Skema 4-4-2 Barcelona Bisa Kejutkan Juventus

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Skema 4-4-2 Barcelona Bisa Kejutkan Juventus

Juventus akan menghadapi Barcelona dalam lanjutan pertandingan Liga Champions Grup D di Allianz Stadium, Kamis (23/11) dini hari WIB. Menghadapi Barcelona, klub berjulukan La Vecchia Signora wajib meraih kemenangan untuk mengamankan peluang lolos ke babak 16 besar.

Saat ini, posisi Juventus terbilang belum aman karena di tabel klasemen sementara mereka berada di posisi dua dengan tujuh poin, unggul tiga angka dari Sporting Lisbon dan tertinggal tiga angka dari Barcelona yang berada di puncak klasemen sementara dengan 10 poin. Sporting Lisbon masih berpeluang untuk menggeser posisi mereka.

Bila Juventus mampu mengalahkan Barcelona, maka tambahan tiga angka dari kemenangan tersebut akan membuat perolehan poin Juventus bertambah menjadi 10. Belum menjamin mereka lolos ke babak 16 besar memang, namun pada pertandingan terakhir menghadapi Olympiakos Piraeus, La Vecchia Signora hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan lolos ke 16 besar.

Kalau skema tersebut berjalan, maka Juventus akan meraih total poin 11, hasil tersebut dipastikan tidak akan lagi bisa dikejar Sporting Lisbon, meski dalam dua laga sisa mampu meraih kemenangan. Tambahan enam angka dari dua pertandingan tersebut hanya akan membuat pundi-pundi poin Sporting Lisbon menjadi 10.

Namun bila dalam pertandingan nanti Juventus kalah dari Barcelona, dan Sporting mengalahkan Olympiakos di laga lainnya, maka Juventus wajib menang saat jumpa Olympiakos di partai pamungkasnya untuk mengamankan satu tiket ke babak 16 besar. Sementara bagi Barcelona, untuk lolos ke fase gugur mereka hanya membutuhkan hasil imbang di laga melawan Juventus.

Prakiraan Formasi

Mengingat bahwa laga tersebut sangat penting bagi Juventus untuk memperlebar peluang lolos ke 16 besar, maka diprediksi Massimiliano Allegri bakal menurunkan skuat terbaiknya saat bentrok Barcelona. Selain Benedikt Hoewedes dan Medhi Benatia yang masih diragukan tampil karena cedera, Allegri bisa memaksimalkan semua pemain andalannya dengan skema dasar 4-2-3-1.

Juventus juga kemungkinan besarnya tidak akan bermasalah dengan kebugaran pemain, setelah melakoni pertandingan di kompetisi domestik melawan Sampdoria akhir pekan lalu. Sebab di laga melawan Sampdoria beberapa pemain andalan seperti Paulo Dybala, Gianluigi Buffon, Blaise Matuidi, Mattia De Sciglio, dan Alex Sandro tak dipasang sebagai starter agar mereka siap untuk pertandingan menghadapi Blaugrana.

Sementara Barcelona, kabarnya datang ke Turin dengan kondisi pincang setelah enam penggawa mereka, yakni Rafinha Alcantara, Ousmane Dembele, Javier Mascherano, Arda Turan, Sergi Roberto dan Andre Gomes, akan absen karena cedera. Akibatnya, Ernesto Valverde sampai harus memanggil enam pemain belia seperti Adrian Ortala, Jorge Cuenca, Fali, Vitinho, Moises Lima, dan Marc Cucurella yang sebelumnya membela Barcelona B.

Meski begitu, Valverde setidaknya masih bisa menerapkan pola dasar 4-4-2 sebagaimana biasanya. Sebab pemain kunci seperti Lionel Messi, Luis Suarez, hingga Andres Iniesta kemungkinan besar akan ditampilkan dalam laga melawan Juventus.

Prediksi susunan pemain Juventus vs Barcelona

Juventus Harus Berani Menekan Sejak Awal

Membutuhkan tiga poin, Juventus tampaknya akan menerapkan skema yang lebih menyerang pada laga ini. Hal itu sangat bisa dilakukan Juve karena lini serang mereka tengah on-fire. Ketika Paulo Dybala, yang sudah mencetak 14 gol dari 18 laga di seluruh ajang, sempat mengalami kebuntuan, Gonzalo Higuain mulai kembali rajin mencetak gol.

