Kegegabahan Allegri Buat Juventus Takluk 3-0 dari Barcelona

Analisis

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Kegegabahan Allegri Buat Juventus Takluk 3-0 dari Barcelona

Juventus dicukur Barcelona dengan skor cukup telak, 3-0. Gol Barcelona dicetak oleh Lionel Messi (dua gol) dan Ivan Rakitic. Hasil pertandingan yang digelar Rabu (13/9) dini hari WIB tersebut cukup mencerminkan betapa superiornya Barcelona pada laga ini. Sepanjang 90 menit, Juve bisa dibilang tak berdaya.

Kekalahan Juventus ini sebenarnya tak mengherankan melihat kondisi mereka pada laga ini. Bertandang ke Camp Nou, mereka dipastikan tidak diperkuat delapan pemainnya. Lima pemain di antaranya adalah pemain kunci seperti Mario Mandzukic, Claudio Marchisio, Giorgio Chiellini, Sami Khedira dan Juan Cuadrado.

Sebagai gantinya, Juventus memainkan Rodrigo Bentancur, Douglas Costa, dan Blaise Matuidi. Sementara itu Andrea Barzagli diduetkan dengan Medhi Benatia. Pola 4-2-3-1 tetap dipertahankan sebagai pola dasar, dengan Miralem Pjanic dan Paulo Dybala sebagai poros serangan utama.

Sementara itu, kubu Barcelona memainkan skuat terbaiknya. Dalam pola 4-3-3, trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Ousmane Dembele menghuni lini depan. Di tengah terdapat Ivan Rakitic, Andres Iniesta dan Sergio Busquets. Nelson Semedo yang diragukan tampil dimainkan sejak menit pertama, bahkan bermain selama 90 menit.

Pressing Juventus Buruk

Dengan susunan pemain yang ada, Juventus bermain inferior. Kerjasama antar lini tidak terjalin, baik itu dalam menguasai bola maupun tanpa bola. Yang paling menonjol adalah pressing Juventus yang tak mampu membendung aliran serangan Barcelona. Hal itu membuat Barca bisa mendominasi dan memegang kendali permainan.

Juve memainkan garis pertahanan tinggi dengan tekel-tekel agresif sejak lini pertahanan Barca. Namun saat coba menekan pemain bertahan Barca yang berupaya membangun serangan dari belakang, pressing Juve tak terkordinasi dengan baik. Ketika satu-dua pemain menekan pemain Barca, beberapa pemain lain terlambat meng-cover atau menekan pemain lain. Akhirnya Barca cukup leluasa membangun serangan.

Pada laga ini, Barca mencatatkan 65% penguasaan bola. Bahkan pada babak pertama mereka sempat unggul hingga 70%. Pressing Juventus yang buruk tersebut membukakan jalan bagi lini tengah Barca, yang diisi Iniesta, Rakitic, dan Busquets, mengalirkan bola pada Messi yang dibebaskan bergerak. Messi sendiri bermain sebagai false nine, turun jauh ke middle third untuk menjemput bola serta mengkreasikan serangan dan menciptakan peluang baik bagi rekannya maupun untuk dirinya sendiri.

Pressing Barcelona Membuat Juventus Gugup

Barcelona juga bertahan menggunakan garis pertahanan tinggi dengan tekel agresif. Hanya saja Blaugrana melakukannya jauh lebih baik dibanding Juventus. Pressing Barcelona berhasil membuat lini pertahanan Juventus kesulitan membangun serangan dari belakang sebagaimana mestinya.

Dari 10 intersep yang dilakukan Barca, lima di antaranya dilakukan di area pertahanan Juventus. Meski tingkat akurasi operan pemain belakang Juventus di atas 85%, namun kualitas operan mereka tak mampu membuat mereka keluar dari tekanan. Tak adanya pemain yang bisa menjadi ball-playing defender di skuat Juventus membuat aliran operan Juventus terhambat.

Sebenarnya, Juventus sempat mampu menaklukkan pressing Barcelona pada awal-awal pertandingan. Namun dengan pressing yang konsisten dari Barca, membuat para pemain Juventus akhirnya cukup gugup, khususnya pada babak kedua dengan situasi tertinggal. Transisi dari bertahan ke menyerang Juventus yang mengandalkan umpan-umpan pendek pun tak berjalan efektif.

Celah Pada Double Pivot Juventus

Dari tiga gol yang diciptakan Barcelona, ada satu kecenderungan yang terlihat, yakni keroposnya pertahanan Juventus di area depan kotak penalti. Ketiga gol Barca tersebut tercipta dengan memanfaatkan celah di antara double pivot Juventus dan back-four mereka. Blaise Matuidi patut disoroti pada laga ini.

Matuidi yang bermain sebagai box-to-box kerap terlambat dalam transisi dari menyerang ke bertahan. Pada gol pertama terlihat Messi menerima bola di tengah setelah Barca memanfaatkan keterlambatan Matuidi untuk mundur atau meng-cover area depan kotak penalti. Hal itu membuat Miralem Pjanic harus berhadapan satu lawan satu dengan Messi, hal ini jelas menguntungkan Messi yang punya skill individu mumpuni, memanfaatkan kombinasi dengan Luis Suarez.

Situasi yang sama terjadi pada gol kedua Messi (gol ketiga Barcelona). Dalam situasi transisi menyerang ke bertahan Juventus, Barcelona kembali memanfaatkan celah di antara double pivot Juventus. Iniesta bisa dengan leluasa menggiring bola, dan memberikan umpan terobosan pada Messi. Messi pun mendapatkan ruang bebas karena Alex Sandro terpaksa bergerak naik untuk menjaga Dembele karena tidak adanya gelandang yang seharusnya meng-cover area tersebut.

Gol kedua Barca yang dicetak Rakitic pun sebenarnya bermula dari area depan kotak penalti. Benatia terpaksa naik untuk menghambat Suarez dan Dembele karena Matuidi dengan mudahnya dilewati umpan Rakitic. Naiknya Benatia membuat Alex Sandro bergeser ke tengah untuk meng-cover pos yang ditinggalkan Benatia. Namun hal tersebut tak dibarengi dengan kesigapan Douglas Costa untuk mengisi kekosongan di kiri pertahanan. Messi pun dengan bebas merangsek ke kotak penalti, menciptakan kekacauan di kotak penalti Juventus sampai akhirnya Rakitic mendapatkan peluang terbuka.

Kesimpulan

Dari apa yang terlihat pada laga ini, kesalahan Juventus terlihat pada strategi yang diterapkan Massimilliano Allegri sejak awal. Dengan kondisi pincang, ia gegabah dengan meladeni Barcelona lewat permainan terbuka, tidak seperti musim lalu di mana Juve bermain rapat di belakang saat bermain di Camp Nou untuk memaksakan hasil imbang.

Pilihan strategi tersebut membuat Messi bisa menari-nari memorak-porandakan pertahanan mereka. Juve bermain di bawah tekanan Barcelona yang bermain superior hampir di sepanjang pertandingan. Kecerdasan Barca dalam memanfaatkan celah pada double pivot Juventus serta pressing yang terorganisir membuat build-up serangan Juventus kacau. Barcelona sangat layak menang besar pada laga ini.

Komentar