Prediksi Piala Super UEFA: Menanti Kecerdasan dari Mourinho

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Prediksi Piala Super UEFA: Menanti Kecerdasan dari Mourinho

Pada Rabu (88/8/2017) dini hari, akan terselenggara sebuah partai yang cukup besar bernama Piala Super Eropa. Piala Super Eropa ini menjadi awal mula ditabuhnya musim kompetisi di Eropa untuk musim 2017/2018.

Dalam laga yang akan dihelat di Phillip II Arena, Skopje, Makedonia tersebut, dua tim besar yang pada musim 2016/2017 silam masing-masing menjadi juara di kompetisi Eropa akan bersua. Mereka adalah Real Madrid, si peraih gelar Liga Champions dan Manchester United, si tak terduga yang meraih gelar Liga Europa. Khusus untuk Madrid, gelar di Liga Champions di musim 2016/2017 adalah pemutus ketakutan yang sudah bertahan selama bermusim-musim lamanya.

Sedangkan lawannya, Manchester United, adalah tim yang juga tidak bisa dianggap enteng. Jalan United untuk meraih gelar Liga Europa pun cukup sulit. Bermodalkan semangat untuk tampil di Liga Champions pada musim 2017/2018, ditambah dengan kecerdasan Mourinho sebagai juru taktik, mereka pun berhasil mengalahkan tim-tim hebat, salah satunya adalah tim Ajax yang bermaterikan pemain-pemain muda potensial di babak final Liga Europa.

Pertandingan tersebut pun akan semakin seru, karena Jose Mourinho punya ikatan emosional tersendiri dengan Real Madrid. Namun, pada akhirnya, kecerdasan dari Mou dalam soal taktik akan menjadi sesuatu yang cukup ditunggu dalam pertandingan ini.

Situasi Real Madrid yang sempat buruk di pramusim

Untuk saat ini, Real Madrid adalah salah satu tim terbaik yang ada di Eropa. Selain berhasil memutus kutukan Liga Champions, mereka juga adalah peraih gelar Piala Super Eropa 2016 silam, Kala itu mereka menaklukkan Sevilla.

Namun, dalam masa pramusim jelang memasuki musim 2017/2018, Madrid bisa dibilang tidak mengalami pramusim yang cukup baik. Dalam ajang International Champions Cup 2017, mereka kalah saing dengan duo Manchester (Madrid pernah berhadapan dengan United dalam ajang ICC 2017), Mereka juga dikalahkan oleh Barcelona dalam ajang "El Clasico" yang dihelat di Miami.

Tapi hasil-hasil buruk ini sebenarnya bukan hasil yang bisa dijadikan patokan perihal penampilan Madrid. Kerap berganti-gantinya susunan pemain yang dipasang oleh Madrid dalam ajang pramusim, serta tidak adanya sosok Cristiano Ronaldo yang mendapatkan jatah libur tambahan, membuat penampilan Los Blancos belum mencapai bentuk penampilan terbaik seperti yang mereka tampilkan.

Kabar terbaru, Ronaldo dimasukkan dalam skuat yang akan dibawa ke Makedonia melawan Manchester United. Kehadiran Ronaldo akan menambah dimensi penyerangan dari Madrid, dipadukan dengan Karim Benzema dan Gareth Bale. Kemampuan finishing nya yang semakin baik pun bisa menjadi tambahan senjata tersendiri bagi Madrid.

Ronaldo masih menjadi sosok sentral di dalam skuat Real Madrid

Dengan para pemain bintang yang sudah kembali dari masa libur, bisa dibilang Madrid akan mulai menunjukkan performa terbaik mereka, seperti yang mereka tunjukkan kala menjuarai Liga Champions musim 2016/2017 silam.

Kecerdasan taktik Mou adalah kunci

Disitat dari Sky Sports, Mourinho mengungkapkan rasa gembiranya jelang menghadapi Madrid. Ia menyebut, tim baru Manchester United yang sedang ia bentuk akan menemukan ujian yang sepadan dengan menghadapi Real Madrid. Apalagi ia juga ingin para pemainnya merasakan atmosfer Eropa yang lebih panas.

"Musim lalu (2016/2017) kami bermain di Liga Europa, turnamen penting yang memberikan kami pengalaman bermain di Eropa. Tapi musim depan adalah Liga Champions, dan laga Piala Super Eropa ini adalah ajang yang baik untuk mengenalkan atmosfer sepakbola Eropa kepada para pemain. Lawannya Madrid pula. Ini adalah sebuah peluang yang baik bagi kami," ungkap Mou.

United sendiri memang akan tampil di Liga Champions musim 2017/2018, setelah meraih gelar Liga Europa pada musim 2016/2017. Jelang tampil di Liga Champions musim 2017/2018, dibutuhkan sebuah suntikan pengalaman main di Eropa, dan Madrid adalah tim yang bisa memberikan hal tersebut.

Menghadapi Real Madrid yang bertabur bintang, hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri bagi Manchester United yang sedang membentuk tim baru memasuki musim kompetisi 2017/2018. Oleh karena itu, agar dapat meraih kemenangan dalam laga Piala Super Eropa, diperlukan satu hal, yaitu kecerdasan taktik seorang Mourinho.

Mou memang manajer yang cukup lihai dalam segi taktikal. Ia menjadi orang yang mempelopori istilah "parkir bus", pengembangan dari taktik catenaccio yang pernah dipakai Helenio Herrera. Ia tak segan melakukan perubahan radikal di dalam pertandingan, dengan tujuan akhir untuk mencapai kemenangan.

Menghadapi Madrid, meski kalah dari segi materi pemain, menarik untuk melihat taktik seperti apa yang akan diterapkan oleh Mou. Apakah ia akan menggunakan skema mirroring seperti yang pernah ia gunakan saat mengalahkan Chelsea musim 2016/2017? Atau ia akan menemukan taktik baru dalam rangka menghadapi Madrid, sang juara Liga Champions?

***

Madrid diprediksi akan menjadi tim yang unggul dalam laga ini. Hal ini wajar, karena meski mengalami pramusim yang buruk, materi-materi pemain bintang yang berhasil disatukan oleh Zinedine Zidane akan menjadi ancaman tersendiri bagi United.

Namun, menganggap Mou adalah manajer yang tidak cerdas secara taktik juga adalah hal yang salah. Menantikan rencana yang akan ia pakai dalam laga melawan Madrid nanti juga cukup menarik, karena bisa saja kecerdasan dari Mou ini akan membawa United meraih kemenangan.

Komentar