Liverpool Memang Tak Perlu Datangkan Pemain Baru

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Liverpool Memang Tak Perlu Datangkan Pemain Baru

Liverpool cenderung pasif di tenggat akhir bursa transfer musim dingin 2018, kontras dengan yang dilakukan lima kompetitornya di Liga Primer Inggris – Arsenal, Manchester United, Chelsea, Manchester City, dan Tottenham Hotspur – yang sibuk mendatangkan pemain baru.

Arsenal baru saja mendatangkan Pierre-Emerick Aubameyang dari Borussia Dortmund. Pemain berkebangsaan Gabon itu menjadi pemain ketiga yang didatangkan ke Emirates Stadium di bursa transfer musim dingin ini. Sebelumnya, Arsenal telah mendatangkan Konstantinos Marvpanos dan Henrikh Mkhitaryan.

Tak mau kalah, Manchester United juga telah merampungkan transfer Alexis Sanchez dari Arsenal; Manchester City berhasil mendatangkan Aymeric Laporte dari Athletic Bilbao; Tottenham resmi menggaet Lucas Moura dari Paris Saint-Germain (PSG); Chelsea mendapatkan Olivier Giroud dari Arsenal dan Emerson Palmieri dari AS Roma.

Geliat transfer Arsenal, Manchester United, Chelsea, Manchester City, dan Tottenham di tenggat akhir jendela transfer musim dingin tampaknya tak membuat Liverpool tergoda untuk mengikuti langkah mereka.

Alih-alih mendatangkan pemain baru, Liverpool justru melepas empat pemainnya dengan status pinjaman. Pemain-pemain yang dilepas Liverpool di tenggat akhir jendela transfer musim dingin ini adalah Lazar Markovic yang dipinjamkan ke Anderlecht, John Flanagan (Bolton Wanderers), Harry Wilson (Hull City), dan Ovie Ejaria (Sunderland). Empat pemain tersebut dilepas agar mendapatkan menit bermain yang cukup di klub barunya.

Total, sudah enam pemain yang dilepas Liverpool di jendela transfer musim dingin. Sebelumnya mereka telah melepas Daniel Sturridge yang dipinjamkan ke West Bromwich Albion dan Philippe Coutinho yang dijual ke Barcelona.

Dari enam pilar yang dilepas Liverpool, kepergian Coutinho paling mendapat sorotan. Banyak pihak menganggap bahwa Liverpool membutuhkan sosok pengganti pemain asal Brasil itu, yang perannya di lini depan Liverpool begitu krusial.

Sempat muncul wacana bahwa Liverpool akan mengubah kesepakatan dengan RB Leipzig untuk melabuhkan Naby Keita lebih cepat enam bulan dari kesepakatan awal. Tapi, Leipzig meminta uang tambahan senilai 10 juta paun kepada Liverpool sebagai sarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Keita lebih cepat. Permintaan tersebut tak disanggupi Liverpool, mereka enggan mengeluarkan biaya tambahan untuk mendatangkan Keita lebih awal, dan membiarkannya tetap bermain untuk Leipzig hingga akhir musim ini dan berlabuh ke Anfield pada musim depan.

Kemudian, muncullah nama Riyadh Mahrez yang di gadang-gadang bakal merapat ke Anfield sebagai suksesor Coutinho. Namun kedatangan Mahrez ke Liverpool tak lebih dari sekadar gosip transfer.

Tak hanya Mahrez, nama Thomas Lemar pun sempat muncul ke permukaan sebagai sosok potensial yang akan menjadi pengganti Coutinho di Anfield. Namun dilansir dari Liverpool Echo, tidak terjadi kesepakatan harga antara Liverpool dan AS Monaco untuk Lemar. Liverpool menganggap bahwa harga 90 juta paun yang dipatok Monaco untuk Lemar terlalu mahal.

Sejatinya Liverpool mendapatkan subsidi dana yang cukup besar setelah menjual Coutinho. Tapi Klopp, setipe dengan grup konsorsium kepemilikan Liverpool, Fenway Sports Group (FSG) yang tidak memiliki filosofi sign-at-all-cost (mendapatkan pemain, berapapun harganya). Liverpool memiliki kebijakan tersendiri dalam proses transfer, mereka hanya akan mendatangkan pemain yang harganya sesuai dengan kemampuannya.

