Klinisnya Mauro Icardi di Laga Melawan Milan

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Klinisnya Mauro Icardi di Laga Melawan Milan

Seorang penyerang, dibandingkan dengan pemain di posisi lain, adalah pemain yang berpeluang paling besar dalam mencetak gol. Posisinya yang lebih dekat dengan gawang memungkinkan hal tersebut, dan itulah yang dilakukan oleh Mauro Icardi dalam laga melawan AC Milan.

Inter Milan berhasil memenangkan laga derby Della Madonina yang dihelat pada Senin (16/10/2017) dini hari menghadapi AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza (San Siro) dengan skor tipis 3-2. Saling kejar angka menghiasi laga ini, sebelum akhirnya Mauro Icardi menjadi penentu kemenangan Inter lewat golnya dari titik penalti pada laga tersebut.

Icardi pun melakukan perayaan gol yang terbilang ikonik. Setelah mencetak gol ketiga, ia langsung berlari ke arah suporter, melepas jersey yang ia kenakan, lalu mengangkatnya dan membentangkannya ke arah para suporter Inter yang memadati Stadion Giuseppe Meazza. Jika pada beberapa waktu silam, Icardi mendapat penolakan dari suporter setelah berusaha untuk memberikan jersey nya, sekarang ia mendapatkan hal lain.

Sambutan dan tepuk tangan diberikan oleh para suporter Inter yang memadati stadion pada malam tersebut (dini hari waktu Indonesia). Selain karena trigol yang ia cetak dalam laga tersebut, apa yang Icardi lakukan dalam laga tersebut memang membuatnya pantas diganjar tepuk tangan dari para suporter.

Empat tembakan, tiga gol

Dalam laga tersebut, Inter memang kalah dari segi penguasaan bola dari AC Milan. Dilansir dari Whoscored, Inter hanya menorehkan 41% penguasaan bola, kalah dari Milan yang menorehkan penguasaan bola sebesar 59%. Dari total peluang yang diciptakan, Inter juga kalah. Mereka hanya menorehkan 15 kali peluang, beda tujuh dari Milan yang mencatatkan 22 kali peluang.

Meski begitu, Inter mampu menjadi tim yang lebih efektif dalam laga tersebut. Dari total 15 peluang yang La Beneamata ciptakan, enam di antaranya berhasll mengarah ke gawang. Jumlah ini sama dengan jumlah tembakan tepat sasaran Milan, dengan jumlah peluang yang lebih banyakl.

Terkhusus untuk Icardi, ia berhasil menjadi penyerang yang klinis dalam laga tersebut. Total dari empat tembakan yang ia lesakkan ke gawang Milan, tiga di antaranya berbuah gol (satu lewat tendangan penalti). Icardi tidak banyak menyia-nyiakan peluang dalam laga tersebut, dan menjadi pemain selanjutnya setelah Diego Milito yang melesakkan trigol dalam laga derby ke gawang Milan. Milito sendiri melakukannya pada 2012 silam.

Rajin bergerak, dan tidak terpaku di kotak penalti

Meski berhasil menjadi penyerang yang klinis dalam laga melawan Milan, bukan berarti Icardi hanya berdiam saja di dalam kotak penalti. Ia cukup aktif bergerak, terutama di area sepertiga akhir lapangan lawan, dan juga beberapa kali kerap menjadi awal dari serangan Inter. Salah satunya adalah kejadian sebelum gol kedua, ketika ia berhasil merebut bola dari pemain Milan, dan berujung menjadi gol setelah ia berkolaborasi dengan Ivan Perisic.

Heatmap dan sentuhan Icardi. Ia rajin bergerak. Sumber: Whoscored

Rajinnya ia bergerak ini mencerminkan bahwa Icardi juga cukup aktif berkontribusi dalam permainan Inter. Selain dalam menyerang, ia juga aktif membantu pertahanan dengan melakukan sekali tekel, sekali sapuan, dan sekali memblok tendangan lawan. Dari segi penyerangan, selain mencetak empat tembakan yang kesemuanya mengarah ke gawang, Icardi juga berhasil menorehkan dua kali umpan kunci, dan beberapa kali pergerakannya merepotkan lawan.

Selain klinis, Icardi juga ternyata mampu berkontribusi dalam permainan Inter dalam laga tersebut. Ia menjadi bagian dari permainan efektif Inter yang mampu menjungkirkan perlawanan AC Milan.

***

Dengan torehan gol yang ia cetak ini, Icardi pun menyamai raihan dari Christian Vieri (2002/2003), Samuel Eto`o (2010/2011), serta Zlatan Ibrahimovic (2007/2008) yang berhasil menorehkan lebih dari delapan gol dari delapan laga awal Serie A. Sebuah pencapaian yang cukup apik bagi pemain yang sekarang berusia 24 tahun ini.

Di usianya yang masih muda, serta perjalanan karier sepakbolanya yang mungkin saja masih panjang, Icardi masih bisa berkembang lebih jauh lagi sebagai penyerang. Namun untuk sekarang, tampaknya ia masih akan menjadi pilihan utama Luciano Spalletti di lini depan Inter, dan akan berusaha untuk mengantarkan Inter meraih capaian tertinggi di Serie A, sekaligus membawa Inter kembali mentas di kompetisi Eropa musim depan.

Itu pun jika Icardi tidak terganggu cedera atau hal-hal nonteknis lain yang mungkin akan memengaruhi penampilannya di atas lapangan.

foto: @Squawka

Komentar