Tekanan Persib yang Tak Berdampak Apa-Apa bagi Bali United

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Tekanan Persib yang Tak Berdampak Apa-Apa bagi Bali United

Persib Bandung kembali gagal meraih kemenangan dalam ajang Liga 1 2017. Menjamu Bali United di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (21/9/2017), tim berjuluk "Maung Bandung" tersebut meraih hasil imbang 0-0. Mereka gagal membalas kekalahan mereka pada putaran pertama lalu di Stadion I Wayan Dipta.

Pada pertandingan kali ini, Persib tampil dengan skuat terbaiknya. Nama-nama seperti Febri Haryadi, Raphael Maitimo, Kim Jeffrey Kurniawan, Shohei Matsunaga, serta Ezechiel Ndouassel menghiasi starting XI Persib. Untuk menggantikan Tony Sucipto dan Michael Essien yang absen, ada nama Wildansyah dan Dedi Kusnandar yang dipasang oleh pelatih Persib, Emral Abus.

Di sisi lain, Bali United pun tampil dengan kekuatan terbaik mereka. Dua pemain yang pernah membela Persib, yaitu Marcos Flores dan Taufiq dimainkan sejak menit awal. Penyerang tajam Bali, Sylvano Comvalius serta Nick van der Velden, gelandang Bali asal Belanda juga sudah dimainkan sejak awal.

Permainan kedua tim sepanjang pertandingan bisa dibilang cukup alot. Tidak banyak peluang yang berhasil diciptakan oleh kedua tim. Persib tercatat hanya menorehkan delapan kali tembakan sepanjang pertandingan (dua tembakan tepat sasaran), sedangkan Bali United hanya menorehkan dua kali tembakan (satu tembakan mengarah ke gawang). Alotnya pertandingan ini disebabkan oleh beberapa hal berikut.

Serangan Persib kembali monoton, meski tekanan konstan dilancarkan

Tim "Maung Bandung" langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Beberapa kali Shohei Matsunaga, Febri Haryadi, Raphael Maitimo, serta Ezechiel Ndouassel berkolaborasi di lini depan untuk menembus lini pertahanan Bali United yang digalang oleh Ahn Byung-keon serta Agus Nova. Umpan-umpan wall pass hasil dari kombinasi Shohei-Maitimo-Febri pun beberapa kali kerap mengancam pertahanan Bali.

Namun pertahanan Bali tampak tidak terlalu panik menghadapi serangan dari Persib ini. Meski serangan Persib mulai bervariasi, terutama di babak pertama, mereka bisa menghalau serangan dari Persib tersebut. Selain lebih banyak menunggu di wilayah sendiri, ternyata serangan variatif dari Persib ini tidak berlangsung sepanjang pertandingan. Memasuki akhir babak pertama, serangan Persib mulai menjadi monoton. Hal ini berlanjut sampai babak kedua, meski Persib meningkatkan intensitas tekanannya.

Ketatnya pertahanan Bali, terutama di dalam area kotak penalti, membuat serangan Persib (kembali) banyak berasal dari sayap. Bola-bola dari tengah sering dialirkan ke sayap, menuju Matsunaga atau Febri (juga Atep). Umpan silang kembali menjadi opsi, dengan total 16 kali umpan silang yang dilesakkan oleh pemain Persib. Namun model serangan ini dengan mudah dihentikan oleh para pemain Bali United. Serangan monoton yang pada akhirnya membuat Persib gagal mencetak gol sampai akhir pertandingan.

Bali United yang memang fokus di pertahanan

Pada pertandingan kali ini, Bali United tidak terlalu fokus dan agresif dari sisi penyerangan. Selain karena lini pertahanan Persib yang kerap beberapa kali mematikan serangan dari para pemain Bali United, tim berjuluk "Serdadu Tridatu" ini memang memilih untuk lebih fokus di lini pertahanan dan tidak terlalu agresif ketika menyerang.

Beberapa kali Irfan Bachdim, Sylvano Comvalius, ataupun Marcos Flores tidak terlalu agresif dalam menyerang. Serangan Bali lebih banyak mengandalkan umpan-umpan panjang dari Fadil Sausu maupun Taufiq, memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib dalam mengantisipasi bola panjang sekaligus memanfaatkan kecepatan Irfan Bachdim maupun Comvalius. Bali pun semakin fokus di pertahanan tatkala memasuki babak kedua, Persib mulai menekan pertahanan Bali dengan lebih agresif.

Alhasil, Bali pun tidak menciptakan beberapa peluang berbahaya. Satu-satunya peluang emas bagi Bali lahir ketika Fadil Sausu melakukan sepakan ke gawang Deden Natshir yang membentur tiang gawang. Sisanya Bali memang kalah dominan dari Persib dalam laga ini. Secara penguasaan bola, mereka kalah dari Persib (48% berbanding 52% milik Persib). Tapi secara pertahanan, mereka mampu bertahan dengan baik meski digempur oleh Persib.

Memanfaatkan pergerakan Ezechiel dengan seharusnya

Ezechiel Ndouassel adalah penyerang yang baik. Selain mampu mencetak gol, ia juga bisa bergerak membuka ruang sekaligus menciptakan peluang untuk dirinya sendiri. Dalam laga kali ini, Ezechiel mampu memeragakan dua kemampuannya tersebut. Tercatat ia mampu menciptakan satu tendangan tepat sasaran lewat aksi individunya, serta beberapa kali tidak sungkan untuk membuka ruang bagi kawan-kawannya dengan banyak bergerak ke samping.

Namun pergerakan membuka ruang Ezechiel ini jarang dimanfaatkan oleh rekan-rekannya yang berada di posisi winger. Alih-alih masuk untuk memanfaatkan ruang yang dibuka Ezechiel, winger Persib malah lebih banyak beroperasi di sayap. Hal ini membuat beberapa kali Ezechiel berada di posisi yang sama dengan para winger sehingga serangan Persib menjadi sedikit tersendat. Ezechiel pun menjadi sulit untuk mendapatkan atau menciptakan peluang, karena ia beberapa kali malah menjadi pelayan bagi para rekannya.

***

Seperti yang diungkapkan Emral Abus, pelatih Persib dalam jumpa pers sebelum pertandingan, Persib acap kesulitan ketika menghadapi tim yang bermain dengan pertahanan rapat. Dalam laga ini, Bali United melakukan hal tersebut dan membuat penyerangan Persib menjadi tersendat. Ditambah dengan serangan Persib yang monoton, serangan pun menjadi sulit untuk dilakukan.

Di sisi lain, Bali sudah melakukan hal yang benar sebagai tim yang bertandang ke Bandung. Bermain lebih sabar dan menunggu, dan hanya sesekali melakukan serangan balik membuat gawang Bali tetap aman. Jika saja mereka mampu bermain lebih agresif dalam menyerang, Bali bisa saja mendapatkan gol dan memenangkan laga. Sekarang, hasil ini tidak berpengaruh terlalu signifikan dalam posisi kedua tim di papan klasemen. Bali masih berada di peringkat kedua, sedangkan Persib tetap berada di posisi 10.

Komentar