Real Madrid Akan Langsung Menekan Atletico Sejak Awal Laga

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Real Madrid Akan Langsung Menekan Atletico Sejak Awal Laga

Dua tim asal Ibu Kota Spanyol, Atletico Madrid dan Real Madrid akan saling bentrok di Estadio Wanda Metropolitano, Minggu (19/11) dini hari WIB, dalam lanjutan pertandingan pekan ke-12 La Liga musim 2017/2018.

Selayaknya laga derby yang selalu berlangsung panas, bentrokan antara Atleti melawan Real Madrid yang dikenal dengan sebutan Derbi Madrileno itu juga diprediksi berlangsung dalam tensi tinggi, mengingat gengsi dan rivalitas kedua kesebelasan yang telah berlangsung sejak lama.

Selain sejarah rivalitas, bumbu lain yang akan membuat Derbi Madrileno kal ini menarik untuk disaksikan adalah persaingan keduanya menipiskan selisih poin dari Barcelona yang memuncaki tabel klasemen sementara dengan 31 poin. Atleti dan Real Madrid saat ini masih tertahan di posisi tiga dan empat dengan sama-sama mengumpulkan 23 poin.

Baca juga: Meluruskan Sejarah Rivalitas di Derby Madrid

Prakiraan formasi

Dalam pertandingan nanti Atleti bakal tampil dengan kekuatan penuh, karena tidak ada pemain yang mengalami cedera atau terpaksa absen karena akumulasi kartu. Kondisi tersebut membuat Diego Simeone leluasa untuk memilih komposisi pemain yang akan mendukung skema yang akan diterapkannya.

Dalam laga nanti Simeone diprediksi tetap menerapkan skema dasar 4-4-2 dengan mengandalkan duet Antoine Griezmann dan Angel Correa sebagai juru gedor andalan untuk membongkar pertahanan Madrid.

Berbeda dengan Atleti, Real Madrid justru dipusingkan dengan banyaknya pemain andalan mereka yang terpaksa absen lantaran cedera. Setidaknya dalam laga nanti Madrid harus kehilangan Keylor Navas, Gareth Bale, dan Mateo Kovacic.

Selain itu, Luka Modric juga diragukan tampil, setelah pada sesi latihan Kamis (16/11) dirinya melakukan latihan terpisah. Tapi kabar baik bagi Madrid adalah kembalinya Daniel Carvajal yang dikabarkan sudah dalam kondisi kebugaran terbaiknya, setelah menderita sakit perikarditus.

Panggung pertunjukan bagi Cristiano Ronaldo

Melihat banyaknya penggawa Real Madrid yang mengalami cedera jelang pertandingan melawan Atleti, bisa dibilang Los Bancos dalam kondisi pincang. Apalagi bila ditambah dengan Modric, maka Madrid dalam masalah besar. Sosok Modric bisa dibilang sebagai distributor bola dari lini tengah ke depan, selain itu ia juga merupakan kreator utama serangan Madrid.

Kehilangan Modric, artinya Madrid kehilangan sosok kreator di lapangan tengah. Namun ada beberapa pemain yang setidaknya mampu untuk menutup lubang yang ditinggalkan Modric, bila seandainya mantan pemain Tottenham Hotspurs itu tidak bisa tampil. Dani Ceballos atau Marco Asensio bisa dipilih Zidane sebagai pengganti Modric.

Namun sosok Asensio tampaknya jauh lebih potensial untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Modric. Asensio merupakan pemain multifungsi yang bisa bermain di sektor sayap dan tengah. Saat dipercaya sebagai gelandang, pemain berusia 21 tahun itu piawai dalam membagi bola, mengatur arah permainan, dan mengendalikan tempo permainan.

Melalui formasi 4-3-2-1, Asensio bisa melengkapi trio gelandang tengah yang akan diisi Toni Kroos dan Casemiro. Asensio juga bisa bertukar posisi dengan Isco, seperti saat Madrid mengandaskan Las Palmas tiga gol tanpa balas pada 5 November lalu di Santiago Bernabeu. Bahkan Asensio dan Isco menyumbang masing-masing satu gol, dengan satu gol lainnya diciptakan Casemiro.

Paling menarik dalam bentrokan Atleti melawan Real Madrid tentunya melihat aksi Ronaldo yang saat ini tengah disoroti penampilannya. Pemain asal Portugal itu dianggap melempem di awal musim ini, karena baru mencetak satu gol dalam tujuh penampilannya di La Liga. Melihat data tersebut tampak adanya penurunan produktivitas yang dialami Ronaldo, yang membuatnya kini menjadi sorotan.

