Buruknya Koordinasi Pertahanan Liverpool Penyebab Kemenangan City

Analisis

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Buruknya Koordinasi Pertahanan Liverpool Penyebab Kemenangan City

Pekan ke dua Liga Premier Inggris langsung disuguhkan dengan pertemuan antara juara musim lalu menghadapi runner-up musim lalu. Manchester City menghadapi Liverpool di Kota Manchester.

Manchester City berhasil membawa dua kemenangan dari dua pertandingan awalnya dengan kemenangan 3-1 atas The Reds semalam. Stevan Jovetic menjadi bintang dengan mencetak dua gol.

Namun, yang perlu disoroti semalam bukanlah kegemilangan Jovetic dan City, bukan pula Balotelli di tribun penonton, melainkan pertahanan Liverpool yang bobrok.

Line_Up

Susunan pemain Manchester City dan Liverpool (sumber: whoscored.com)


Brendan Rodgers menurunkan formasi 4-3-3 dengan memainkan pemain debutannya di bek kiri, Alberto Moreno. Sementara Dejan Lovren kembali bermain dan berduet dengan Martin Skrtel di jantung pertahanan. Di bangku cadangan, terlihat pemain baru juga yaitu Lazar Markovic, yang nantinya akan diturunkan pada babak ke dua.

Liverpool memainkan 4-3-3 atau 4-2-3-1 (ketika bertahan) untuk memanfaatkan lebar lapangan sekaligus menumpuk pemain di tengah agar tidak kalah dengan lini tengah City yang dihuni oleh dua gelandang energik, Yaya Toure dan Fernando.

Player_pos

Grafik posisi pemain-pemain Manchester City dan Liverpool (sumber: whoscored.com)


Sementara Manuel Pellegrini memainkan penyerang yang sedang on fire, Jovetic bersama penyerang Bosnia yang baru menandatangani kontrak baru, Edin Dzeko.

Skema Rodgers berjalan baik terutama pada babak pertama. Hal ini ditegaskan dengan grafik posisi pemain di atas.

Liverpool lebih menguasai permainan dengan cara menyerang yang merata melalui sayap maupun tengah. Mereka mengandalkan kecepatan Raheem Sterling di kanan dan Moreno di kiri dalam melakukan serangan.

Attack_sides_and_shot_direction

Grafik arah serangan dan arah tendangan Manchester City dan Liverpool (sumber: whoscored.com)


Cara menyerang ini dapat kita lihat dari grafik arah serangan di atas. Sementara kebanyakan penyelesaian Liverpool dilancarkan dari tengah.

Berbeda dengan The Reds, The Citizens kebanyakan melancarkan serangan melalui sisi kanan dimana Samir Nasri bermain. Buah dari skema ini adalah ketiga gol City yang berawal dari sisi kanan.

Nasri sendiri akhirnya berhasil mencetak satu buah assist dan juga Jesus Navas yang bermain di sisi kanan pada babak ke dua, juga berhasil mencetak assist.

Namun demikian, kedua tim mengalami kebuntuan pada babak pertama. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya umpan silang ke dalam kotak penalti yang tidak berhasil tepat sasaran, yaitu 7 berbanding 17, dengan hanya satu saja dari masing-masing tim yang berhasil tepat sasaran.

Posisi Pertahanan Liverpool dalam Menghadapi Crossing

Seperti yang telah disampaikan di atas, pada babak pertama Liverpool adalah tim yang lebih baik. Mereka terlihat tajam dalam menyerang, namun City juga terlihat solid dalam bertahan.

Sebuah hal yang tetap sama dengan Liverpool musim lalu adalah pertahanan mereka yang amburadul. Pada babak pertama, pertahanan Liverpool kedapatan dua kali melakukan kesalahan. Salah satunya berbuah gol.

Kombinasi Skrtel dan Lovren di tengah, dengan Glen Johnson di kanan, dan Moreno di kiri belum menunjukkan sebuah sistem pertahanan yang baik. Meskipun begitu, mereka berempat memiliki potensi menjadi lini pertahanan kokoh jika mereka bisa bermain kompak nantinya.

12-crossing

Pertahanan Liverpool saat menghadapi umpan silang


Pada contoh di atas misalnya, keempat bek Liverpool berada di dalam kotak penalti. Sementara yang menutup umpan silang dari Gael Clichy adalah Steven Gerrard.

Satu hal yang disoroti adalah posisi Sktrel, Lovren, dan Moreno yang ketiganya berada di depan Dzeko. Jika dilihat ke belakang lagi bahkan ada Pablo Zabaleta yang tak terjaga.

Pada posisi ini, bola yang berhasil diluncurkan ke tengah, baik kepada Dzeko maupun Zabaleta, akan menjadi ancaman yang berbahaya.

Kemudian ketika bola telah sampai kepada Zabaleta di sisi kanan, jika Zabaleta tidak melakukan tembakan (yang akhirnya melambung), terlihat zona pertahanan Liverpool (warna merah) melawan zona menyerang City (warna biru) yang tidak seimbang. City akan leluasa sekali menghadapi situasi seperti ini.

50-corner

Pertahanan Liverpool saat menghadapi sepak pojok


Contoh lainnya pada babak kedua, ketika Jovetic hampir mencetak gol kedua pada saat tendangan sudut. Sebelum bola diluncurkan, keempat bek Liverpool memiliki masing-masing pemain yang dijaganya. Namun, setelah bola hampir sampai ke kotak penalti, terlihat pembagian peran menjaga pemain menjadi menumpuk.

Jovetic dijaga Moreno (yang tidak ikut melompat menyundul) sambil dibuntuti oleh Jordan Henderson dan Lovren yang juga terdistraksi dengan Yaya Toure. Sementara di sisi kiri, Kompany yang semula dijaga Lovren posisinya menjadi tak terjaga.

Beruntung sundulan Jovetic melambung masih tinggi.

Komentar