Liverpool tak memiliki lini yang perlu ditambal

Menghadapi sisa pertandingan di musim 2017/18, Liverpool tampaknya akan memaksimalkan skuat yang dimiliki. Perihal pengganti Coutinho, Liverpool memiliki dua sosok potensial dalam diri Adam Lallana dan Alex Oxlade-Chamberlain. Kedua pemain tersebut bisa dimaksimalkan Klopp sebagai pengganti Coutinho, mengingat Lallana dan Chamberlain pun piawai memainkan peran sebagai gelandang serang dan winger, dua posisi yang kerap ditempati Coutinho semasa menjadi andalan Liverpool.

Selain itu, kepergian Coutinho ke Barcelona pun tampaknya sudah diantisipasi Liverpool sejak jauh-jauh hari. Jika tidak, buat apa mereka melakukan kesepakatan dengan RB Leipzig untuk mendatangkan Naby Keita? Kehadiran Keita tentunya diharapkan bisa mengonsolidasi kekuatan lini tengah Liverpool musim depan. Melalui kemampuan yang dimiliki, Keita bisa menjadi sosok ideal untuk menutup lubang yang ditinggalkan Coutinho di sektor tengah.

Andai sosok Keita dianggap belum mumpuni dijadikan suksesor Coutinho, Liverpool tetap berpeluang mendatangkan Thomas Lemar di jendela transfer musim panas mendatang. Dilaporkan Liverpool Echo, niat Liverpool mendatangkan Lemar ditangguhkan hingga dibukanya jendela transfer musim panas pada Juni 2018 mendatang.

Selagi menanti kedatangan Keita dan kepastian transfer Lemar, Liverpool tampaknya akan lebih memaksimalkan peran Lallana dan Chamberlain sebagai penambal lubang yang ditinggalkan Coutinho.

Kecakapan Lallana dan Chamberlain berperan di sektor tengah dan sayap pun membuat mereka berpotensi menjadi pelapis Mohamed Salah atau Sadio Mane di pos winger kanan dan kiri. Jangan lupakan pula Ben Woodburn, pemain muda potensial yang juga bisa dimaksimalkan sebagai pelapis Mane atau Salah.

Sementara di sektor penyerang, Liverpool memiliki Dominic Solanke dan Danny Ings yang baru pulih dari cedera, sebagai pelapis Roberto Firmino. Kemudian di lini tengah, selain Chamberlain dan Lallana yang juga bisa dimaksimalkan juga di posisi tersebut, Liverpool masih memiliki Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum, James Milner, dan Emre Can.

Di sektor pertahanan, Liverpool setidaknya memiliki lima pemain berposisi natural sebagai bek tengah: Virgil van Dijk, Joel Matip, Joe Gomez, Dejan Lovren, dan Ragnar Klavan. Sementara di pos bek sayap, Andrew Robertson, Alberto Moreno, Trent Alexander Arnold, dan Nathaniel Clyne menjadi daftar pemain yang dimiliki Liverpool.

Clyne mungkin masih berkutat dengan cedera, sehingga memungkinkannya absen hingga akhir musim. Ada kekosongan di sektor sayap kanan, namun Klopp tidak khawatir sebab ia bisa memaksimalkan Joe Gomez atau Alexander Arnold di posisi yang sementara ini ditinggalkan Clyne.

Di pos penjaga gawang, Liverpool memiliki tiga kiper yang bisa diandalkan: Simon Mignolet, Loris Karius, dan Danny Ward. Bila Adam Bogdan pulih dari cedera, maka Liverpool memiliki total empat penjaga gawang yang siap ditampilkan kapanpun.

“Sepertinya kami tidak akan mendatangkan pemain baru lagi. Kami saja belum merasa menggunakan semua pemain kami di paruh pertama musim, jadi kenapa Anda butuh pemain baru di paruh kedua musim? Kami punya rencana semusim penuh dan itulah yang sedang kami lakukan," terang Klopp, dilansir dari Soccerway.

***

Melihat kedalaman skuat yang dimiliki, agaknya cukup masuk akal Klopp mengambil sikap untuk tak bergerak terlalu aktif di jendela transfer musim dingin ini. Sebab, semua posisi sudah memiliki pelapis yang dianggap sepadan. Apalagi pada musim ini Liverpool hanya tinggal fokus mengamankan posisi empat besar di ajang Liga Primer Inggris, dan melaju sejauh mungkin di Liga Champions.

Tugas Klopp saat ini adalah membuktikan bahwa keputusannya tidak mendatangkan pemain bursa transfer musim dingin adalah tepat. Sebab, banyak yang menyoroti bahwa skuat Liverpool saat ini pincang, terlebih setelah ditinggalkan Coutinho ke Barcelona. Apalagi, beberapa waktu lalu Liverpool baru saja menelan dua kekalahan beruntun dari dua tim papan bawah, Swansea City dan West Bromwich Albion di dua ajang berbeda.

(pik)

Komentar