Saran Dari Milo untuk Persib dan Sepakbola Indonesia

Berita

by Sandy Firdaus 48561

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Saran Dari Milo untuk Persib dan Sepakbola Indonesia

Persiba Balikpapan akan menjalani laga yang cukup berat melawan Persib Bandung, pada Minggu (11/6/2017). Semakin berat karena laga ini akan dijalani di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung. Namun, alih-alih tegang, Milo malah memberikan sarannya untuk Persib dan sepakbola Indonesia.

Dalam jumpa pers sebelum pertandingan yang berlangsung di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Milo menekankan bahwa pertandingan besok akan menjadi pertandingan sulit, meski Persib sekarang berada dalam kondisi yang tidak baik. Kondisi Persiba yang juga tidak baik, ditambah dengan dukungan bobotoh yang memadati Stadion GBLA tentu akan menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain Persib.

"Tentang pertandingan besok, itu akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami datang dengan kondisi yang tidak baik, namun Persib pun sedang dalam kondisi yang tidak baik. Saya harap besok kami bisa menyulitkan Persib, apalagi mereka berada dalam tekanan yang cukup tinggi. Meski banyak masalah dalam tim Persib sekarang, tapi Persib adalah tim besar. Mereka juga punya suporter yang banyak yang selalu setia mendukung di belakang mereka," ujar Milo.

Oleh karena itu, agar dapat memberikan perlawanan pada Persib, Milo pun mengungkapkan bahwa ia akan memotivasi para pemainnya untuk bermain lepas. Apalagi kebanyakan pemain Persiba adalah pemain muda yang masih minim jam terbang, berbeda dengan para pemain Persib yang kebanyakan adalah pemain senior ataupun pemain yang pernah membela timnas.

"Saya kira besok para pemain muda saya akan main lepas, dan tidak takut main di antara puluhan ribu bobotoh yang menyaksikan di stadion. Saya juga akan memberi mereka motivasi, dengan mengungkapkan bahwa mereka harus main lepas karena kita melawan tim besar," ujar pelatih yang pernah menangani Arema ini.

Saran dari Milomir Sesilja

Pada pekan ke-10 ini, ada satu fenomena menarik yang muncul, yaitu mulai banyaknya pelatih yang berguguran di tengah jalan. Tercatat ada nama Liestiadi yang mengundurkan diri menjadi pelatih Persipura. Posisi Djanur di Persib pun sedang panas-panasnya sekarang.

Atas kejadian yang sekarang terjadi ini, Milo pun memberikan pandangannya. Ia menyebut bahwa jika banyak menyalahkan pelatih akan performa tim yang menurun, maka sepakbola Indonesia tidak akan maju dan tetap jalan di tempat. Memecat dan mengganti pelatih tidak akan membawa mereka ke manapun. Selain itu, ia juga menyuarakan tentang kritik sebagai hal positif untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

"Ketika tim dilanda masalah, pelatih kerap disalahkan. Ini adalah hal yang salah, dan sepakbola Indonesia tidak akan maju jika kebiasaan ini (menyalahkan pelatih) masih dilakukan. Inggris belajar dari hal ini. Memecat dan mengganti pelatih tidak membawa mereka ke manapun."

"Yang ada adalah kita harus mendidik pelatih supaya ia bisa menangani stress dan menghadapi tekanan dari media dan suporter, baru dengan cara seperti itu sebuah tim, juga sepakbola Indonesia akan maju. Agar bisa maju, semua harus bekerja sama. Satu lagi, kritik itu adalah hal baik. Dengan mendengarkan kritik, kita akan menjadi lebih baik tidak diragukan lagi," ujar Milo.

Milo memberikan sarannya terkait situasi Persib saat ini. Ia menyebut bahwa sinergi antar elemen dalam Persib harus berjalan, serta Persib harus terus berkembang dari waktu ke waktu, terutama soal pemainnya, apalagi Persib merupakan tim yang cukup rajin dianalisis cara mainnya oleh media dan juga tim-tim lain.

"Ketika dua tahun yang lalu saya melatih Arema, Persib adalah salah satu tim bagus, dan saya masih percaya sekarang Persib adalah tim bagus di Indonesia. Namun masalahnya adalah orang-orang, tim lain, dan media kerap bisa menganalisis permainan Persib dengan baik, seperti yang terjadi saat saya melatih Arema dulu."

"Sekarang Persib punya banyak pemain bagus. Ada Essien, Maitimo, Vujovic, ditambah mereka juga punya pemain-pemain yang punya kapabilitas untuk membela timnas. Tapi jika mereka tidak diberikan motivasi oleh pelatih, sehingga mereka tidak berkembang dan menjadi lebih baik, itu akan menjadi masalah. Ini menjadi masalah tersendiri bagi Persib. Intinya, semua harus bekerja sama, baru tujuan yang diinginkan akan tercapai," ujar Milo.

Komentar