Demi Bauman, Essien Layak Terdepak

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball

Demi Bauman, Essien Layak Terdepak

Jonathan Bauman resmi menjadi rekrutan baru Persib Bandung. Pemain asal Argentina itu diperkenalkan sebagai bagian dari skuat Maung Bandung di kompetisi Liga 1 Indonesia 2018, dalam acara launching tim di Graha Persib, JL Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (17/3).

Kehadiran Bauman di skuat Persib sesuai dengan keinginan pelatih, Roberto Carlos Mario Gomez. Dari hasil evaluasi setelah Persib tersingkir di fase grup Piala Presiden 2018, Gomez menilai bahwa Persib membutuhkan tambahan amunisi di sektor penyerang.

Di Piala Presiden, Persib hanya memiliki Ezechiel N’Douassel dan Airlangga Sutjipto yang bisa diandalkan sebagai penyerang utama. Produktivitas Persib di Piala Presiden 2018 pun terbilang minim. Dari tiga pertandingan, hanya satu gol yang berhasil dicetak. Itu pun melalui Oh In-Kyun yang merupakan seorang gelandang.

Nama Bauman kemudian muncul ke permukaan sebagai sosok yang direkomendasikan Gomez untuk direkrut Persib. Selama kurang lebih sebulan lamanya menunggu, Bauman akhirnya tiba di kota Bandung. Sebelum resmi berkostum Persib, pemain berusia 26 tahun itu sebelumnya memperkuat tim Liga Super Yunani, AOK Kerkyra.

Namun sejak didatangkan Kerkyra pada jendela transfer musim panas 2017 lalu, kesempatan bermain Bauman terbilang minim. Hanya 12 penampilan yang dibukukan di semua ajang, itu pun kebanyakan dimulai dari bangku cadangan. Hingga pada 14 Maret 2018, dilansir dari Situs Transfermarkt.com, Bauman tak lagi menjadi bagian dari Kerkyra. Hal tersebut bisa juga disebabkan karena terhentinya Liga Super Yunani, setelah insiden yang terjadi di pertandingan PAOK melawan AEK Athens.

Satu sisi, kehadiran Bauman membuat tim pelatih Persib merasa lega karena kebutuhan penyerang idaman telah terpenuhi. Namun, kehadiran Bauman pun membuat Persib mau tidak mau harus melepas satu dari tiga pemain asing non-Asia yang mereka miliki.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menetapkan bahwa setiap kesebelasan yang berkompetisi di Liga 1 2018 hanya diperbolehkan memiliki empat pemain asing (tiga plus satu Asia). Sementara Persib, sebelumnya telah memiliki Michael Essien, Ezechiel, Bojan Malisic, dan Oh In-Kyun.

Sebelum Bauman tiba di Bandung, sosok pemain asing yang akan dilepas Persib menjadi teka-teki. Beragam spekulasi muncul. Essien dan Ezechiel menjadi dua sosok yang nasibnya berada di ujung tanduk.

Hingga akhirnya, teka-teki soal pemain asing yang akan dicoret Persib pun terjawab. Michael Essien tereliminasi dari skuat Persib. Bahkan, dalam launching tim, sosok Essien pun tak terlihat.

"Iya, siapa lagi. Untuk status Essien seperti apa itu urusan manajemen. Yang pasti manajemen harus tegas untuk memutuskannya. Karena kita butuh pemain yang benar-benar dibutuhkan, bukan yang hanya punya nama besar," kata Asisten Pelatih Persib, Fernando Soler, di sela-sela lunching tim Persib.

***

Keputusan Persib mengorbankan Essien demi Bauman bisa dibilang sebagai langkah realistis. Pasalnya, bila Eze yang terdepak akan sangat berisiko bagi Maung Bandung. Praktis, di Liga 1 Persib hanya memiliki tiga penyerang bila Eze yang tercoret. Apalagi, di kompetisi musim depan, Persib tidak hanya berlaga di Liga 1, tapi juga di Piala Indonesia. Menghadapi dua ajang domestik, Pangeran Biru memerlukan kedalaman skuat yang memadai.

