Lini Tengah dan Depan yang Masih Menjadi Kekurangan Chelsea

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Lini Tengah dan Depan yang Masih Menjadi Kekurangan Chelsea

Chelsea akan memasuki Liga Primer musim 2017/2018 sebagai juara bertahan. Setelah sempat tampil terseok pada musim 2015/2016, The Blues menjelma menjadi tim yang ditakuti dalam ajang Liga Primer. Semua itu pada akhirnya berujung kepada gelar juara yang mereka raih pada musim 2016/2017.

Pada musim 2016/2017, tidak ada yang meragukan kedigdayaan The Blues. Rekor 13 kemenangan beruntun yang mereka raih (menyamai rekor Arsenal), serta skema tiga bek yang menjadi buah bibir, adalah hal-hal yang mencerminkan kehebatan Chelsea pada musim 2016/2017. Selain itu, kehadiran Antonio Conte, manajer atraktif dengan gayanya yang meledak-ledak menambah semangat tersendiri di tubuh Chelsea.

Jelang memasuki musim 2017/2018, Chelsea pun kembali menjadi kandidat kuat juara Liga Primer. Namun, selain tampil dalam ajang Liga Champions, ada beberapa hal yang mungkin menjadi pengganjal tersendiri bagi The Blues dalam upaya mereka untuk mempertahankan gelar, sekaligus banyak berbicara di kompetisi Liga Champions.

Menggunakan skema yang sama, kerawanan tersendiri

Pada musim 2016/2017, skema tiga bek menjadi sesuatu yang fenomenal. Dengan menggunakan skema ini, Chelsea meraih kemenangan selama 13 kali berturut-turut. Chelsea begitu tidak tersentuh ketika Conte menggunakan skema ini, ditopang dengan para pemainnya yang memang mampu menerapkan skema tersebut dengan baik.

Namun, saat berupaya untuk melewati rekor Arsenal dengan meraih kemenangan ke-14, Chelsea justru dikalahkan oleh Tottenham Hotspur. Cara Spurs dalam mengalahkan Chelsea pun terbilang cukup unik. Mereka menggunakan strategi mirroring, alias meniru skema yang diterapkan oleh The Blues. Hasilnya luar biasa bagi Spurs, sekaligus menjadi kerawanan tersendiri bagi Chelsea.

Tottenham Hotspur, tim yang menghentikan Chelsea meraih 14 kemenangan berturut-turut

Apa yang dilakukan oleh Spurs akhirnya diikuti juga oleh tim lain. Bagi para tim yang memiliki pemain-pemain biasa saja, strategi mirroring ini tidak terlalu memberikan dampak dan masih bisa teratasi oleh Chelsea. Namun, jika strategi mirroring ini diterapkan oleh tim yang punya pemain-pemain mumpuni macam Arsenal ataupun Manchester United, Chelsea justru kelabakan.

The Blues dikalahkan oleh United dengan skor 2-0 di Old Trafford dengan strategi mirroring ini. Mereka juga gagal meraih gelar double serta gagal meraih gelar Community Shield setelah dua kali dikalahkan Arsenal dengan strategi yang sama, yaitu mirroring.

Jika Conte tidak menemukan skema sekaligus taktik baru untuk musim 2017/2018, bukan tidak mungkin gelar akan menjauh dari mereka. Apalagi waktu Conte untuk berdiskusi dan merencanakan taktik pada musim depan akan sedikit berkurang, mengingat jadwal Chelsea akan semakin padat dengan adanya kompetisi Liga Champions.

Lini tengah dan lini depan yang masih perlu pembenahan

Pada masa pramusim, Chelsea sebenarnya mencatatkan hasil yang tidak terlalu buruk. Dua pertandingan melawan Fulham di Cobham dan Arsenal di Beijing berhasil mereka menangkan. Menghadapi Bayern M√ľnchen dan Inter Milan dalam ajang International Champions Cup, The Blues pun tidak kalah dengan skor mencolok.

Bekal pramusim yang cukup baik inilah yang membawa Chelsea menghadapi Arsenal dalam ajang Community Shield. Namun, justru dalam pertandingan tersebut, hal-hal yang masih perlu dibenahi oleh Chelsea tampak ke permukaan.

Di lini tengah, hengkangnya Nemanja Matic ke United membuat lini tengah Chelsea tidak begitu dinamis. Tidak ada dukungan yang diberikan oleh lini tengah ketika menyerang maupun bertahan. Terasa kehilangannya sosok Matic yang biasa memerankan peran box-to-box di situ.

Sebenarnya ada nama Tiemoue Bakayoko yang sudah dibeli Chelsea dari AS Monaco. Tapi dalam laga melawan Arsenal, ia belum bisa dimainkan. Cesc Fabregas yang dimainkan oleh Conte kurang baik dalam bertahan. Ia kerap kalah dalam situasi duel satu lawan satu, dan juga kerap terlambat turun ketika menyerang. Kedinamisan lini tengah Chelsea pun menjadi berkurang.

Selain di tengah, lini serang pun perlu menjadi perhatian tersendiri bagi Conte. Perselisihan dengan Diego Costa sehingga memaksanya untuk hengkang memberikan pengaruh yang cukup besar. Sosok Costa yang dapat menjadi finisher, pemantul, sekaligus berperan aktif dalam bertahan masih belum menemukan penggantinya. Alvaro Morata dan Michy Batshuayi belum menampilkan apa yang pernah Costa tampilkan sepanjang musim 2016/2017.

Bukan hanya sosok Costa, sosok Eden Hazard juga adalah sosok penting dalam penyerangan Chelsea. Sayangnya pemain asal Belgia tersebut harus menepi di awal musim karena cedera. Kemampuan dribel, serta visi bermainnya yang baik belum bisa disamai oleh pemain lain yang satu posisi dengannya, macam Pedro ataupun Willian. Hal ini terlihat dalam laga melawan Arsenal, kala Chelsea begitu buntu dalam menyerang hingga akhirnya serangan lebih banyak diarahkan ke arah sayap.

Eden Hazard, sosok penting di penyerangan Chelsea

Jelang memasuki musim 2017/2018, bukan hanya menyiapkan rencana cadangan jika skema tiga bek tidak berjalan lancar, Conte juga mesti menyiapkan rencana lain jika penyerangannya mengalami kebuntuan. Apalagi Costa memang sudah santer diberitakan akan pindah, sementara itu Hazard pun tidak ada jaminan akan bermain di setiap pertandingan.

Pemain kunci: Marcos Alonso, Victor Moses, dan Eden Hazard

Selain sosok Hazard sebagai kunci dari penyerangan Chelsea, ada beberapa pemain lain yang menjadi kunci permainan Chelsea. Ada nama Marcos Alonso dan Victor Moses yang menjadi wing-back kiri dan kanan Chelsea. Tanpa keduanya, plus Hazard, skema yang diinginkan Conte tidak akan berjalan sempurna.

Keduanya mengampu tugas yang terbilang cukup berat dalam skema permainan Chelsea yang diterapkan oleh Conte. Meng cover dua sisi sayap secara penuh, serta menusuk ke dalam kotak penalti jika memungkinkan, merupakan tugas-tugas yang harus mereka laksanakan dalam sebuah pertandingan. Jika keduanya atau salah satunya absen dan mengalami cedera, permainan Chelsea kerap tidak berjalan maksimal.

Terlepas dari tiga bek, serta sosok gelandang yang bisa memerankan peran box-to-box di lini tengah, kehadiran dua wing-back ini juga penting dalam skema permainan Chelsea.

Beriku adalah prediksi starting XI Chelsea untuk musim 2017/2018

Komentar