Skuat Arema Cronus TSC 2016: Pertahanan yang Kuat dan Penyerangan yang Mulai Bervariasi

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Skuat Arema Cronus TSC 2016: Pertahanan yang Kuat dan Penyerangan yang Mulai Bervariasi

Arema Cronus adalah salah satu klub yang akan mengikuti ajang TSC A 2016. Berdiri pada tanggal 11 Agustus 1987, klub ini memiliki kandang di Stadion Kanjuruhan dan memiliki basis suporter yang kuat, yaitu Aremania. Klub ini sekarang dilatih oleh Milomir Seslija, pelatih asal Bosnia.

Sebelum mengikuti ajang ini, Arema sudah pernah turun dalam berbagai ajang turnamen yang diselenggarakan di Indonesia, mulai dari Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, Bali Island Cup, Piala Gubernur Kaltim, dan terakhir Arema turun di ajang Piala Bhayangkara. Dalam ajang turnamen-turnamen tersebut, prestasi Arema tidaklah buruk, malah terbilang cukup mengesankan.

Klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang ini berhasil menggondol dua piala dari turnamen-turnamen yang mereka ikuti, yaitu juara dalam ajang Bali Island Cup dan Piala Bhayangkara. Yang menjadi unik adalah, dalam dua ajang tersebut, Arema mengalahkan musuh yang sama, yaitu Persib Bandung. Saat Bali Island Cup, Arema berhasil mengalahkan Persib 1-0, sedangkan dalam ajang Piala Bhayangkara, mereka berhasil mengalahkan Persib kembali dengan skor 2-0.

Sedangkan dalam ajang-ajang yang lain, seperti di ajang Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, dan Piala Gubernur Kaltim, Singo Edan mampu tampil sampai babak semifinal sebelum dikalahkan oleh lawan-lawannya.

Plus Minus Skuat dan Kemungkinan Formasi


Prediksi Formasi Arema (1)


Prediksi Formasi Arema (2)

Prediksi Formasi Arema (2)

Jika melihat susunan formasi yang sering digunakan oleh Arema dalam beberapa turnamen yang pernah diikuti, kemungkinan besar Arema akan menggunakan formasi 4-3-3. Nama-nama pemain yang sudah disebutkan di atas adalah kemungkinan starting line-up yang akan diturunkan oleh Singo Edan melihat kecenderungan formasi yang digunakan saat mengikuti turnamen-turnamen medio 2015-2016. Namun, dengan datangnya Gustavo Giron yang mampu bermain di berbagai posisi di depan, ada kemungkinan juga bagi Arema untuk memainkan formasi 4-2-3-1.

Dengan tidak banyak merombak skuat, dan hanya memasukkan satu atau dua pemain saja (Serdjan Lopicic masuk saat ajang Bali Island Cup, Syaiful Indra Cahya masuk usai ajang Piala Bhayangkara, Hasyim Kipuw yang pindah ke Bali United FC, dan Gustavo Giron yang didatangkan dari Bayswater City), hal yang paling kentara yang dapat dilihat tentunya kesatuan skuat yang sudah cukup baik. Selain itu, nilai plus dari skuad Arema yang ada sekarang ini adalah lini pertahanan yang kuat. Duet Hamka Hamzah dan Goran Gancev di lini pertahanan Arema adalah duet yang sangat sulit ditembus oleh pemain lawan.

Saat ajang Piala Bhayangkara, total Arema hanya kebobolan satu gol saja. Itupun hanya karena duet Gancev di lini pertahanan, yaitu Hamka Hamzah mendapatkan kartu merah dari wasit, tepatnya saat melawan Bali United. Singo Edan menang 2-1 dalam pertandingan tersebut. Dalam sisa pertandingan yang Arema lakoni sampai babak final, mereka sama sekali tidak membiarkan lawan-lawannya menjebol gawang mereka.

Selain karena memiliki bek yang tangguh, gelandang jangkar Arema seperti Hendro Siswanto, Ferry Aman Saragih, ataupun Raphael Maitimo kerap turun untuk membantu pertahanan sehingga membuat pertahanan Singo Edan terkesan rapat dan sulit untuk ditembus. Pertahanan kuat inilah yang akan menjadi senjata utama klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan ini dalam mengarungi TSC A 2016.

Namun, di balik keunggulan mereka dalam sisi pertahanan, Arema Cronus juga memiliki kekurangan yang terletak pada sektor penyerangan mereka. Terlalu seringnya Arema mengandalkan kombinasi Lopicic-Dendi dan jarangnya Esteban Vizcarra terlibat dalam penyerangan sempat membuat serangan Arema terkesan kurang variatif dan terlalu monoton.

Tapi, saat pertandingan final Piala Bhayangkara, serangan Arema terlihat sedikit lebih variatif. El Loco Gonzales yang biasanya hanya diam saja di depan tanpa membuat pergerakan, pada saat partai final melawan Persib terlihat lebih hidup dan mau bergerak untuk membuka ruang ataupun untuk memancing perhatian bek. Kontribusi paling nyatanya terlihat dalam gol kedua yang dicetak oleh Arema, yaitu ketika ia berhasil menahan bola untuk sementara, menarik perhatian bek, lalu memberikan bola kepada Alfarizie yang maju untuk kemudian Alfarizie melakukan cross ke dalam gawang yang berhasil dikonversi dengan baik oleh Sundar Sunarto.

Kedatangan pemain baru yang sempat membela Bayswater City dan menjadi topskor di klub tersebut dengan 22 gol dari 21 pertandingan, Gustavo Giron, dapat memberikan sebuah dimensi dan warna penyerangan baru untuk skuad Arema. Ia yang gemar menyisir sayap, mampu membuka ruang, dan juga mampu bermain di berbagai posisi di lini depan, jika bisa bekerja sama dengan baik bersama Lopicic, Vizcarra, Dendi, ataupun Gonzales, maka dapat menimbulkan malapetaka bagi lini pertahanan lawan.

Pemain Kunci: Cristian Gonzales, Hamka Hamzah, dan Raphael Maitimo

Cristian Gonzales, Hamka Hamzah, dan Raphael Maitimo akan menjadi pemain kunci Arema Cronus di ajang TSC ini. Bukan hanya karena ketiganya masuk dalam skuad Best XI Piala Bhayangkara, namun juga karena ketiganya memang mumpuni dalam menjalankan perannya masing-masing di lapangan. Gonzales dapat menjadi finisher sekaligus pengatur serangan di lini depan. Hamka Hamzah perannya sangat vital dalam menggalang pertahanan bersama Goran Gancev berkat kemampuannya dalam membaca serangan dan permainan.

Sementara itu, Raphael Maitimo, seperti yang ia tunjukkan di Piala Bhayangkara, mampu menjaga keseimbangan di lini tengah. Selain menjaga keseimbangan, kelebihan dari pemain ini adalah mampu untuk merangsek ke lini depan dan berperan sebagai pemain yang muncul dari second line. Hal ini terlihat saat ia mencetak gol ke gawang Persib pada partai final Piala Bhayangkara. Ia muncul dari second line untuk menyelesaikan umpan dari Serdjan Lopicic.

Peluang Arema Cronus di ajang Torabika Soccer Championship 2016

Menilik dari kedalaman skuat yang dimiliki oleh Arema, kualitas para pemainnya, plus tangan dingin pelatih Milomir Seslija, Arema tentu saja merupakan salah satu kandidat juara dalam ajang TSC 2016 ini. Jikalau mereka meraih hasil buruk, setidaknya, mereka tidak akan keluar dari zona 4 besar.

Komentar