Performa Eze memang sempat mendapat sorotan bahkan kritikan Bobotoh. Di Liga 1 2017, dari 14 penampilan hanya empat gol dan empat asis yang dibukukannya. Jumlah gol dan asis yang dicatatkan Eze tidak lebih banyak dari jumlah kartu kuning yang didapatkannya - lima kartu kuning. Performa Eze kian mengundang kritikan di Piala Presiden 2018 lalu. Dari dua pertandingan, tidak ada satu gol pun yang berhasil dicetaknya.

Tapi setelah Piala Presiden 2018, performa Eze menunjukkan peningkatan signifikan, terutama, soal produktivitas. Setidaknya, dari tiga laga uji tanding melawan Persijap Jepara, Priangan United, dan Perserang Serang, tujuh gol dikemas Eze. Di laga melawan Perserang, Eze bahkan mencetak empat gol untuk membawa Persib menang tujuh gol tanpa balas.

Perkembangan signifikan yang ditunjukkan Eze, dipengaruhi perubahan gaya main yang diterapkan Gomez kepadanya. Bila biasanya Eze kerap turun menjemput bola, atau bergerak melebar ke sisi sayap, di beberapa uji tanding itu Gomez mengubah karakter Eze sebagai seorang targetman.

Mempertahankan Eze juga membuat Gomez memiliki lebih banyak opsi. Selain bisa menduetkannya dengan Bauman, Gomez pun bisa menjadikan Eze sebagai pemain sayap, karena pemain berusia 29 tahun itu juga punya akurasi umpan dan kecepatan dalam menyisir sisi pertahanan lawan. Selama menjadi penyerang Persib pun Eze terlihat lebih nyaman bermain melebar dibandingkan menjadi penyerang tengah.

Sementara Essien, faktor usia bisa menjadi pertimbangan tim pelatih melepasnya karena sekarang Essien telah berumur 35 tahun. Umumnya, pada usia tersebut, pesepakbola akan mengalami penurunan performa.

Pertimbangan lainnya, stok pemain tengah Persib yang menumpuk. Selain Essien, lini tengah Persib juga dihuni pemain-pemain seperti Dedi Kusnandar, Eka Ramdani, Hariono, Oh In-Kyun, Gian Zola, dan Kim Jeffrey Kurniawan. Terdepaknya Essien tidak akan menjadi masalah berarti bagi tim pelatih untuk mencari pengganti sepadan yang bisa memainkan karakter sebagai gelandang penyeimbang. Gomez masih memiliki Dedi Kusnandar, Eka Ramdani, Kim Jeffrey, atau Hariono untuk memainkan peran tersebut.

“Tidak ada masalah, di beberapa uji tanding kita sering tampil tanpa Essien. Kami sudah dapatkan siapa yang akan mengisi posisi kosong Essien nanti," tegas Soler.

Terkait status Essien, Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zainuri Hasyim, angkat suara. Menurutnya, status Essien sampai saat ini masih menjadi pembicaraan jajaran manajemen. Pasalnya, beberapa waktu lalu Essien baru menandatangani perpanjangan kontrak bersama Persib.

Rumor menyebut, Essien akan dipinjamkan ke Bali United. Isu tersebut merebak setelah terdepaknya Kevin Brand dari skuat Serdadu Tridatu. Namun dikatakan Zainuri, bahwa kabar tersebut masih sebatas isu.

“Status Essien masih kita selesaikan dengan manajemen dan kita cari jalan keluarnya yang terbaik. Kalau isu, pasti macam-macam, dalam masa penyelesaiannya kita cari yang terbaik dia mau dikemanakan, masuk baik keluar juga mesti baik. Masih dalam proses, nanti sehari dua hari ada jawabannya,” tukas Zainuri.

Komentar