Produktivitas Gol yang Masih Menjadi Permasalahan Real Madrid

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Produktivitas Gol yang Masih Menjadi Permasalahan Real Madrid

Real Madrid gagal mendulang poin penuh dalam lawatannya ke Estadio San Mames, Minggu (3/12) dini hari WIB. Menghadapi tuan rumah Athletic Bilbao, Madrid harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 0-0. Hasil tersebut secara tidak langsung menjadi kerugian tersendiri bagi Los Blancos, karena mereka gagal mengambil kesempatan untuk mengikis defisit poin dari pemuncak klasemen sementara La Liga, Barcelona.

Pada pertandingan lainnya yang berlangsung di Camp Nou, Sabtu (2/12) malam WIB, Barcelona hanya bermain imbang 2-2 saat menjamu Celta Vigo. Hasil imbang yang diraih Blaugrana seharusnya bisa dimanfaatkan Madrid mendulang tiga poin dari San Mames untuk mengikis ketertinggalan menjadi enam angka.

Namun kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Real Madrid yang malah mengikuti jejak Barcelona meraih hasil imbang di pekan ke-14 La Liga. Akibatnya, Los Blancos tertahan di posisi empat klasemen sementara dengan 28 poin, masih tertinggal delapan angka dari Barcelona yang nyaman berada di puncak klasemen dengan 36 poin.

Para Pemain Madrid Cenderung Tak Sabaran

Sadar butuh kemenangan untuk mengikis jarak poin dengan Barcelona, Real Madrid langsung tampil menekan sejak sepak mula. Los Blancos langsung tampil agresif, yang memaksa Bilbao lebih banyak mengandalkan serangan balik dalam upayanya mencetak gol.

Dominasi permainan Madrid atas Bilbao bisa dilihat dari persentase penguasaan bola yang dimiliki Madrid. Sepanjang 90 menit pertandingan Madrid memiliki penguasaan bola sebesar 64.7 persen, sementara Bilbao hanya 35.3 persen.

Melalui penguasaan bola yang dominan, secara otomatis peluang yang dimiliki Madrid untuk mencetak gol pun lebih banyak dari pada Bilbao. Tercatat ada 19 tembakan dilepaskan para penggawa Madrid, namun hanya empat tendangan yang tepat sasaran. Sebagai perbandingan, Bilbao dalam laga tersebut memiliki 11 tembakan dan empat di antaranya mengarah ke gawang.

Build-up serangan yang dilakukan Madrid untuk membongkar pertahanan Bilbao sebenarnya terlihat cukup rapih. Mereka begitu sabar membangun serangan dari bawah melalui umpan-umpan pendek. Namun permasalahannya pola serangan mereka cenderung monoton.

Poros serangan Madrid lebih bertumpu di sektor sayap kiri, Who Scored mencatat bahwa dalam laga tersebut 45 persen alur serangan Los Blancos bertumpu di sektor kiri, dengan mengeksploitasi kecepatan dan daya jelajah Marcelo. Akibatnya, arah serangan jadi lebih mudah dibaca.

Grafis tekel Bilbao. Sumber: Squawka

Bilbao yang cenderung menumpuk pemain di belakang bisa dengan mudah mematahkan alur bola terakhir Madrid yang mengandalkan umpan silang, tercatat ada 31 umpan silang yang dilepaskan Madrid sepanjang pertandingan. Melalui proses tersebut, Madrid memang sempat memiliki peluang matang untuk mencetak gol pada menit ke-7.

Grafis umpan silang Real Madrid. Sumber: Squawka

Karim Benzema yang berdiri di kotak penalti, berhasil menerima umpan silang Marcelo, tanpa basa-basi penyerang asal Prancis itu langsung melepaskan tembakan keras yang di arahkan ke sisi kanan gawang Arrizabalaga, sayang tembakan itu membentur tiang gawang.

