Pembuktian Ederson Sebagai Investasi Terbaik Guardiola

Analisis

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Pembuktian Ederson Sebagai Investasi Terbaik Guardiola

Pep Guardiola membutuhkan dua kiper hebat (sebelumnya sudah memiliki Claudio Bravo) untuk bersaing di empat kompetisi berbeda bersama City. Kriteria-kriteria kiper hebat itu pun ia anggap ada dalam kiper asal Brasil, Ederson Moraes. Ederson pun direkrut pada musim panas 2017/2018 dari Benfica.

Awalnya tak sedikit yang menganggap nilai transfer 34,9 juta paun yang digelontorkan City untuk memboyong Ederson dianggap kemahalan. Apalagi ia baru satu musim dipercaya menjadi penjaga gawang utama bersama kesebelasan asal Portugal tersebut. Pada musim 2015/2016 ia baru dipromosikan dari Benfica B pada pertengahan musim.

Keraguan terhadap Ederson langsung sirna setelah ia menunjukkan hal-hal menakjubkan di Manchester City melalui akurasi umpan, penyelamatan gemilang dan kemampuannya menutup ruang gawangnya. Segala aspek tersebut yang menjadi alasan utama Guardiola menginginkan Ederson.

Di sisi lain, terkadang Ederson terlalu berani ketika memerankan sweeper-keeper sehingga mendapatkan tendangan di wajahnya oleh Sadio Mane. Tapi secara keseluruhan, Ederson adalah salah satu investasi terbaik Guardiola dari bursa transfer musim panas 2017.

Ederson percaya terhadap kualitas skuat City yang sangat membantunya dalam membangun serangan yang menjadi skema penting skuat asuhan Guardiola tersebut. Salah satunya karena para bek City yang selalu bermain dengan tenang membantu menahan dari gempuran lawan.

"Mereka selalu memberikan saya banyak jalan dan itu sangat membantu saya untuk mulai membangun (serangan) dan kemudian kami dapat menciptakan keuntungan dan lolos menuju serangan dan menciptakan peluang dan gol lainnya," ujar Ederson seperti dikutip dari Manchester Evening News.

Ederson langsung menjadi kiper utama City sekaligus menyingkirkan Claudio Bravo dan membuat City semakin melupakan Joe Hart. Saat artikel ini ditulis, sudah 25 pertandingan dilakoni Ederson dengan 11 nirbobol dan cuma 18 kali kebobolan. Jumlah terakhir menjadikan City sebagai kesebelasan paling sedikit kebobolan di Liga Primer Inggris sejauh musim 2017/2018 bersama Manchester United.

Meski kedatangannya menggeser Bravo, hubungan antara dua pemain itu pun baik-baik saja. Keduanya selalu bekerja keras setiap sesi latihan meskipun pilihan kiper utama diserahkan seutuhnya kepada Guardiola.

"Hubungan kami sangat baik. Dia (Bravo) banyak membantu saya setiap hari. Saya telah belajar banyak darinya dan dia sangat menghormatinya dan rekan-rekan satu tim kami juga," kata Ederson.

Cara Josep Guardiola Memaksimalkan Potensi Ederson Moraes

Salah satu yang membuat khalayak terkesima kepada Ederson karena refleks yang hebat ketika menghalau tendangan penalti. Selain itu, akurasi umpannya mencapai 85,8 persen meskipun posisinya adalah penjaga gawang. Ederson sendiri memang banyak terlibat sekaligus diandalkan dalam build-up serangan City dari lini belakang.

Skema build-up serangan City dari lini belakang memang tidak banyak berubah sejak musim lalu. Mereka memancing lawan untuk melancarkan tekanan sampai sepertiga pertahanan City. Tapi dari tekanan itulah bek City memanfaatkannya dengan bertukar umpan bersama kipernya.

Kemudian kiper harus jeli melihat ruang di lini tengah dengan mengirimkan umpan panjang ke area tersebut dan Ederson melakukannya lebih inovatif. Jika dibandingkan dengan Bravo yang merupakan kiper utama City musim lalu, akurasi operannya masih kalah dari Ederson karena cuma 72,6 persen.

Belum lagi umpan jauh Ederson yang akurat padahal umpannya tersebut bisa mencapai sekitar 25 sampai 30 meter ke area lawan. Kemudian umpan jauhnya itu disempurnakan serangan City berkecepatan tinggi atas keberadaan Leroy Sane, Raheem Sterling, Sergio Aguero maupun Gabriel Jesus.

Proses itu membuat City lebih mudah dan cepat mengalirkan bola dari kotak penalti sendiri kepada lawan. Tidak jarang juga Ederson mengalirkan bola kepada full-back yang turun ke belakang. Kemampuan-kemampuan itulah yang membuat Ederson dianggap sebagai penjaga gawang sempurna bagi Guardiola.

"Kami mencoba untuk mengatasinya karena dia [Ederson] memiliki kualitas untuk mengirimkan bola ke kotak lain dan itu bukan offside. Kami melebarkan lini pertahan lawan dan kami bisa memiliki lebih banyak ruang di tengah," beber Guardiola seperti dikutip dari The Sun.

Ederson sendiri sanggup melepaskan 3,7 operan panjang sukses perlaga. Rataan itu merupakan terbanyak keempat di skuat City saat ini. Bahkan bisa menjadi yang ketiga jika Aymeric Laporte tidak datang pada bursa transfer Januari ini. Laporte langsung melepaskan delapan umpan panjang akurat pada debutnya di City, yaitu menghadapi West Bromwich Albion di Stadion Ettihad, Kamis (1/2).

Pada laga itu juga umpan-umpan akurat Ederson juga ditunjukkan, City mengalahkan West Bromwich Albion dengan skor 3-0. Akurasi umpan Ederson mencapai 100 persen baik jarak dekat maupun jauh. Kemampuan umpan akurat Ederson melengkapi kemampuan lainnya soal refleks dan keberaniannya berduel dengan lawan.

Kemampuannya itu memang tidak lepas dari rekan-rekannya di lini belakang sehingga bisa menghilangkan rasa gugup, mengingat Ederson adalah pendatang baru di Liga Inggris dan usianya pun masih 24 tahun yang biasanya kiper matang di usia 30-an. Maka bukan tanpa alasan bahwa ia adalah salah satu kiper berkemampuan terlengkap di dunia saat ini.

Komentar