Dua Pemain Penting Iran Dicoret karena Bermain Melawan Kesebelasan dari Israel

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Dua Pemain Penting Iran Dicoret karena Bermain Melawan Kesebelasan dari Israel

Dua pemain Iran harus rela dicoret tim nasionalnya sendiri. Mereka adalah Ehsan Hajsafi dan Masoud Shojaie yang memperkuat Panionios.

Sebetulnya tidak ada yang salah kedua pemain itu memperkuat kesebelasan asal Yunani tersebut. Tapi konsekuensi yang diterima Hajsafi dan Shojaie dicoret dari Iran karena dimainkan Panionios ketika melawan Maccabi Tel Aviv saat laga kualifikasi Piala Eropa 2017 baik kandang maupun tandang.

Umumnya, pertandingan antara Panionios dengan Tel Aviv biasa saja. Tapi Iran keberatan jika kedua pesepakbola dari negaranya harus bermain menghadapi kesebelasan asal Israel. Karena seperti yang diketahui bahwa antara Iran dengan Israel tidak memiliki hubungan negara yang cukup harmonis.

Apalagi Iran seolah membuka lembaran baru dengan Hamas, Salah satu organisasi di Palestina yang terus bersitegang dengan Israel. Maka dari itu kedua pemain tengah Panionios tersebut dicoret dari kesebelasan sepakbola Iran. Pencoretan Hajsafi dan Shojaie pun mengumumkannya sendiri oleh Wakil Menteri Olahraga Iran.

"Tidak ada tempat lagi di tim nasional Iran lagi untuk Hajsafi dan Shojaie. Mereka menerobos garis merah Iran. Bermain melawan wakil rezim yang menjijikan (Israel) tidak dapat diterima untuk bangsa kita," kata Mohammad Reza Davarzani seperti dikutip dari New York Times.

Khusus Shojaei, ini bukan pertama kalinya ia menjadi bahan pembicaraan di sepakbola Iran. Sebelumnya, Shojaei menjadi bahan pembicaraan di negaranya karena meminta Hassan Rouhani selaku Presiden Iran untuk mengizinkan wanita menonton sepakbola di stadion negaranya. Memang sejak revolusi 1979, wanita-wanita di Iran dilarang menonton pertandingan sepakbola di stadion.

"Mereka harus memberikan jalan bahwa wanita juga diiizinkan untuk datang ke stadion pada masa depan," kata Shojaei ketika Iran mengalahkan Uzbekistan pada Juni lalu.

Di sisi lain, pencoretan kedua pemain itu pun mengundang kritikan karena Hajsafi dan Shojaie adalah pemain penting bagi Iran. Apalagi negara tersebut sedang mengalami kemajuan atas empat kemenangan dari pertandingan-pertandingan terakhirnya.Kemenangan-kemenangan itu pun membuat Iran menjadi kesebelasan dari Benua Asia pertama yang dipastikan tampil pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Dikhawatirkan bahwa tidak adanya kedua pemain penting itu bisa melemahkan Iran saat Piala Dunia nanti, "Keduanya adalah pemain yang bagus. Mereka bisa diganti, tapi itu bukan situasi yang ideal. Kami harus melihat apa yang akan FIFA putuskan," ujar Pejman Rahbar, seorang penulis di situs Varzesh3 Iran.

Komentar