Yang perlu menjadi catatan untuk Juventus adalah peran Matuidi yang kemungkinan akan diduetkan dengan Miralem Pjanic. Pada pertemuan pertama melawan Barcelona, ketika itu Juve tak berdaya dan kalah telak 3-0. Matuidi kewalahan di lini tengah, Messi, Suarez dan Dembele cukup leluasa mengobrak-abrik pertahanan Juve.

Kecepatan dua pemain sayap Juventus, Juan Cuadrado dan Douglas Costa, juga bisa menjadi opsi lain untuk memperkaya arus serangan ke jantung pertahanan Barcelona. Artinya opsi penyerangan bagi Juventus tidak hanya bertumpu pada Dybala di tengah, namun bisa lebih bervariasi dengan mengandalkan sektor sayap.

Andai Cuardado dan Costa mampu menjalankan tugasnya dengan baik, selain menambah kaya opsi serangan, mereka juga bisa meredam agresivitas serangan Barcelona dari sayap, karena Alba dan Semedo bisa terus mencecar keduanya hingga kesulitan menemui momentum untuk naik membantu penyerangan.

Juventus juga bisa menerapkan pressing ketat yang dimulai dari jantung pertahanan Barcelona saat mereka kehilangan bola. Biasanya, Barcelona yang kerap mengandalkan umpan-umpan pendek sebagai upaya dalam membangun serangan kesulitan untuk menembus gaya pertahanan macam itu.

Namun untuk menerapkan strategi pressing tinggi, dibutuhkan juga koordinasi yang baik dari semua pemain untuk menutup semua ruang yang sekiranya bisa dimanfaatkan Barcelona dalam membangun serangan.

Jangan sampai kejadian di pertemuan pertama terulang, saat Juventus menerapkan pertahanan dengan pressing tinggi namun koordinasi dalam melakukan covering terbilang berantakan, yang malah menjadi bumerang bagi Bianconeri hingga akhirnya takluk tiga gol tanpa balas di Camp Nou.

Pola 4-4-2 Barcelona yang Bisa Kejutkan Juventus

Pada pertemuan pertama, Barcelona masih andalkan formasi dasar 4-3-3. Begitu juga dengan beberapa pertemuan sebelum itu di antara keduanya. Tapi malam nanti, Juventus akan menghadapi Barcelona dengan strategi yang berbeda, yakni Barcelona yang mulai fasih bermain dengan pola dasar 4-4-2.

Sejak Dembele cedera dan Suarez mengalami kebuntuan di lini depan, pelatih Barca, Ernesto Valverde mengubah formasi 4-3-3 menjadi 4-4-2. Dalam eksperimennya itu, Paco Alcacer yang biasanya ditempatkan sebagai penyerang mulai terlihat rajin ditempatkan sebagai winger kanan. Alcacer sendiri sempat mencetak dua gol dari posisi barunya ini.

Eksperimen ini sudah dicoba pada pekan ketiga La Liga melawan Espanyol, tapi mulai konsisten digunakan saat menghadapi Girona pada pekan keenam. Perubahan ini ternyata tetap menunjukkan superioritas Barcelona pada lawan-lawannya. Karena selain di Piala Super Spanyol, Barca belum lagi menelan kekalahan di segala ajang.

Meski bermain dengan formasi dasar 4-4-2, sebenarnya pada praktiknya di lapangan pola serangan Barca masih tak jauh berbeda dengan pola serangan pada 4-3-3. Yang membedakan adalah ketika mereka tak menguasai bola, formasi 4-4-2 ini menguatkan Barca di kedua sayap.

Selain itu, Messi pun lebih dibebaskan bergerak dalam sistem permainan 4-4-2 Barca saat menguasai bola. Tapi belakangan Valverde tengah memaksimalkan para pemain lain untuk mencetak gol agar tak terlalu Messisentris. Suarez mulai membuka kran golnya. Paulinho yang bermain sebagai gelandang pun bisa menjadi solusi lain Barca dalam mencetak gol.

Dengan tampilan skema anyar Barcelona ini, takkan mudah bagi Juventus untuk meraih tiga poin. Walau begitu, dengan kondisi Barca yang tidak dalam kekuatan penuh, serta Juve yang sudah menyimpan tenaga di laga akhir pekan, Juve kemungkinan akan menang tipis pada laga ini.

Komentar