Serangan Balik Sayap Lazio Sangat Mematikan Bagi AC Milan

Analisis

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Serangan Balik Sayap Lazio Sangat Mematikan Bagi AC Milan

Awal musim yang baik bagi AC Milan harus dinodari oleh kekalahan dari SS Lazio di Stadion Olimpico, Minggu (10/9). Tidak tanggung-tanggung, Milan dikalahkan dengan skor 4-1. Bahkan mereka sempat tertinggal empat gol terlebih dahulu sebelum Riccardo Montolivo memperkecil ketertinggalan pada menit 56`.

Gawang yang Milan yang dijaga Gianluigi Donnarumma itu dibobol tiga kali oleh Ciro Immobile pada menit 38`, 43` dan 49`. Immobile juga memberikan asis kepada gol Luis Alberto pada menit 49`. Padahal Lazio bermain tanpa gelandang serang atau winger kanan andalannya, Felipe Anderson, karena cedera. Nasib yang sama diterima Andrea Conti sehingga tidak bisa dimainkan pada posisi full-back kanan Milan.

Komposisi Pemain

Lazio masih bisa mengatasi kealpaan Anderson dengan hadirnya Alberto pada formasi 3-4-2-1. Alberto di sebelah kanan menjadi duet Sergej Milikovic-Savid untuk menopang Immobile sebagai penyerang tunggal. Sementara Milan mempercayakan posisi full-back kanannya kepada Davide Calabria untuk menggantikan absensi Conti dalam formasi 4-3-3. Tapi Calabria justru menjadi titik lemah Milan pada pertandingan ini.

Lazio Berhasil Memanfaatkan Ruang di Sisi Pertahanan AC Milan

Milan nampak percaya diri memulai pertandingan ini karena bermain menyerang sejak peluit dibunyikan. Permainan menyerang mereka didukung dengan kedua bek sayapnya yang sering naik ke depan. Pergerakan Calabria di sisi kanan dan Ricardo Rodriguez membuat formasi Milan berubah menjadi 2-5-3 ketika menyerang. Kendati rajin membantu serangan, kedua full-back itu baik ketika melakukan transisi bertahan.

Hanya saja kesalahan Calabria dan Rodriguez itu terlalu menempatkan diri kepada bek tengahnya. Pergerakan itu guna mengantisipasi keberadaan dua gelandang serang Lazio yang mencoba masuk ke dalam kotak penalti. Namun perhatian mereka justru memberikan ruang kosong di masing-masing sisi pertahanannya. Hal itulah yang membuat kedua wing-back Lazio sering mendapatkan bola melalui umpan-umpan terobosan dari gelandang serangnya, yaitu Alberto dan Sergej Milikovic-Savic.

Barulah kedua full-back Milan melebar ketika wing-back Lazio mendapatkan bola. Tapi melebarnya Calabria dan Rodriguez justru menjadi ruang bagi gelandang serang Lazio ditambah dengan Immobile untuk masuk ke dalam kotak penalti. Apalagi pada pertandingan ini Leonardo Bonucci dan Matteo Musacchio seperti kesulitan menghadapi kecepatan tiga pemain depan Lazio tersebut. Sampai pada akhirnya Alberto dilanggar di dalam kotak penalti oleh Franck Kessie. Pelanggaran itu menjadikan keunggulan pertama bagi Lazio melalui eksekusi penalti yang dicetak Immobile pada menit 38`.

Grafis umpan-umpan gelandang serang SS Lazio yang lebih diarahkan ke sisi lapangan. Sumber: Squawka.

Kesempatan yang didapatkan wing-back Lazio juga membuat Lulic leluasa melepaskan umpan silang kepada gol kedua Immobile yang berhasil masuk ke kotak penalti. Sisi kanan pertahanan Milan juga menjadi kecenderungan serangan Lazio dan menjadi penyebab dua kebobolan terakhir. Calabria gagal menahan giringan bola Lulic sehingga berujung menjadi gol ketiga Immobile pada menit 48`. Gol terakhir Milan pun karena menerima serangan balik Lazio melalui umpan panjang ke area pertahanan yang seharusnya dijaga Calabria.

