Sevilla Memiliki Berbagai Aspek untuk Mengalahkan Liverpool

Analisis

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Sevilla Memiliki Berbagai Aspek untuk Mengalahkan Liverpool

Liverpool akan menghadapi Sevilla yang menjadi mimpi buruknya di Eropa pada pertandingan terakhir grup E Liga Champions 2017/2018. Sudah dua pertemuan terjadi antara kedua kesebelasan yang tidak pernah berpihak kepada Liverpool.

Dua pertemuan itu menunjukan keunggulan Sevilla atas satu kemenangan dan satu kali imbang. Maka bertandang ke Stadion Ramon Sanchez Pizjuan adalah tantangan bagi Liverpool pada Rabu (22/11) dini hari WIB nanti. Walau sebetulnya Liverpool hanya membutuhkan hasil seri untuk lolos ke babak 16 besar.

Sementara Sevilla wajib memenangkan pada laga ini karena masih was-was atas koleksi tujuh poin yang sudah dikumpulkan mereka. Jumlah poin itu bisa saja tersusul jika Spartak Moscow berhasil mengalahkan Maribor. Artinya, kemenangan adalah harga mati bagi Sevilla meski pun unggul pertemuan dengan Livepool.

Perkiraan formasi dan susunan pemain

Perjalanan Liverpool menuju Sevilla sedikit berat karena tiga pemain andalannya masih belum pasti bisa dimainkan. Joel Matip baru mendapatkan cedera ringan, sementara Adam Lallana dan Nathaniel Clyne baru sembuh dari cedera. Tiga pemain itu pun masih diragukan untuk dibawa ke Spanyol pada laga nanti.

Di sisi lain, Sevilla tidak bisa diperkuat Daniel Carrico dan Nico Pareja. Absennya kedua pemain itu membuat Eduardo Berizzo, pelatih Sevilla, tetap mengandalkan Clement Lenglet sebagai duet Simon Kjaer di jantung pertahanan skuat utamanya dengan formasi 4-3-3 seperti Liverpool.

Memanfaatkan buruknya organisasi pertahanan Liverpool

Sevilla merupakan kesebelasan yang bermain dengan intensitas perebutan bola cepat melalui proses menekan ruang atau pressing. Tapi ada baiknya mereka bermain lebih sabar dan mengandalkan kecepatan para pemainnya untuk melakukan serangan balik kepada Liverpool.

Taktik itu akan ampuh bagi Sevilla untuk memanfaatkan buruknya organisasi pertahan Liverpool yang lemah ketika menerima serangan balik. Kelemahan itu memang adalah "lagu lama" bagi kesebelasan berjuluk The Reds itu karena para pemain mereka sering terlambat turun melakukan transisi bertahan.

Bahkan buruknya transisi bertahan Liverpool tidak hanya terjadi di sektor pertahanan sayapnya, tapi sering juga ada jarak jauh antara lini tengah dan lini belakang. Hal itu diperparah dengan penampilan inkonsisten para bek tengahnya yang sering melakukan kesalahan individual.

Serangan balik cepat bisa dipatahkan Liverpool saat manajernya, Jurgen Klopp, menginstruksikan agar kedua bek sayapnya tampil lebih bertahan ketimbang menyerang. Selain soal transisi, pertahanan Jordan Henderson dkk juga lemah ketika mengantisipasi umpan silang dari sayap.

Gol pertama Sevilla pada pertemuan sebelumnya pun terjadi karena Alberto Moreno membiarkan Wissam Ben Yedder menyambut umpan silang. Bahkan pembiaran sudah terjadi ketika Sergio Escudero melepaskan umpan silang ke kotak penalti dari sisi kanan pertahanan Liverpool. Memang kelengahan itu juga tidak lepas dari buruknya transisi bertahan Liverpool.

Baca juga: Valencia Mulai Menjadi Ancaman Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid.

Sevilla masih bisa merepotkan walau tidak mengubah intensitas tekanannya

Sebetulnya, tanpa mengurangi intensitas pressing pun Sevilla masih bisa menyulitkan kesebelasan besutan Klopp tersebut. Tamunya itu juga sering kesulitan ketika menghadapi lawan dengan tekanan tinggi meskipun membangun serangan melalui operan-operan pendek yang cepat.

