Pratinjau Inter Milan vs AS Roma: Saling Menemukan dan Menutupi Ruang di Sisi Lapangan

Analisis

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Pratinjau Inter Milan vs AS Roma: Saling Menemukan dan Menutupi Ruang di Sisi Lapangan

Pertandingan giornata ke-21 Serie-A 2017/2018 mempertemukan dua kesebelasan besar yang sedang krisis kemenangan. Yaitu antara tuan rumah Internazionale Milan menjamu AS Roma di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (22/1) dini hari waktu Indonesia.

Terakhir kali Inter mendapatkan kemenangan yaitu pada 3 Desember 2017 atas Chievo Verona. Sementara Roma terakhir kali menang ketika menghadapi Cagliari pada 17 Desember 2017. Seret kemenangan itulah yang membuat kedua kesebelasan tersebut kesulitan menjadi kompetitor juara Serie-A musim ini.

Saat ini Inter berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan raihan 42 poin. Sementara Roma berada di peringkat lima dengan raihan 39 poin dari 19 pertandingan. Selain mengincar kemenangan perdana sejak Desember, pertandingan nanti akan menarik karena kedua kesebelasan tampil dengan hampir kekuatan penuh.

Perkiraan Formasi dan Susunan Pemain

Kedua kesebelasan hanya tidak bisa memainkan masing-masing pemain full-back kanan karena cedera. Inter belum bisa menurunkan Danilo D`Ambrosio dan Roma tidak akan memainkan Rick Karsdorp karena cedera panjang ligamen lututnya. Namun Inter masih memiliki Joao Cancelo untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan D`Ambrosio.

Roma pun tidak merasakan masalah karena full-back kanan utama Roma adalah Alessandro Florenzi yang siap diturunkan pada laga nanti. Roma pun mendapatkan tenaga baru setelah hukuman bagi Radja Nainggolan dicabut. Roma sendiri diperkirakan masih mengandalkan formasi 4-3-3 dan Inter akan bermain dengan formasi 4-2-3-1.

Manfaatkan Kelengahan Agresivitas Full-Back AS Roma

Pelatih Inter, Luciano Spalletti, selalu mengutamakan dua poros ganda yang bisa menyeimbangkan tempo permainan kesebelasannya. Pada skuatnya saat ini, ia mengandalkan Matias Vecino dan Roberto Gagliardini. Kedua pemain itu sejatinya memiliki kemampuan yang baik ketika bertahan maupun menyerang.

Vecino dan Gagliardini aktif dalam melakukan perebutan bola kepada lawan dan mampu mengawali serangan dengan baik. Tapi Gagliardini lebih aktif dalam merebut bola dari lawan jika dilihat melalui rataan 2,2 tekel bersih per laga yang mampu dilakukannya. Sementara Vecino sanggup melakukan 2 tekel bersih per laga.

Kedua pemain itu merupakan yang paling sering melakukan tekel bersih di antara gelandang lainnya di skuat Inter saat ini. Mereka akan bertempur dengan gelandang Roma yang juga kuat dan aktif memperebutkan bola. Tapi statistik perebutan bola Vecino dan Gagliardini lebih unggul daripada gelandang Roma.

Nainggolan yang menjadi gelandang perebut bola terbaik Roma saat ini pun cuma mampu melakukan 1,7 tekel bersih perlaga. Lebih agresifnya Gagliardini dan Vecino bisa menjadi penopang utama filosofi permainan Spalletti pada laga nanti. Gagliardini dan Vecino bisa mendapatkan bola lebih celat dan mengalirkan serangan balik mematikan melalui sayap. Sisi serangan Inter pun memiliki pemain sayap yang cepat yaitu Ivan Perisic di sisi kiri.

Di sisi kanan pun ada Antonio Candreva yang merupakan pemain sayap kreatif. Kecepatan Perisic bisa membuat Florenzi kewalahan dalam menggalang sisi kanan pertahanan Roma. Terlebih, Perisic dan Candreva memiliki akurasi umpan silang yang baik. Kemampuan ini lebih dimiliki Candreva dengan melepaskan 2,6 umpan silang akurat di setiap pertandingannya.

Umpan silang bisa menjadi kunci gol Inter pada laga nanti karena Roma cukup lemah dalam mengantisipasi prosesi tersebut. Apalagi Mauro Icardi merupakan penyerang Inter yang memiliki penempatan posisi yang bagus. Candreva pun sudah tahu umpan silang apa yang sesuai dengan Icardi baik melalui udara maupun rendah.

AS Roma Lebih Baik Bermain dengan Garis Bertahan Rendah

Inter bisa memporak-porandakan pertahanan Roma melalui umpan silang. Tapi hal ini bisa diminimalisir jika Roma tidak memberikan ruang kebebasan untuk serangan sayap Inter. Kemungkinan Inter mendapatkan peluang dari sektor itu karena Roma sering menciptakan ruang di sisi pertahanan untuk lawannya.

Hal itu tidak lepas dari agresifnya kedua full-back Roma untuk membantu serangan. Ketika menyerang, Florenzi di sisi kanan dan Aleksandar Kolarov di sisi kiri aktif naik sampai ke sepertiga akhir pertahanan lawan. Sementara pertahanan Roma meninggalkan dua bek tengah ditambah Daniele De Rossi yang tidak terlalu naik ke depan.

Tapi pada laga nanti, Roma harus mengingat serangan sayap Inter yang berbahaya. Tidak hanya Perisic dan Candreva saja, Cancelo yang diperkirakan menjadi full-back kanan utama Inter nanti dikenal memiliki kecepatan untuk overlap ke sepertiga akhir pertahanan lawan.

Di sisi kanan sendiri Candreva memang bukan pemain yang mengandalkan kecepatan seperti Perisic meskipun lebih unggul dari segi umpan silang. Tapi kekurangan Candreva itu bisa ditutupi kecepatan Cancelo. Artinya, Kolarov mesti menghadapi dua lawan yang bisa saling menutupi kelemahannya.

Kolarov nampaknya tidak bisa terlalu nyaman membantu serangan pada laga nanti karena ia tidak terlalu baik ketika transisi bertahan. Kolarov harus bermain lebih bertahan untuk menjadi tembok penghalang umpan silang Candreva. Tapi risikonya bahwa Roma akan kekurangan suplai umpan silang dari sayapnya karena Kolarov memiliki statistik yang baik dalam melakukan hal itu.

Ia merupakan pemain Roma paling sering dalam melepaskan umpan silang akurat, yaitu 1,8 di setiap pertandingannya. Tapi Roma bisa mengandalkan sisi lainnya untuk melepaskan umpan silang dengan mengandalkan Florenzi. Ia adalah pemain terbanyak kedua Roma yang mampu melepaskan umpan silang akurat, yaitu sebanyak 1,2 perlaga.

Tapi keterlibatan dua full-back Roma itu dalam melakukan umpan silang karena mejalani filosofi pelatihnya, Eusebio Di Francesco. Pelatih itu lebih mengandalkan full-back untuk melepaskan umpan silang. Sementara pemain sayap di depan lebih diinstruksikan untuk membawa bola dari sayap ke dalam kotak penalti melalui cut inside.

Tapi rasanya untuk mengandalkan Florenzi saja dalam persoalan umpan silang ini dirasa cukup. Terlebih Perisic merupakan pemain yang jarang turun membantu serangan sehingga Florenzi siap merepotkan Davide Santon, full-back kiri Inter. Hanya saja Florenzi belum terlalu padu dengan Diego Perotti karena rekannya itu lebih sering ditempatkan di sayap kiri pada musim sebelumnya.

Komentar