PSG Akan Maksimalkan Neymar untuk Bongkar Sisi Kanan Pertahanan Muenchen

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

PSG Akan Maksimalkan Neymar untuk Bongkar Sisi Kanan Pertahanan Muenchen

Paris Saint Germain akan saling bentrok dengan Bayern Muenchen dalam lanjutan pertandingan Liga Champions Eropa Grup B, Kamis (28/9) dini hari WIB, di Parc des Princes. Laga tersebut bisa disebut sebagai duel dua tim terluka, mengingat pada laga sebelumnya di kompetisi domestik, Muenchen dan PSG sama-sama gagal meraih poin penuh.

Les Parisiens tercatat hanya mampu bermain imbang 0-0 saat jumpa Montpellier, kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami Muenchen yang ditahan imbang VFL Wolfburg 2-2 di pertandingan terakhirnya.

Tapi di samping itu, pertemuan PSG dan Bayern kini sudah layak disebut sebagai laga besar. Terlebih kini PSG dihuni banyak pemain top dunia, termasuk Neymar dan Kylian Mbappe yang baru didatangkan. Bahkan tak mengherankan juga jika sekarang PSG lebih diunggulkan dari Bayern.

Selain karena mereka akan mendapat suntikan dukungan penuh suporternya, PSG juga akan tampil dengan skuat penuh. Meski kenyataannya sang pelatih, Unai Emery, juga masih belum bisa menurunkan Angel Di Maria dan Javier Pastore, namun Emery masih bisa mengandalkan Neymar dan Kylian Mbappe yang akan mengapit Edinson Cavani sebagai penyerang utama dalam formasi 4-3-3.

Sementara hal berbeda dialami Muenchen yang datang dengan skuat seadanya. FC Hollywood dipastikan tanpa beberapa pilar utamanya saat bertamu ke Parc des Princes. Ancelotti dipastikan takkan bisa menurunkan Manuel Neuer, Juan Bernat, David Alaba, dan Thiago Alcantara yang masih berkutat dengan pemulihan cedera. Meski begitu, Muenchen sudah bisa kembali memainkan Arturo Vidal yang sebelumnya menjalani larangan bermain.

Dalam laga nanti, Ancelotti diprediksi menerapkan skema 4-2-3-1. Posisi Neuer akan digantikan Steven Ulreich, sementara absennya Alaba membuat Rafinha akan bermain di sektor kiri pertahanan dan Joshua Kimmich di kanan untuk menopang duet bek tengah Mats Hummels dan Jerome Boateng.

Ancaman flank kiri PSG

Bayern Muenchen adalah kesebelasan yang memiliki gaya bertahan yang baik di bawah kendali Ancelotti. Lini belakang mereka memang sempurna dengan kemampuan individu masing-masing pemain dalam melakukan intersep atau tekel bersih dalam upaya memutus serangan lawan.

Namun melihat daftar pemain Muenchen yang absen, terlihat bahwa kepincangan terjadi di lini belakang. Memang, sejauh ini baru lima kali gawang mereka di bobol lawan, namun PSG akan memberikan tekanan yang lebih besar bagi Muenchen.

Tentu sinyal bahaya bagi Die Rotten, mengingat PSG merupakan kesebelasan yang agresif dan juga produktif. Baru satu pertandingan Liga Champions saja, PSG sudah mengoleksi lima gol berkat kemenangan telak 5-0 atas Celtic di pertandingan pertama. Total selama musim 2017/2018 ini Les Rouge-et-Bleu sudah menciptakan 26 gol dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni di semua ajang.

Ancaman bagi Muenchen hadir dari dua sisi flank pertahanan mereka. Juara Ligue 1 musim 2015/2016 itu memiliki Neymar dan Mbappe yang masing-masing punya kecepatan dan mobilitas tinggi. Paling berbahaya tentunya Neymar, yang kemungkinan akan lebih banyak bergerak di sektor kanan pertahanan Muenchen. Skill dan teknik pemain asal Brasil itu sulit untuk dihentikan, bahkan terkadang lebih dari satu orang untuk menghadang lajunya.