Namun saat Madrid melawan Atleti, Ronaldo berpeluang untuk mengempaskan semua kritikan yang dialamatkan kepadanya. Mantan penggawa Manchester United itu selalu tampil klinis dalam Derbi Madrileno, total sudah 21 gol disarangkan Ronaldo ke gawang Atleti di semua ajang. Selain itu, ia juga telah menorehkan tiga kali trigol (hat-trick) ke gawang Atleti, dua di antaranya diciptakan pada laga tandang saat membawa Madrid menang 4-1 pada April 2012 dan 3-0 di Vicente Calderon musim lalu.

Dalam laga nanti, Ronaldo akan berperan sebagai penyerang utama berduet bersama Karim Benzema. Melihat posisinya di laga nanti, peluang bagi Ronaldo untuk membuka keran golnya kembali di kompetisi domestik sangat terbuka lebar di Wanda Metropolitano pada Minggu dini hari nanti.

Atleti bermasalah dalam urusan produktivitas

Sementara Atleti, meski tidak memiliki masalah soal absennya pemain, namun permasalahan yang mereka hadapi justru lebih pelik dari Madrid, yaitu masalah produktivitas. Dari sembilan pertandingan di semua ajang, hanya ada tujuh gol yang disarangkan ke gawang lawan. Hal tersebut bisa jadi karena pola penyerangan mereka yang seolah kurang efektif dalam upayanya menembus kotak penalti lawan.

Di laga melawan Deportivo La Coruna misalnya, ada 11 tembakan yang dilepaskan para pemain Atleti, namun hanya tiga yang dilepaskan dari dalam kotak penalti lawan. Selain itu, dari total tendangan yang dilepaskan Atleti, dominan dilakukan oleh para pemain tengah dengan Saul Niguez dengan jumlah tembakan terbanyak yaitu tiga.

Sementara duet Griezmann dan Correa yang merupakan juru gedor utama seolah tak berkutik di laga melawan Deportivo. Keduanya minim peluang, Griezmann hanya memiliki satu tembakan sementara Correa tak melepaskan satu pun tendangan. Ini sinyal bahaya bagi Atleti mengingat Madrid memiliki barisan pertahanan yang kuat, ditambah dengan kembalinya Carvajal.

Selain itu, Atleti juga tengah mengalami krisis kemenangan di laga kandang. Estadio Wanda Metropolitano seperti belum bersahabat. Sudah enam penampilan dilakoni Los Rojiblancos di stadion baru mereka itu di semua ajang, namun hanya dua laga yang berhasil mereka menangkan, sementara sisanya berakhir dengan hasil imbang (3) dan kekalahan (1).

Menariknya empat pertandingan terakhir di Wanda Metropolitano gagal dilalui dengan kemenangan. Mau tidak mau, Atleti harus berbenah agar mereka bisa kembali meraih kemenangan di stadion berkapasitas 67 ribu kursi itu, dalam pertandingan penuh gengsi menghadapi Real Madrid.

Atleti mungkin bisa memanfaatkan menurunnya performa Madrid di laga tandang sebagai pelecut semangat untuk meraih tiga poin di Wanda Metropolitano. Sebelum menghadapi Atleti, Real Madrid menelan dua kekalahan beruntun saat melawat ke markas Girona dan Tottenham Hotspur (di Liga Champions).

Prediksi

Meski berstatus sebagai tim tamu, Real Madrid diprediksi akan mengambil alih serangan sejak awal pertandingan. Melalui formasi dasar 4-3-1-2, tumpuan serangan sepertinya akan dipusatkan dari sektor tengah. Peran Isco, Kroos, hingga Asensio diharapkan mampu menjadi distributor bola bagi Ronaldo dan Benzema. Selain itu, pergerakan Carvajal dan Marcelo dari sektor sayap juga diharapkan mampu menambah opsi alur serangan Madrid.

Sementara Atleti, besar kemungkinannya bakal lebih bersabar untuk menemukan celah yang bisa mereka manfaatkan untuk melancarkan serangan balik cepat untuk membobol gawang Madrid. Mengingat mereka merupakan kesebelasan yang biasa menerapkan permainan ultra defensif kala bertemu dengan tim yang memiliki pola permainan agresif seperti Real Madrid. Senjata andalan Atleti lainnya adalah pressing ketat yang bisa menyulitkan Madrid dalam mengembangkan serangan mereka.

Komentar