Misteri Mundurnya Milomir Seslija dari Persiba Balikpapan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Misteri Mundurnya Milomir Seslija dari Persiba Balikpapan

Kabar mengejutkan datang dari kubu Persiba Balikpapan. Pelatih mereka Milomir Seslija memutuskan mundur dari jabatannya. Manajemen Persiba membenarkan bahwa pelatih yang akrab disapa Milo itu telah mengajukan permohonan pengunduran diri dari kursi kepelatihan "Beruang Madu". Namun mereka menegaskan bahwa permintaan tersebut tak diindahkan.

Sekretaris tim Persiba, Irfan Taufiq mengungkapkan bahwa alasan pihaknya tidak menerima keputusan mundur Milo disebabkan karena manajemen tidak mendapatkan alasan pasti perihal pengunduran diri mantan pelatih Arema FC itu. Dalam surat pengunduran diri yang diajukan kepada manajemen Persiba, Rabu (9/8/2017), tertulis bahwa Milo beralasan tidak lagi mampu melatih Persiba karena targetnya tidak tercapai sesuai dengan kesepakatan.

Namun Irfan mengungkapkan bahwa manajemen puas dengan kinerja Milo, sebab perbaikan sudah terlihat saat putaran kedua berlangsung. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa dalam kesepakatan kedua belah pihak, kontrak Milo bersama Persiba baru akan berakhir pada akhir musim nanti. Terkait permintaan mundur Milo yang terkesan mendadak dan tanpa alasan jelas, jajaran manajemen Persiba kemudian menggelar rapat internal yang berlangsung pada Rabu (9/8/2017) kemarin.

“Kami menolak pengunduran diri saudara Milo. Karena, alasannya (pengunduran dirinya) tidak jelas. Memang kami memberikan target ke dia yakni lolos dari zona merah klasemen. Tapi kami masih membutuhkan sosok Milo, dan selama ini kami menilai ia melatih cukup baik dan tim punya karakter. Jadi, kami sepakat menolak pengunduran diri saudara Milo," tegasnya, dalam rilis resmi dari media ofisial Persiba.

Irfan menegaskan bahwa sesuai dengan kontrak yang telah disepakati kedua belah pihak sebelumnya, Milo masih berstatus sebagai pelatih dari Marlon da Silva dan kawan-kawan. Sebab dalam kesepakatan tersebut tercantum bahwa kontrak Milo berakhir pada akhir kompetisi Liga 1 Indonesia 2017. Selain itu, Irfan juga mengungkapkan bahwa Persiba sudah memberikan segala fasilitas yang tercantum dalam klausul kontrak Milo.


“Bahwa kontrak merupakan alat yang paling kami hormati, dalam kesepakatan antara tim Persiba Balikpapan dan pelatih. Selain itu Semua hal yang terkait dalam klausul kontrak baik itu jumlah gaji, fasilitas rumah, dan mobil itu semua sudah kami penuhi,” terangnya.

Lebih lanjut, Irfan mengatakan bahwa dalam perjalanannya manajemen Persiba juga selalu memfasilitasi Milo dalam hal-hal teknis. Contohnya saat rehat putaran pertama Liga 1, manajemen mendatangkan pemain-pemain baru seperti Srdjan Lopicic sebagai bagian dari skuat "Beruang Madu" di putaran kedua. Irfan mengungkapkan bahwa kedatangan para pemain baru disesuaikan dengan keinginan dari Milo.

“Menjelang bergulirnya putaran kedua kemudian dia meminta beberapa pemain baru yang salah satunya adalah Lopicic. Itu semua kami penuhi, dan artinya kami dari manajemen tidak main-main untuk menyokong keinginan pelatih demi perbaikan performa di putaran kedua nanti. Kami juga benar-benar mantap menatap putaran kedua ini,” lanjutnya.

