Presiden FIFA Anggap VAR Sempurna Meski Banyak Dikritik

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Presiden FIFA Anggap VAR Sempurna Meski Banyak Dikritik

Piala Konfederasi 2017 yang berlangsung di Rusia menjadi turnamen sepakbola pertama yang menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Menjadi sebuah hal yang jamak ketika hal baru dirasa kurang nyaman, begitu pula dengan yang dirasakan para kontestan di Piala Konfederasi. Banyak kesebelasan yang menganggap bahwa teknologi tersebut malah banyak merugikan tim.

Beberapa pelatih sudah melayangkan keluhannya dengan diterapkannya teknologi VAR. Pelatih Cile, Juan Antonio Pizzi, salah satunya. Ia menganggap kalau penggunaan VAR sempat membuat mental anak asuhnya itu drop. Wajar, karena akibat teknologi tersebut satu gol Cile yang dicetak Eduardo Vargas dianulir wasit. Padahal awalnya gol tersebut dianggap sah karena dirinya tidak offside meski sangat tipis. Namun setelah wasit berkonsultasi dengan VAR, gol itu pun dianulir.

“Saya juga merasa sistem ini butuh waktu. Sistem ini masih sangat baru bagi kami, jadi sulit bagi kami untuk membiasakan diri dengan itu karena kami sudah terbiasa dengan aturan lama. Kami seharusnya unggul 1-0 pada 20 menit pertama namun dianulir karena sistem itu dan itu membuat pemain kecewa. Itu mengecewakan tapi itu hanya karena kami belum terbiasa,” ujar Pizzi seperti dilansir SBS The World Game.

Selain Pizzi, pelatih Portugal, Fernando Santos, juga mengungkapkan hal yang sama. Sebelumnya keputusan VAR membuat Portugal merasa dirugikan setelah gol yang dicetak Nani dianulir karena sang pemain dianggap sudah berada dalam posisi off-side.

Meski banyak yang mengritik VAR, Presiden FIFA Gianni Infantino justru memiliki pandangan berbeda. Menurutnya VAR akan memiliki peranan penting dalam sepakbola modern. Infantino juga merasa senang karena sejauh ini penggunaan VAR dinilainya efektif untuk membantu wasit dalam meyakinkan keputusannya di lapangan.

"Saya sangat senang dengan VAR sejauh ini, karena penggunaannya sesuai dengan fungsi seharusnya. Kami telah melihat bagaimana bantuan video telah membantu wasit untuk membuat keputusan yang benar. Inilah yang dimaksud dengan VAR,” ungkap Infantino seperti dilansir dari Soccerway.

Infantino menambahkan bahwa ada banyak hal positif yang bisa dipetik dengan adanya penggunaan VAR dalam sepakbola. Selain untuk membuat sebuah pertandingan terhindar dari hal-hal kontroversial yang bertendensi menimbulkan kerugian yang lebih banyak bagi sebuah tim, penggunaan VAR juga membuat komunikasi khususnya wasit di lapangan menjadi lebih baik lagi.

"Uji VAR selama Piala Konfederasi ini juga membantu kami memperbaiki proses dan komunikasi fine-tune. Penggemar yang telah menunggu selama bertahun-tahun akhirnya akan terjadi," tegasnya.

VAR sendiri rencananya juga akan digunakan di Piala Dunia 2018. Pada aturannya, FIFA mengeluarkan kebijakan bahawa VAR bisa mulai digunakan pada turnamen antarnegara yang diselenggarakan satu tahun sebelum Piala Dunia bergulir. Mengacu pada hal tersebut, tentunya itu adalah Piala Konfederasi. Infantino menilai, pada masa yang akan datang Piala Konfederasi 2017 akan tercatat dalam buku sejarah sepakbola dunia sebagai turnamen resmi pertama yang menggunakan teknologi VAR.

"Ini adalah turnamen tonggak sejarah, karena di Piala Konfederasi VAR untuk kali pertama digunakan. Menurut saya, VAR adalah bagian dari masa depan sepakbola yang modern," tegasnya.

Komentar