. Sebelum Karamoh, Inter sudah merekrut pemain Nice, yaitu Dalbert Henrique.


Sumber lain: Talk Sport, The Sun

Komentar