Kekecewaan jelas dirasakan oleh Persiba bila memang Milo memutuskan kerjasama secara sepihak. Irfan mengatakan bahwa saat ini pihaknya mulai kesulitan untuk menghubungi Milo. “Mau kurang apalagi manajemen Persiba, kecuali kalau ada keluarganya yang tertimpa musibah dia izin pulang itu hal berbeda. Tapi ini, kami tidak tahu alasannya apa, dia tiba-tiba tidak datang melatih, kami juga sudah kehilangan kontak,”

Manajemen Persiba sendiri tidak akan menahan Milo untuk keluar dari tim, namun semua harus dilakukan dengan cara baik-baik. Sampai dengan saat ini pihaknya belum bertemu lagi dengan Milo. Bahkan, saat diundang untuk melakukan pertemuan guna menyelesaikan permasalahan tersebut, Milo tak kunjung hadir. Ketika dicek ke rumahnya, Milo tidak berada di tempat.

"Apabila ia ingin keluar, ia harus bertemu dengan kami secara langsung. Kami harus duduk bersama dan bicarakan bersama secara baik-baik. Selasa dan hari Rabu ini, kami janjian dengannya jam tujuh malam. Tapi, ia tak datang juga dan bahkan dikabarkan kabur ke luar daerah. Kami cek ke rumahnya, ia sudah tidak ada," ujarnya.

Mau Ke Mana Milo?

Kepergian Milo tentu mengundang tanda tanya besar, karena keputusannya yang terkesan mendadak. Berbagai rumor kemudian bermunculan, paling santer mengaitkan Milo dengan kepindahannya ke Persib Bandung. Beberapa waktu lalu, sempat ada kabar menyatakan bahwa pelatih asal Bosnia itu merupakan suksesor Djadjang Nurdjaman yang memutuskan mundur.

Namun pada saat itu di akun Twitter pribadinya Milo mengonfirmasi bahwa itu hanya rumor. Secara tegas, Milo juga menyatakan bahwa ia masih berstatus sebagai pelatih Persiba. Begitu pula dengan manajemen Persiba yang menyatakan bahwa Milo tidak akan ke mana-mana dan akan menukangi Persiba hingga akhir musim, sesuai dengan kontrak yang terjalin.

Namun saat ini Milo telah menyatakan mundur dari kursi kepelatihan Persiba. Isu kepindahannya ke Persib kembali menyeruak. Menanggapi hal tersebut, pelatih sementara Persib, Herrie Setyawan mengakui bahwa ia tidak tahu dengan rumor tersebut. Herrie mengungkapkan bahwa menurut kabar yang ia terima dari manajemen bahwa pelatih baru Persib mengarah kepada sosok lokal.

“Dari yang saya dengar (dari manajemen) bahwa pelatih baru Persib itu adalah pelatih lokal. Selebihnya untuk identitas lebih lanjut bisa ditanyakan saja ke manajemen atau manajer tim (Umuh Muchtar). Tapi yang jelas dia adalah pelatih lokal yang sebelumnya pernah menukangi Persib,” tegas Herrie saat ditemui di Stadion Persib, Kota Bandung, Kamis (10/8/2017).

Merujuk pada komentar yang dilempar Herrie Setyawan, sepertinya ada dua sosok yang berpotensi menjadi pelatih Maung Bandung di putaran dua nanti. Pertama adalah Emral Abus yang pada 2015 lalu pernah mendampingi Djadjang Nurdjaman di ajang Piala AFC. Saat itu, lisensi kepelatihan Djanur masih B AFC, sementara regulasi AFC mengharuskan tim dilatih oleh pelatih berlisensi A AFC. Oleh sebab itu Emral kemudian didatangkan untuk mendampingi Djadjang.

Nama lainnya adalah Deny Syamsudin, yang pernah menjadi pelatih Persib pada 2002. Secara administrasi Deny cukup memenuhi untuk menukangi Persib, sebab ia sudah memiliki lisensi A AFC. Namun semua masih belum bisa dipastikan, sementara itu belum ada konfirmasi lanjutan dari manajemen Persib terkait rumor Milo atau pelatih lokal yang akan menukangi Persib di putaran dua nanti.

Komentar