5 Pertimbangan Alexis Sanchez dalam Memilih City atau United

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

5 Pertimbangan Alexis Sanchez dalam Memilih City atau United

Kontrak Alexis Sanchez di Arsenal akan berakhir pada 30 Juni 2018. Karena belum ada tanda-tanda darinya untuk memperbarui kontrak, maka isu kepergiannya dari Arsenal semakin berembus pada bursa transfer musim dingin kali ini. Jika Sanchez tidak dijual sekarang, maka Arsenal akan kehilangan Sanchez tanpa kompensasi pada akhir musim nanti.

Awalnya Sanchez dikaitkan dengan Manchester City. Tapi belakangan, beredar kabar bahwa tetangga sekota mereka, Manchester United, juga tertarik mendatangkannya. Kedua kesebelasan konon sudah mengajukan biaya transfer untuk memboyongnya. Jika ini bukan isapan jempol belaka, maka menarik melihat kesebelasan mana yang nantinya dipilih Sanchez.

Pindah ke City ataupun United sama-sama akan memperbaiki karier Sanchez yang bisa dibilang mandek di Arsenal. Apalagi untuk saat ini, City dan United merupakan dua kesebelasan yang paling berpeluang menjuarai Liga Primer karena keduanya berada di dua teratas klasemen (walau City unggul jauh). Belum lagi City dan United masih berlaga di Liga Champions (sementara Arsenal di Liga Europa). Namun sepertinya ada beberapa pertimbangan yang akan membuat Sanchez hati-hati dalam memilih pelabuhan barunya.

Pertama, target trofi Liga Primer. Jika Sanchez ingin meninggalkan Arsenal karena mengincar trofi bergengsi yang mulai menjauh dari Arsenal, maka City berada dalam pilihan utama baginya. Di Liga Primer musim ini, City belum terkalahkan dan sedang unggul 15 poin dari United di posisi kedua. Liga Primer tinggal menyisakan 14 laga, ini artinya City sudah setengah jalan untuk mengakhiri musim di posisi puncak.

Kemampuan Sanchez jelas bisa menambah peluang atau mempercepat kepastian City meraih gelar juara liga. City juga saat ini masih berlaga di empat kompetisi, tak seperti United yang baru saja tersingkir di Piala Liga setelah kalah dari Bristol City di babak perempat final. Bersama City, penyerang berusia 29 tahun itu sangat berpeluang besar tidak mengakhiri musim dengan nirgelar.

Kedua, target trofi Liga Champions. City dan United sama-sama masih punya kans di Liga Champions. Jika ini yang Sanchez inginkan, faktor Jose Mourinho dan Pep Guardiola patut dilihatnya. Analisis saya, Mou akan unggul dalam hal ini. Keduanya memang sama-sama pernah menjuarai Liga Champions. Tapi patut diingat, Pep mendapatkannya hanya ketika melatih Barcelona. Berbeda dengan Mourinho yang menjuarainya bersama Porto dan Inter Milan.

Belum lagi United musim lalu menjuarai Liga Europa, dan itu menjadi cara United bisa ke Liga Champions musim ini (karena tidak lolos lewat jalur liga). Mou juga memperlihatkan kecerdikannya dalam mengejar trofi Liga Europa dengan mengorbankan Liga Primer. Orientasinya pada target utama berbuah manis setelah mengalahkan Ajax di final. Bisa jadi Mou saat ini sudah mulai merancang skema menjuarai Liga Champions setelah Liga Primer perlahan mulai menjauh dari genggamannya.

Ketiga, target pemain terbaik dunia. Jika Sanchez ingin menandingi Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar sebagai pemain terbaik dunia, hijrah ke Manchester United bisa jadi pilihan yang tepat untuknya. Di United ia akan menjadi pemain terbaik, mengingat kompetitor di lini depan United tak ada yang sekelas dirinya. Ia mungkin hanya akan bersaing dengan Paul Pogba untuk menjadi pemain terbaik United.

Bersambung ke halaman berikutnya

Komentar