Serie B Akan Mulai Berlakukan Kartu Hijau

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Serie B Akan Mulai Berlakukan Kartu Hijau

Persepakbolaan dunia akan memasuki babak baru. Setelah video replay akan diperkenalkan oleh FIFA, kali ini giliran kompetisi kelas dua Italia, Serie B, akan mengenalkan jenis kartu baru yang berwarna hijau. Kartu hijau ini tidak serta merta menggantikan kartu kuning dan merah yang sudah terlebih dahulu digunakan di persepakbolaan modern. Namun hanya bertujuan memberikan apresiasi kepada pemain berkelakuan baik di lapangan.

Kamis kemarin (14/1), Presiden Serie B, Andrea Abodi bersama dengan perwakilan Organisasi Wasit Italia meluncurkan kartu hijau ini untuk mengubah pandangan persepakbolaan Italia dan memotivasi pemain agar memiliki sikap yang baik selama di lapangan. Abodi menambahkan bahwa laga Spezia melawan Bari pada pekan ke-22 (16/1) akan menjadi pertandingan pertama yang akan menjadi sarana uji coba kartu hijau.

“Penghargaan ini hanyalah suatu simbol, yang digunakan untuk menjelaskan suatu sikap sederhana. Namun intinya adalah kartu ini untuk mengapresiasi sikap fair play yang ditunjukkan pemain selama di lapangan,” ujar Abodi.

“Kartu ini hanyalah satu dari beberapa bagian dari inisiasi untuk memperbaiki sikap semua pihak, terutama pemain untuk lebih saling menghormati saat berada di lapangan dan di luar lapangan. Rasa hormat harus datang dari individu yang bersangkutan, dan jika mereka sanggup menunjukkan sikap tersebut, maka mereka pantas menerima kartu hijau,” imbuh Abodi.

Pria berusia 55 tahun ini mengungkapkan bahwa kartu hijau ini akan dikeluarkan oleh wasit hanya pada saat-saat tertentu saja, di antaranya adalah mengambil bola yang keluar lapangan, tidak menyulitkan wasit dalam melakukan tugasnya, dan tidak melakukan diving.

Sementara itu, juru bicara perwakilan wasit Italia mengungkapkan bahwa penggunaan kartu ini adalah untuk menjadikan suatu pertandingan lebih sportif tanpa adanya kekerasaan yang sering terjadi.

Penggunaan kartu ini sejatinya sudah diinisiasi sejak tahun lalu. Namun tak kunjung dilakukan mengingat banyak pertimbangan yang diambil untuk peraturan ini. Kartu hijau pun akan menambah banyak tugas wasit, meskipun kartu hijau tak berfungsi sebagai alat untuk menghukum pemain dan ofisial tim layaknya kartu kuning dan kartu merah.

Penggunaan kartu sebagai alat untuk menghukum pemain mulai diperkenalkan pada World Cup 1966 oleh Ken Aston. Menariknya, awalnya tujuan pemberian kartu ini berbeda. Kartu kuning awalnya digunakan untuk memperingatkan pemain lawan yang bermain terlalu kasar, sementara awal digunakannya kartu merah karena adanya pemain yang diusir namun tidak tahu karena perbedaan bahasa.

Sumber: Mirror, Football Bible, Gazzetta World

Komentar