Tapi Madrid jadi terlalu sering mengandalkan umpan silang yang akhirnya sangat mudah dipatahkan oleh barisan pertahanan Bilbao yang cenderung menumpuk pemain di kotak penalti. Perlu diketahui juga bahwa para pemain Bilbao rata-rata berpostur tinggi, sehingga ketika ada umpan silang yang dilepaskan, mereka bisa dengan mudah untuk mematahkannya.

Selain itu inferioritas yang diperlihatkan Madrid dalam pertandingan tersebut adalah kurang tenangnya mereka dalam mengonversi peluang untuk menjadi gol. Saat berhasil menembus area pertahanan lawan, Ronaldo dan kawan-kawan cenderung tidak sabaran untuk mencetak gol.

Para pemain Madrid tak segan langsung melepaskan tembakan, bahkan rata-rata dari jarak jauh. Dari total 19 tembakan yang dilepaskan delapan di antaranya mampu di blok oleh barisan pertahanan Bilbao.

“Saya merasa kecewa dengan para pemain, karena mereka banyak mendapatkan peluang. Kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik, kalau melihat dari permainan yang kami tunjukkan. Tapi sayangnya kami tidak mendapatkan gol yang seharusnya bisa memberi kami tiga poin,” terang Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, seperti dilansir dari Soccerway.

Permasalahan Produktivitas yang Belum teratasi

Zidane memang patut kecewa, karena buruknya penyelesaian akhir anak asuhnya di laga tersebut. Namun buruknya penyelesaian akhir merupakan permasalahan Madrid sejak awal kompetisi. Dua juru gedor utama mereka, Ronaldo dan Benzema masing-masing baru mencetak dua gol. Bukan statistik yang memuaskan tentunya.

Produktivitas lini depan Madrid terbilang inferior di kompetisi domestik musim ini, dari 14 laga hanya 25 gol yang berhasil mereka cetak. Jumlah tersebut kalah dari produktivitas Barcelona (36 gol) dan Valencia (33). bahkan Madrid juga kalah jumlah prduktivitas dari Real Sociedad (28 gol) dan Celta Vigo (26 gol) yang merupakan tim penghuni papan tengah.

Selain itu, skor imbang 0-0 melawan Bilbao menjadi yang ketiga bagi Madrid di musim ini mengakhiri pertandingan tanpa gol di La Liga, sebelumnya mereka ditahan Atletico Madrid dan Valencia. Selain itu, musim ini juga Madrid seakan kehilangan taringnya di La Liga, selain mampu ditahan Valencia, Atleti, dan Bilbao, Madrid juga pernah ditahan Levante di Bernabeu dan takluk dari tim promosi Girona.

Tentu ini menjadi performa yang cukup mengkhawatirkan bagi Madrid. Mau tidak mau Zidane harus segera melakukan evaluasi andai target juara masih ingin mereka gapai pada akhir musim nanti. Kalau tidak, maka mereka akan semakin kesulitan untuk mengejar Barcelona dalam perburuan gelar musim ini.

Pada pertandingan selanjutnya, Madrid akan menjamu Sevilla di Santiago Bernabeu. Dalam laga tersebut, Los Blancos dipastikan tanpa Sergio Ramos yang mendapatkan kartu merah di laga melawan Bilbao. Menghadapi Sevilla kemungkinannya Gareth Bale sepertinya akan tersedia. Andai Bale benar-benar tampil, diharapkan pemain Wales itu bisa membawa angin perubahan bagi performa Madrid di La Liga.

Tanpa Bale, terlihat sekali dinamisme serangan madrid, khususnya dari dua sektor sayap agak tidak terlihat karena kecenderungan mereka menjadikan sektor sayap kiri sebagai poros utama serangan, yang mengakibatkan lebih mudah dibacanya serangan Madrid.

Selain itu, melalui mobilitas Bale menyisir sisi iri pertahanan lawan berpotensi membuat konsentrasi para pemain bertahan lawan terpecah. Hal tersebut, bisa membuka ruang bagi Benzema atau Ronaldo untuk menciptakan peluang atau bahkan gol.

Komentar