Dengan gaya penyerangan yang memanfaatkan pola umpan-umpan pendek, terlihat bola sering diarahkan ke sisi kiri, pos biasa Neymar beroperasi. Kecenderungannya, ketika pola serangan PSG dibangun dari kiri, Emery kerap memanfaatkan kombinasi yang dibangun Adrien Rabiot dan Neymar. Saat Rabiot menguasai bola, Neymar akan melakukan pergerakan tanpa bola untuk membuka ruang agar Rabiot bisa memberi through-pass ke arahnya.

Setelah bola di dapatkan Neymar, pilihan yang akan diambil tentu tergantung pada kondisi yang terjadi di lapangan. Kalau celahnya terbuka lebar, Neymar biasanya langsung memberikan ancaman sendiri ke gawang lawan. Namun tak jarang juga Neymar memberikan umpan silang kepada Cavani atau Mbappe untuk menciptakan peluang atau gol.

Tapi kombinasi antara Neymar dan Rabiot (ataupun gelandang lain) tidak sekaku itu. Seringkali Neymar berperan sebagai distributor bola bagi Rabiot untuk menciptakan ancaman. Keagresifan Neymar kerap memancing para pemain lawan untuk menghadang lajunya. Biasanya akan ada celah kosong yang bisa dimanfaatkan Neymar untuk memberikan bola kepada Rabiot.

Melihat hal tersebut tidak salah juga bila menyebut Neymar sebagai roh penyerangan PSG, sebab hampir setengah dari 26 gol yang diciptakan PSG berasal dari aksi Neymar yang sejauh ini sudah mencatatkan lima gol dan lima asis dalam enam pertandingannya bersama Les Parisiens.

Ini akan menjadi tugas berat bagi Joshua Kimmich, sebagai suksesor Philillip Lahm yang pensiun pada akhir musim lalu. Kimmich dituntut bisa lebih fokus dan disiplin menjaga area pertahanannya sendiri. Sebab kalau tidak, bukan tidak mungkin sektor tersebut akan menjadi bulan-bulanan PSG sebagai poros serangan mereka.

Lihat saja saat Muenchen takluk dari Hoffenheim, dua gol yang berhasil disarangkan tim asuhan Julian Nagelsmann itu semua bermula dari penyerangan di sektor kiri, atau kanan pertahanan Muenchen. Mengingat ada sosok Neymar di PSG, Ancelotti patut waspada terhadap potensi serangan sayap PSG.

Prediksi pertandingan berlangsung terbuka

Pertandingan nanti diprediksi berlangsung dalam tempo tinggi, artinya kedua kesebelasan akan sama-sama menerapkan permainan terbuka mengingat karakter Muenchen dan PSG yang sama-sama menganut filosofi permainan menyerang. Seperti sudah disebutkan di atas, bahwa ancaman PSG datang dari dua sisi flank mereka.

Namun Muenchen juga punya modal untuk membuat PSG kerepotan. Meski Muenchen banyak kehilangan pilar penting di sektor belakang, setidaknya Hummels dan Boateng masih bisa bermain bersama. Kedua pemain tersebut memiliki akurasi passing yang cukup bagus, sehingga memungkinkan Muenchen membangun serangan dari belakang.

Selain itu, pergerakan dari sektor sayap Die Rotten juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kecepatan Ribery dan Robben dalam menyisir sektor sayap, akan sangat berbahaya bagi PSG. Apalagi kemampuan crossing keduanya juga cukup mumpuni, untuk memanjakan Robert Lewandowski yang punya insting tajam di area 16 untuk mencetak gol.

Melihat data tersebut, laga ini akan berlangsung menarik, karena kedua kesebelasan punya gaya menyerang yang sama-sama agresif. Menarik tentunya melihat apa yang akan tersaji di Parc des Princes pada Kamis dini hari nanti.

Komentar