Liverpool jarang terlalu lama memegang bola karena tekanan lawan yang gencar melakukan percobaan tekel langsung ditambah dengan kesigapan intersepsi. Tentu Sevilla sangat ahli ketika menekan ruang milik lawannya atas pressing yang sering diterapkannya. Tekanan agresif jugalah yang membuat Sevilla berhasil menyulitkan Liverpool pada pertemuan sebelumnya.

Tekanan Sevilla dilancarkan hingga sepertiga akhir pertahanan Liverpool sehingga membuat lawannya itu tidak nyaman menguasai bola di lini belakang. Tidak tanggung-tanggung, Sevilla sampai mengirimkan dua atau tiga pemain ketika melancarkan tekanan ke penguasaan bola di pertahanan Liverpool.

Setidaknya perlu ada dua sampai tiga pemain juga yang mengawal pergerakan Philippe Coutinho selaku motor serangan Liverpool dari lini tengah. Alasannya karena Coutinho tidak kalah cepat dengan rekannya di lini depan. Apalagi ia sering memiliki celah untuk mengoper bola dan melepaskan tembakan jarak jauh yang akurat.

Akurasi tembakan Coutiho mencapai 54 persen yang membuatnya percaya diri melepaskan 4,3 tembakan tepat sasaran per laga dari enam pertandingan Liga Primer Inggris 2017/2018. Tiga pertandingan Liga Champions musim ini pun ia melepaskan 2,7 percobaan tembakan tepat sasaran di setiap pertandingannya.

Baiknya Sevilla mengendorkan gaya bertahannya ketika kesebelasannya sudah unggul terlebih dahulu. Hal itu akan semakin menyulitkan Liverpool untuk menembus sepertiga akhir pertahanan Sergio Escudero dkk. Buatlah agar Liverpool tersendat di lini tengah dan hanya pasrah melalui kiriman umpan jauh ke kotak penalti atau sepakan jarak jauh.

Umpan ke kotak penalti akan percuma jika lini depan Liverpool yang mewah itu terisolasi. Begitu pun sepakan jarak jauh ketika Coutinho kesulitan menemukan ruang menembak ke arah gawang. Tapi masukan itu semua akan percuma jika Sevilla sama buruknya melakukan transisi bertahan seperti Liverpool.

Terlebih Sevilla harus mewaspadai Mohamed Salah yang baru menunjukan penampilan gemilang pada pertandingan Liverpool sebelumnya di Liga Primer Inggris 2017/2018. Salah berhasil mencetak dua gol ketika menghadapi Southampton pada laga terakhir Liverpool di Liga Primer Inggris pekan lalu. Mobilitas Salah juga membuat pertahanan Sevilla kelimpungan pada pertemuan sebelumnya.

Pada pertemuan itu, dua gol yang diciptakan Liverpool pun berawal dari pergerakan Salah. Ia berhasil memancing agresivitas tekanan Sevilla yang terburu-buru merebut bola dari kakinya. Tapi soal transisi bertahan, Sevilla cukup baik melakukannya karena para pemainnya sering terlihat menumpuk di area kotak penalti sendiri saat menerima serangan lawan.

Pada pertemuan sebelumnya pun menumpuknya pertahanan Sevilla mampu meredam pemain tengah Liverpool yang ingin masuk ke dalam pertahanannya. Hal itu yang membuat Liverpool lebih banyak melakukan umpan panjang dan beberapa serangan bisa dipatahkan. Henderson adalah gelandang Liverpool yang paling sering melepaskan umpan panjang dari tengah (5 kali perlaga).

Prediksi

Sevilla berpotensi unggul melawan Liverpool baik melakukan tekanan secara agresif maupun tidak. Hal itu bisa terjadi karena kedisiplinan yang dilakukan Sevilla ketika menyerang maupun bertahan. Sebetulnya Sevilla hanya perlu memperbaiki penampilan dari pertemuan sebelumnya dengan Liverpool.

Kala itu Sevilla bisa mencuri poin di kandang Liverpool dengan skor 2-2 dengan permainan terbuka dan intensitas tinggi. Selain soal rekor pertemuan, maka bukan tanpa alasan jika Sevilla sebetulnya unggul secara taktis ketimbang Liverpool. Kemenangan Sevilla juga bisa membuat kesebelasan itu lolos dari grup sebagai pimpinan klasemen.

Komentar