AC Milan Kesulitan Tembus Sepertiga Akhir Pertahanan Lazio

Milan memang memenangkan dominasi penguasaan bola pertandingan ini sebesar 60%. Tapi Milan terlihat buntu untuk masuk ke dalam sepertiga akhir pertahanan Lazio yang menempatkan tiga pemain belakang. Tiga bek Lazio itu begitu sabar menghadapi serangan dan membuat penyerang Milan, Patrick Cutrone, tidak bisa leluasa di dalam kotak penalti. Sementara yang justru bergerak memburu bola adalah lini tengah Lazio yang melancarkan pressing agresif.

Berbeda dengan bek Lazio yang lebih sabar merebut bola, lini tengahnya justru langsung melakukan perebutan bola melalui percobaan-percobaan tekelnya. Lucas Leiva dan Marco Parolo menjadi perebut bola utama di depan kotak penaltinya sendiri. Leiva berhasil melancarkan dua tekel sukses, sementara Parolo melakukannya tiga kali. Hal itu membuat Milan kesulitan memberikan suplai bola kepada Cutrone.

Tidak ada satu pun kesempatan untuknya melepaskan percobaan tendangan ke gawang Lazio. Cutrone pun digantikan Hakan Calhanoglu pada menit 56`. Bersamaan dengan masuknya Nikola Kalinic menggantikan Fabio Borini untuk menjadi penyerang tengah mengisi posisi yang ditinggalkan Cutrone. Pergantian pemain itu membuat Milan mengubah pola serangannya melalui umpan-umpan jauh dari tengah maupun sisi lapangan. Tapi padatnya pertahanan Lazio yang menggunakan formasi 5-3-1-1 ketika bertahan, membuat Milan tetap sulit masuk ke dalam kotak penalti maupun menciptakan peluang.

Grafis operan AC Milan yang kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan SS Lazio. Sumber: Squawka.

Ciro Immobile Memastikan Kemenangan Lazio

Immobile tampil sangat luar biasa pada pertandingan ini. Hal istimewanya tentu memborong tiga gol yang memastikan kemenangan Lazio sejak menit 49` dan satu asis kepada Alberto. Lebih istimewa lagi ketika mengetahui bagaimana Immobile sangat efektif di depan gawang lawan dan tidak menyia-nyiakan kesempatannnya untuk mencetak gol. Hal itu karena tiga gol yang dicetaknya hasil dari tiga kali percobaan pertamanya dalam melepaskan tembakan ke gawang lawan.

Total, Immobile melepaskan tujuh percobaan tembakan. Setelah tiga kali percobaan pertamanya melahirkan seluruh golnya, empat percobaan lagi cukup membuat pertahanan Milan ketar-ketir karena satu di antaranya mengarah ke gawang. Dua di antaranya pun melenceng dengan tipis dekat tiang gawang. Tiga gol yang dicetak Immobile ke gawang Milan merupakan yang pertama kalinya sejak 1942. Bukan hanya gol, Immobille juga berhasil melakukan dua dribel sukses dan satu tekel bersih pada laga ini.

Kesimpulan

Ambisi Milan untuk bermain menyerang di kandang Lazio justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Pada nyatanya justru Lazio yang lebih efektif melakukan serangan balik sehingga menjadi kemenangan besar. Absennya Conti cukup berpengaruh pada kekuatan Milan karena Calabria justru menjadi kecenderungan serangan Lazio. Kemenangan Lazio ini membuat mereka berada di peringkat tiga klasemen sementara Serie-A 2016/2017. Sementara Milan harus puas berada di peringkat tujuh pada giornata ke-3 ini.

Komentar